siwah.com

Tag: promotion

  • PPP Tidak Ingin Mengulangi Kesalahan 2009

    VIVAnews – Jelang Pemilu 2014 sejumlah partai politik sudah berlomba-lomba merebut massa akar rumput. Para petinggi partai sudah rajin ke daerah bertemu massa. Banyak pula partai yang mematok jumlah perolehan yang besar.

    Partai Persatuan Pembangunan  mengaku  belum memasang  target perolehan suara kepada kadernya.  Sebab masih fokus pada pembangunan rasa percaya diri dan kekompakan para kader.

    “Kami adalah partai besar yang masih eksis dan tahan banting. Sekaligus memiliki keterbatasan dan kekurangan,” kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di sela pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah Jawa Timur, di Surabaya, 19 Juni 2011.

    Suryadharma berharap kader PPP mempunyai kesamaan hati sebelum melakukan perbaikan konsep. Menurutnya, biarpun memiliki konsep setinggi langit, kalau diantara kader tidak sehati dan tercerai-berai, tidak akan berguna bagi kelanjutan partai.

    Selanjutnya, Suryadharma pun mengungkap alasan PPP masih belum menetapkan target perolehan suara di pemilu mendatang.

    “Kami tidak ingin mengulangi kesalahan, dengan menetapkan target secara sepihak (top-down) sebesar 15 persen. DPP masih menunggu kajian soal potensi dan kelemahan wilayah masing-masing. Setelah ada hasilnya, mereka yang di wilayah yang akan menetapkan target sendiri. Kemudian ditetapkan secara nasional,” tegasnya.

    Source : vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Pendukung Mulyani Berpartai

    Jakarta, Kompas – Para pendukung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi mendirikan Partai Serikat Rakyat Independen. Partai politik baru tersebut sudah mempersiapkan kepengurusan di 33 provinsi dan berniat mendaftar untuk verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM.

    Perihal pendirian Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) itu dibenarkan Damianus Taufan, aktivis Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan yang ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai SRI, Jumat (17/6). Menurut dia, SRI didirikan para tokoh dan aktivis yang sebelumnya tak terjun dalam politik praktis.

    ”Partai SRI dibentuk oleh para aktivis Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan, yang selama ini mendukung Ibu Sri Mulyani,” katanya.

    Kondisi bangsa yang semakin tidak menentu menjadi alasan para aktivis membentuk Partai SRI. Mereka prihatin dengan korupsi yang masih merajalela, etika masyarakat yang melemah, dan permasalahan bangsa lain yang membuat masyarakat semakin terabaikan.

    Selain itu, para aktivis itu juga membentuk partai karena menyadari bahwa perjuangan untuk menciptakan negara yang bersih dan berkeadilan tak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kendaraan organisasi kemasyarakatan. Dengan membentuk partai politik, Damianus melanjutkan, implikasi perjuangan akan lebih nyata dan langsung dirasakan masyarakat.

    ”Kami berpikir, ide-ide Sri Mulyani akan adanya pemerintahan yang bersih tidak bisa diperjuangkan dengan menggunakan ormas sebagai kendaraan,” tuturnya.

    Sejumlah aktivis sudah bergabung dengan Partai SRI. Mereka tengah mempersiapkan infrastruktur partai politik, terutama kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan.

    Menurut Damianus, Partai SRI sudah memiliki perwakilan di 33 provinsi sesuai dengan persyaratan badan hukum partai yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Rencananya, Partai SRI akan didaftarkan untuk verifikasi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sebelum masa pendaftaran berakhir pada Agustus mendatang.

    Belum mendaftar

    Sementara itu, sejumlah partai politik di parlemen belum mendaftar untuk verifikasi ke Kementerian Hukum dan HAM. Salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang memperoleh suara terbanyak keempat pada Pemilu 2009.

    Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta mengatakan, partainya tengah mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan dalam verifikasi. Salah satunya, mendaftar kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan.

    ”Untuk DPW (dewan pengurus wilayah), semuanya dari 33 provinsi sudah didaftar. Pendataan pengurus daerah di kabupaten/kota dan pengurus tingkat kecamatan masih dalam proses penyelesaian,” katanya.

    Seluruh persyaratan diharapkan segera terpenuhi karena PKS merencanakan untuk mendaftar ke Kementerian Hukum dan HAM pada akhir Juli.

    PKS optimistis dapat lolos verifikasi menjadi badan hukum, karena seluruh persyaratan dipastikan terpenuhi. Ini terutama syarat kepengurusan di 33 provinsi, 75 persen pengurus kabupaten/kota di tiap provinsi, dan 50 persen kecamatan di tiap kabupaten/kota.

    Sampai saat ini partai-partai yang sudah mendaftar pun umumnya baru menyampaikan sebagian kecil dari syarat yang ditentukan, yakni kepengurusan di 100 persen provinsi, kepengurusan di 75 persen kabupaten/kota, dan kepengurusan di 50 persen kecamatan di Indonesia.

    Kemarin Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Ashyari Sihabuddin menyebutkan, baru 14 partai yang mendaftar. Beberapa partai baru yang sudah mendaftar antara lain Partai Nasdem, Partai Nasional Republik, Partai Persatuan Nasional, Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia, dan Partai Republik Satu. Adapun partai politik pernah mengikuti pemilu yang sudah mendaftar antara lain PDI-P, Partai Damai Sejahtera, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Buruh, Partai Pemersatu Bangsa, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

    Menurut Ashyari, partai politik dapat memasukkan syarat verifikasi secara mencicil sampai 22 Agustus. Verifikasi dimulai pada 23 Agustus. (nta/ina)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • “Social Media” Memudahkan Riset Produk

    twitter logo

    JAKARTA, KOMPAS.com — Social media rupanya tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan. Namun, bagi produsen sendiri, social media bisa dimanfaatkan untuk melakukan riset produknya untuk menciptakan sebuah produk yang lebih baik. “Kami tidak perlu lakukan research lagi sekarang. Melalui social media, kami tahu respons konsumen beberapa saat saja setelah produk kami diluncurkan,” ucap Chief Marketing Officer Nexian Andy Jobs, Kamis (16/12/2010), dalam The Markplus Conference 2011, di Pacific Place, Jakarta.

    Ia membandingkan ketika belum ada social media, sebuah perusahaan untuk mengevaluasi produknya harus melakukan sebuah riset dengan biaya yang cukup mahal. Hasilnya pun tidak bisa langsung diketahui, dua atau tiga bulan kemudian baru diketahui kelebihan atau kekurangan fitur di dalam produk.

    Dengan adanya social media, ujar Andy, membantu perusahaan untuk memangkas biaya riset serta evaluasi produk dapat diketahui dengan cepat. “Evaluasi produk bisa diketahui dari komentar-komentar netizen, di mana kurangnya produk kami. Jadi menggantikan fungsi riset sebelumnya,” ungkap Andy.

    Dengan adanya social media ini, Andy mengaku menjadi lebih mudah melakukan penetrasi pasar. “Soalnya selama ini, rupanya netizen sendirilah yang mengembangkan pasarnya di dalam komunitasnya. Mereka yang berbicara tentang produk,” ungkap Andy.

    Oleh karena itulah, Nexian selalu memberikan budget lebih untuk aspek pengelolaan netizen. Namun, strategi komunikasi dengan netizen memang tidak boleh hanya dijalin di dunia maya karena pada dasarnya netizen merupakan citizen (masyarakat). Maka, strategi komunikasi melalui kampanye “Above The Line” pun masih perlu dilakukan untuk melengkapi strategi komunikasi ke netizen.

    Social media, ungkap Andy, juga menjadi barang dagangan yang laris manis untuk dimasukkan dalam fitur ponsel. Namun, strategi ini sudah banyak diterapkan oleh banyak produsen sehingga social media menjadi barang yang generik. “Semua social media yang bisa jadi added value sekarang bahkan sudah jadi bahan generik, walaupun HP dengan harga ratusan pasti bisa Twitter-an atau Facebook,” tutur Andy.

    Maka dari itu, Andy menyarankan bahwa produsen perlu melakukan sebuah inovasi pelayanan dengan menambahkan added value lain yang menarik konsumen. “Contohnya, kami membuat Nexian Messenger yang saat ini sudah ada 2 juta database profile, music databes profile berbasis DRM (digital rights management), dan lain-lain,” pungkas Andy.

    ?Penulis: Sabrina Asril ? ?Editor: Erlangga Djumena

    Source: kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.