siwah.com

Tag: PPP

  • Muncul Empat Calon Ketua Umum

    Jakarta, Kompas – Hingga menjelang pelaksanaan Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan, muncul empat nama sebagai calon ketua umum PPP, yakni Suryadharma Ali, Akhmad Muqowam, Muchdi PR, dan Ahmad Yani.

    ”Namun, Pak Muchdi PR sebagai anggota baru PPP secara konstitusional akan terganjal aturan dalam AD/ART PPP Pasal 5, yakni calon ketua umum pernah menjadi pengurus DPW atau DPP selama satu periode, yaitu lima tahun,” kata Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar VII PPP Muhammad Romahurmuziy di Jakarta, Rabu (29/6).

    Suryadharma Ali menjabat Ketua Umum DPP PPP periode 2007-2012, Akhmad Muqowam adalah Ketua DPP PPP Bidang Politik, Ahmad Yani adalah anggota Komisi III DPR sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPP PPP, sedangkan Muchdi PR terpilih sebagai Ketua DPW PPP Papua periode 2011-2016.

    Sebenarnya Muktamar PPP dilaksanakan pada 2012. Namun pada Mukernas PPP April lalu, diputuskan pelaksanaan muktamar dipercepat menjadi 3-7 Juli 2011 di Bandung untuk konsolidasi organisasi guna menyiapkan Pemilu 2014.

    Menurut Ketua Panitia Pelaksana Muktamar VII PPP Emron Pangkapi, ada 1.180 utusan partai yang memiliki hak suara, berasal dari 33 DPW dan 497 DPC, ditambah suara lain dari perimbangan DPRD kabupaten/kota.

    Menurut Romahurmuziy, tambahan suara perimbangan DPRD kabupaten/kota merupakan apresiasi atas prestasi DPC yang punya performa tinggi. ”Jika ada 4-6 anggota PPP di DPRD, maka suara akan ditambah 1 utusan, 7-9 anggota ditambah 2 utusan, 10-12 anggota ditambah 3 utusan, 13-15 anggota ditambah 4 utusan,” katanya.

    Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar VII PPP Reni Marlinawati mengatakan, 37 pengurus harian DPP PPP tidak memiliki hak suara. (LOK)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Perolehan Suara PPP Turun, Siapa Bersalah

    VIVAnews – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan Akhmad Muqowam mengatakan PPP tengah berada dalam masa kritis. Dalam analogi Muqowam, PPP bagaikan seorang laki-laki yang terjatuh dari lantai 100 sebuah gedung pencakar langit.

    Namun, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy menganggap Muqowam turut bertanggung jawab jika PPP berada dalam masa kritis dan sedang jatuh. “Pak Muqowam kan bagian inti dari PPP. Berarti dia masuk di dalamnya,” kata Romi, kepada VIVAnews, 21 Juni 2011.

    Muqowam juga mengkritik kepemimpinan Suryadharma Ali yang menyebabkan elektabilitas PPP menurun. Tapi, Romi menganggap Muqowam secara langsung ikut bertanggung jawab terhadap turunnya suara PPP.

    “Karena dia menjabat sebagai Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif,” kata Romy yang juga tim sukses Suryadharma Ali dalam mempertahankan Ketua Umum PPP. “Dia orang yang termasuk bertanggungjawab suara PPP,” lanjutnya.

    Bahkan, Romy mempertanyakan peran Muqowam, yang juga saingan Suryadharma, dalam mengurusi suara PPP dalam Pemilu. “Selama ini ke mana saja dia. Kalau mempertanyakan naik turunnya suara PPP, berarti mempertanyakan kinerjanya juga,” ucapnya.

    Sebelumnya, Muqowam menganggap PPP ibarat orang yang jatuh dari lantai 100, namun tubuhnya masih tampak baik-baik saja saat jatuh. “Orang-orang yang berada di lantai 95, 80, 70, 60 dapat melihat bayangan laki-laki itu terus turun dengan deras, dan tubuhnya masih tampak baik-baik saja. Tetapi laki-laki itu sendiri sudah bisa memprediksi bahwa dalam beberapa saat lagi, tubuhnya akan hancur dan ia pun akan mati,” tutur Muqowam.

    Source : Vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PPP Tidak Ingin Mengulangi Kesalahan 2009

    VIVAnews – Jelang Pemilu 2014 sejumlah partai politik sudah berlomba-lomba merebut massa akar rumput. Para petinggi partai sudah rajin ke daerah bertemu massa. Banyak pula partai yang mematok jumlah perolehan yang besar.

    Partai Persatuan Pembangunan  mengaku  belum memasang  target perolehan suara kepada kadernya.  Sebab masih fokus pada pembangunan rasa percaya diri dan kekompakan para kader.

    “Kami adalah partai besar yang masih eksis dan tahan banting. Sekaligus memiliki keterbatasan dan kekurangan,” kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di sela pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah Jawa Timur, di Surabaya, 19 Juni 2011.

    Suryadharma berharap kader PPP mempunyai kesamaan hati sebelum melakukan perbaikan konsep. Menurutnya, biarpun memiliki konsep setinggi langit, kalau diantara kader tidak sehati dan tercerai-berai, tidak akan berguna bagi kelanjutan partai.

    Selanjutnya, Suryadharma pun mengungkap alasan PPP masih belum menetapkan target perolehan suara di pemilu mendatang.

    “Kami tidak ingin mengulangi kesalahan, dengan menetapkan target secara sepihak (top-down) sebesar 15 persen. DPP masih menunggu kajian soal potensi dan kelemahan wilayah masing-masing. Setelah ada hasilnya, mereka yang di wilayah yang akan menetapkan target sendiri. Kemudian ditetapkan secara nasional,” tegasnya.

    Source : vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Partai Islam Diharapkan Kembali ke PPP

    Jakarta, Kompas – Sejumlah partai politik berbasis massa Islam diharapkan dapat bersatu dan kembali bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan. Jangan sampai kekuatan politik Islam terpecah-belah hanya karena berebut kepentingan meraih kekuasaan.

    Harapan itu disampaikan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz seusai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6). ”Bagaimanapun, partai-partai Islam yang dahulu berasal dari PPP harus dirangkul kembali, bergabung kembali dengan PPP,” katanya.

    Hamzah menengarai, penurunan perolehan suara PPP pada setiap pemilu pascareformasi disebabkan banyak kelompok yang memisahkan diri dan membentuk partai baru. Mantan Wakil Presiden itu mencontohkan, suara PPP mulai menurun pada Pemilu 2004 lantaran salah satu tokoh partai, yakni Zainuddin MZ, membentuk Partai Bintang Reformasi (PBR). ”Suara PPP pada Pemilu 1999 masih 10 persen. Begitu Zainuddin membentuk PBR, suara PPP 8 persen, yang 2 persen diambil PBR,” ujarnya.

    Karena itu, sudah seharusnya unsur pimpinan PPP kembali merangkul dan mengajak kelompok-kelompok Islam yang tercerai-berai untuk kembali ke PPP. Selain untuk menambah kekuatan, persatuan itu penting untuk menghadapi rencana peningkatan ambang batas parlemen.

    Secara terpisah Wakil Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi mengatakan, PPP menargetkan akan mengembalikan perolehan suara hingga 10 persen pada Pemilu 2014. Oleh karena itu, PPP akan menjadikan muktamar pada awal Juli mendatang sebagai ajang koordinasi dan konsolidasi kader. (NTA)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PPP Usung Tekad Jadi Benteng Moral Bangsa

    JAKARTA–MICOM: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan DI Yogyakarta HM Syukri Fadholi menyatakan, PPP harus tampil menjadi benteng moral untuk menegakkan prinsip agama dan moralitas dalam membangun kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

    Dalam diskusi mengenai revitalisasi ideologi PPP di Akhmad Muqowam For Ketua Umum (AMQ Forum) di Jakarta, Minggu (29/5), Syukri Fadholi mengatakan, sebagai partai politik yang berasaskan Islam, PPP dalam perspektif historis merupakan fusi dari empat pilar kekuatan politik, yaitu NU, Muslimin Indonesia, PSII, dan Perti.

    Hadir dalam diskusi ini, sejumlah tokoh PPP, antara lain, mantan Anggota Fraksi PPP DPR Aisyah Aminy, Hadimulyo dan Tamam Achda, Ketua DPP PPP Imam Suharjo, tokoh PPP Sihabudi, KH Masyuri Malik dan kandidat Ketua Umum PPP Akhmad Muqowam.

    Syukri Fadholi mengatakan, selaras dengan visi-misi dan tujuan partai untuk menegakkan empat prinsip, yaitu akidah, ibadah, akhlakul karimah dan amar ma’ruf nahi munkar, maka tidaklah salah jika PPP menjadi harapan artikulasi kepentingan politik Umat Islam dan masyarakat pada umumnya.

    Selanjutnya, kata dia, perlu dicermati kondisi kehidupan politik bangsa saat ini, telah terjadi problem komunikasi politik, masalah penegakan hukum, kerentanan dan ketimpangan sosial ekonomi. Demikian pula telah terjadi pergeseran tata nilai kehidupan politik yang bersifat ideologis ke arah politik pragmatis.

    Sementara itu, kata dia, reformasi Bangsa Indonesia ternyata belum mampu mewujudkan pemerintahan yang “clean and good government” sesuai dengan harapan rakyat.

    Hal itu, katanya, ditandai dengan maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme, bahkan akhirnya kejahatan mafia hukum, mafia peradilan, mafia kasus serta jual-beli kekuasaan dengan “money politics” yang merusak kehidupan bangsa dan negara.

    Dia menegaskan bahwa materi adalah penting karena itu menjadi bekal, jabatan juga penting karena itu adalah alat dan kekuasaan itu sangat penting karena itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dalam berpolitik.

    “Tetapi di atas semua itu, pantang bagi PPP untuk menggadaikan prinsip agama dan moralitas serta mengorbankan jati diri seorang muslim, yang hanya mengejar keserakahan materi, gengsi jabatan dan kelanggengan kekuasaan,” katanya. (Ant/OL-2)

    Source : Media Indonesia

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PPP Tidak Diurus Serius, Suara Turun

    Partai PPP

    JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan Imam Suharjo mengungkapkan, salah satu penyebab penurunan suara PPP karena partai ini tidak diurus dengan serius. Demikian siaran pers dari media center Akhmad Muqowam yang diterima Kompas di Jakarta, Minggu (15/5/2011) malam.

    “PPP tidak serius diurus, hanya menjelang muktamar, muswil, muscab, atau pemilu saja partai ini diurus. Padahal, partai ini mempunyai potensi jadi partai besar,” ujar Imam di Kupang dalam malam ta’aruf calon ketua umum PPP, Akhmad Muqowam, dengan pengurus DPW NTT dan pengurus DPC se-NTT.

    Selain itu, menurut Imam, PPP juga kurang menunjukkan sikap politik yang berpihak kepada rakyat. “Kasus Ahmadiyah kencang, tetapi pansus pajak lemas karena kita tergabung dalam koalisi. Kita merindukan ketua umum yang tidak jadi bawahan partai lain. Sekarang, di dalam setgab kita bisa diintervensi,” ujarnya.

    Itu sebabnya, dalam momentum Muktamar Ke-7 PPP yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-6 Juli mendatang, kader PPP harus berani jujur menilai dan memilih pemimpin yang mau serius mengurus partai, ungkapnya.

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PPP tidak akan Didirikan Negara Islam

    BANDUNG–MICOM:Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (PPP), Suryadharma Ali, menyatakan bahwa meskipun PPP merupakan partai politik berazaskan Islam, hal tersebut bukan berarti akan mendirikan negara Islam.

    “Pada muktamar yang akan digelar di Bandung pada 3 hingga 6 Juli mendatang, kami akan tetap meneguhkan bahwa PPP tetap menjadi partai yang memegang Islam sebagai azasnya. Walaupun demikin, bukan berarti kita akan mendirikan sebuah negara Islam,” kata Suryadharma Ali saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPW PPP Jawa Barat di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Jalan Tamansari Kota Bandung, Minggu (15/5) sore.

    Menurut Suryadharma Ali, yang juga Menteri Agama RI, PPP tidak akan mundur selangkah pun meninggalkan azasnya dan akan tetap konsisten menjadikan Islam sebagai azaz partai.

    Ia berharap, Islam jangan dipertentangkan dengan nasionalis, dengan demokrasi karena sudah jelas islam tidak bertentangan dengan kebebasan bernegara, Negara Kesatuan Republik Idonesia (NKRI), serta Pancasila.

    “Kami sudah tahu seluruh parpol islam, ormas, dan mayoritas umat muslim telah meneguhkan sebagai bangsa Indonesia. Karenanya, ini sangat jauh jika PPP akan mendirikan negara Islam. Tapi, kita tetap konsisten menjadikan Islam sebagai azaz partai,” ujarnya.

    Dikatakannya, apa pun ideologinya jika tidak bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat, maka jangan berharap akan mendapatkan dukungan dari rakyat.

    Oleh karena itu, Suryadharma Ali mengajak seluruh kader PPP yang hadir di Gedung Sabuga Bandung tersebut agar bersama-sama berbuat manfaat untuk masyarakat.

    “Kalau kita sudah bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, tidak berlebihan kalau PPP minta Jabar, Jateng, Jatim dan Banten menjadi lumbung suara pada pemilu 2014 mendatang,” katanya.

    Terkait dengan dilantiknya pengurus baru DPW PPP Jawa Barat di bawah kepimpinan Rahmat Yasin, Suryadharma Ali mengakui kemampuan Rachmat untuk memimpin DPW PPP Jabar.

    Namun, ia mengingatkan, agar Racmat membuat program-program yang mementingkat kepentingan masyarakat.

    “Rachmat ini mesin baru, asalkan BBM-nya tidak disubsidi. Karena kalau disubsidi akan membebani anggaran pemerintah,” ujarnya. (Ant/OL-12)

    Source : Media Indonesia

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PPP Hadapi Kapitalisasi Partai

    Jakarta, Kompas – Menargetkan 10 persen kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, Partai Persatuan Pembangunan memulai konsolidasi dengan musyawarah kerja nasional di Jakarta pada 15-16 April 2011. Persaingan partai politik pada Pemilu 2014 diperkirakan semakin ketat. Apalagi, kapitalisasi politik terjadi di semua lini.

    ”Salah satu agenda mukernas adalah percepatan muktamar dari 2012 menjadi 2011. Kami memperhitungkan waktu untuk konsolidasi sebab PPP berharap bisa mendapatkan setidaknya 10 persen kursi di DPR atau 56 kursi,” kata Sekretaris Jenderal PPP Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Kamis (14/4).

    Masalah yang juga harus dihadapi pada Pemilu 2014, lanjut Wakil Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy, adalah industrialisasi parpol. Kenyataannya, dari anggaran kampanye resmi yang dilaporkan ke KPU, besaran belanja politik resmi berbanding lurus dengan perolehan suara parpol. Ini belum termasuk dana kampanye tak resmi.

    Hal itu, menurut Romahurmuziy, konsekuensi demokrasi berbasis kapital, bukan ideologi. Politik sekarang sangat bergantung pada uang. Seseorang bisa terpilih secara instan menjadi bupati atau anggota DPRD di semua tingkatan dengan memberi uang kepada pemilih. Pada masa lalu, orang tidak bisa instan memasuki karier politik, tetapi mesti ada pendewasaan.

    Kendati demikian, ujar Romahurmuziy, PPP masih memiliki kader ideologis. Seperti parpol lain, PPP juga menyandarkan diri kepada tokoh lokal. ”Ke depan, kami berharap bisa ngintir, tetapi tidak kintir. Sebab, parpol kami juga perlu ditawarkan sesuai selera masyarakat, jadi penyesuaian diri diperlukan,” tuturnya.

    Di sisi lain, kata fungsionaris PPP, Lukman Hakim Saifuddin, sebagai partai Islam, dalam mukernas akan dihadirkan KH Hasyim Muzadi untuk berbicara tentang praktik Islam yang rahmatan lil alamin.

    Saat ini muncul wacana perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terutama syarat pencalonan diri sebagai ketua umum partai, yakni pernah menjadi pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) minimal satu periode.

    Syarat itu tentu menyulitkan Muchdi PR maju sebagai calon ketua umum. Kandidat yang disebut-sebut masuk bursa calon ketua antara lain Suryadharma Ali (petahana), Ahmad Muqowam, dan Lukman Hakim Saifuddin. (INA)

    Source : Kompas.com

     

  • PPP Ingin Jadi Rahmat bagi Semua

    Semarang, Kompas – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Sabtu (26/2), menegaskan, PPP sebagai satu-satunya partai politik berasaskan Islam dan tidak akan meninggalkan asas itu. PPP mengemban asas Islam yang luas, untuk memperjuangkan banyak aspek kehidupan semua umat, bukan hanya untuk masyarakat Islam.

    ”Islam itu agama rahmatan lil alamin, pemberi rahmat untuk semua dan alam semesta ini. Dengan berpedoman itulah, PPP fokus tetap menghadirkan asas di tengah pergaulan masyarakat yang pluralis,” kata Suryadharma Ali ketika membuka Musyawarah Wilayah DPW PPP Jawa Tengah, 26-27 Februari di Semarang, Sabtu (27/2).

    Muswil DPW VI PPP itu dihadiri Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Ketua DPW PPP Jateng Hisyam Alie, tokoh PPP Mudrick Sangidoe, ulama karismatis KH Maemun Zubeir dari Rembang, Wakil Ketua MPR Lukman Saefuddin, dan para ulama Jateng yang kembali bergabung ke PPP seperti KH A Hamid Baedhowi.

    Muswil PPP Jateng kali ini akan memilih ketua periode 2011-2016 untuk menggantikan Hisyam Alie yang tak maju kembali. Adapun kandidat kuat calon ketua di antaranya Masruhan Samsurie, Istajib, Arief Mudatsir, dan Muhajir M Ardian.

    Suryadharma mengatakan, penegasan PPP tetap berasaskan Islam adalah jawaban atas desakan sejumlah kalangan yang menghendaki agar PPP bersedia menjadi parpol terbuka. Dasar PPP tetap kukuh adalah kenyataan masyarakat Indonesia mayoritas Islam menjadi bagian dari pembentukan masyarakat yang sejahtera.

    Dengan asas Islam, PPP ingin membuktikan bahwa Islam jauh dari radikalisme, jauh dari tindak kekerasan, dan Islam tidak identik dengan terorisme. Hal itu sebenarnya sudah dibuktikan oleh organisasi massa Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Syarikat Islam (SI), juga ormas lain yang tidak setuju dengan cara-cara radikal.

    Untuk itulah, PPP menantang kader-kader PPP untuk membuktikan PPP mampu menampilkan Islam yang memberi rahmat bagi semua. PPP harus dapat hidup berdampingan, berjuang bersama, dan meningkatkan harkat hidup secara bersama-sama dengan masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan.

    Menurut Suryadharma, radikalisme itu ada di mana-mana, termasuk dalam organisasi. Radikalisme juga ada pada ideologi demokrasi yang tidak terkontrol. Suryadharma mengingatkan, kader PPP tidak boleh lagi hanya antre pada loket politik. Untuk menunjukkan PPP sebagai parpol yang mampu memberikan rahmat, kader PPP harus bekerja di semua aspek kehidupan, terutama menumbuhkan kehidupan yang lebih baik.

    ”Kader PPP tidak boleh hanya antre di loket politik saja, yang dibuka sekali dalam lima tahun. Loket politik itu hanya memberi kesempatan kader memasuki lembaga legislatif melalui pemilu,” ujar Suryadharma, yang juga Menteri Agama.

    Oleh karena itu, kader PPP harus mulai bekerja di loket-loket yang lain menyangkut aspek ekonomi, usaha pertanian, perikanan, serta usaha kecil dan menengah. (WHO)

     

  • PPP Yakin Hasyim Muzadi Berubah Pikiran

    JAKARTA–MICOM: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menghormati sikap mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi yang menolak untuk masuk ke PPP.

    Namun, seiring dukungan dari cabang dan intensitas pertemuan yang akan dilakukan oleh pimpinan PPP dengan Hasyim, yang bersangkutan pasti akan mengubah pikirannya. Itu diungkapkan Romi, begitu panggilannya, saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Senin (21/2).

    “Tentu kami menghormati sikap politik beliau. Atas dukungan cabang-cabang untuk meminta Pak Hasyim ikut masuk total ke PPP serta akan disusunnya agenda pertemuan antara pimpinan PPP dengan beliau, insya Allah akan berubah pikiran,” ujar Romi.

    Ia mengatakan, Hasyim mengatakan tidak bersedia, karena disebabkan belum banyak berinteraksi dengan PPP. Sebenarnya yang diharapkan dengan masuknya Hasyim ke PPP akan memberikan warna tersendiri di tubuh PPP.

    Bahkan, itu akan membawa kesan Islam moderat ke PPP. Ini menjadi nilai tambah bagi PPP dalam menghadapi Pemilu 2014.

    “Semua partai welcome tentu menyambut baik jika Pak Hasyim hadir dalam tubuh mereka, termasuk PPP. Pak Hasyim tentu akan memperkuat warna Islam PPP yang moderat dan mengedepankan dialog. Ini warna tersendiri. Tentu posiitif,” tegasnya. (OL-5)

    Source: media indonesia

    Posted with WordPress for BlackBerry.