siwah.com

Tag: rakernas

  • Hanura Incar 10 Persen Suara

    Jakarta, Kompas – Partai Hati Nurani Rakyat mengincar perolehan 10 persen suara dalam Pemilu 2014. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dalam pembukaan rapat kerja nasional di Jakarta, Selasa (20/12), menegaskan, pihaknya mengincar sekurangnya satu kursi DPR dari setiap daerah pemilihan yang mencapai 77 buah di seluruh Indonesia.

    ”Dari jumlah tersebut, minimal kami merebut 10 persen suara dari total pemilih. Pada Pemilu 2009, Partai Hanura yang belum siap betul sudah meraih 3,7 persen suara. Kemungkinan perolehan suara paling pesimistis dalam Pemilu 2014 adalah 7,4 persen suara. Partai Hanura selama tiga tahun ini membuktikan kesetiaan kepada amanat masyarakat dan memerangi korupsi yang merajalela,” kata Wiranto.

    Untuk mencapai hasil tersebut, Partai Hanura mengejar keanggotaan 29 juta orang yang memiliki kartu tanda anggota. Besar angka itu tidak sekadar mengejar kebutuhan administratif, tetapi juga harus dibuktikan dalam dukungan politik secara nyata terhadap Partai Hanura.

    Upaya mengurangi daerah pemilihan dan pemaksaan menerapkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di atas lima persen, ujar Wiranto, merupakan upaya penggembosan partai politik yang ada saat ini.

    Wiranto menambahkan, Partai Hanura mendesak para pejabat di pusat, gubernur, wali kota dan bupati untuk menanggalkan rangkap jabatan sebagai pemimpin eksekutif dan keanggotaan partai. Itu penting untuk mewujudkan keadilan dan pemerintahan yang bebas korupsi.

    Juru Bicara Partai Hanura Suhandoyo secara terpisah menjelaskan, untuk menjaga pemilu yang bersih pada tahun 2014, pihaknya mendesak agar unsur partai politik ada di dalam Komisi Pemilihan Umum, seperti dalam Pemilu 2009 yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Ketua Partai Hanura Yuddy Chrisnandi di Jakarta, kemarin, mengatakan, tokoh muda, sehebat apa pun dia, sulit meraih mimpi menjadi calon presiden apabila ia bukan ketua umum partai politik. Selama ketua umum berkehendak menjadi calon presiden, pintu untuk muncul dan diperhitungkan bagi kader lain praktis menyempit atau bahkan tertutup.

    Pernyataan tersebut disampaikan Yuddy menanggapi pernyataan mantan Ketua MPR Amien Rais bahwa tokoh-tokoh tua yang berusia di atas 60 tahun akan sulit dimunculkan menjadi calon presiden pada Pemilu 2014.(ong/dik)

    Source : Kompas.com

  • Partai Relatif Bersih, tetapi Tidak Populer

    Jakarta, Kompas – Partai Hati Nurani Rakyat mengklaim diri sebagai partai bersih dan bebas skandal, tetapi tidak populer di masyarakat. Fungsionaris Partai Hanura, Akbar Faisal, yang ditemui di Markas Partai Hanura di Menteng, Jakarta, Kamis (15/12), mengatakan, Partai Hanura tidak pernah berkhianat dalam menangani sejumlah masalah besar, seperti kasus Bank Century, mafia hukum dan pajak, serta sejumlah persoalan besar yang tidak kunjung tuntas.

    ”Ada partai yang dikenal bermasalah, tetapi entah mengapa tetap dipilih. Kami juga bukan partai kaya, melainkan konsisten dalam perjuangan. Hanura bukan partai bermasalah. Namun, entah mengapa dalam survei-survei tidak muncul sebagai partai yang dikenal luas,” kata Akbar, anggota Komisi II DPR RI.

    Menurut Akbar, Partai Hanura dan sejumlah partai menengah lain kurang mampu berkomunikasi politik dalam menjual program partai. Untuk meraih dukungan rakyat, Partai Hanura akan merumuskan sejumlah kebijakan dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang berlangsung pada 20-21 Desember di Jakarta.

    Akbar menekankan, Partai Hanura tidak melakukan politik transaksional. Pihaknya akan terus mendorong dituntaskannya kasus besar lain yang hingga kini tidak kunjung diselesaikan, seperti rekening gendut pejabat, Muhammad Nazaruddin, kejahatan pemilu, aksi bakar diri Sondang Hutagalung, dan bangkrutnya keuangan daerah.

    Ketua Organisasi Rakernas Partai Hanura Djaffar Badjeber menambahkan, pihaknya akan menjabarkan program umum partai dalam pertemuan dua hari di Jakarta itu.

    ”Diperkirakan 300-an orang hadir dari seluruh Indonesia. Anggota DPR dari Hanura di tingkat kabupaten-kota, provinsi, dan DPR mencapai 1.000-an orang. Hanura populer di tingkat daerah. Entah mengapa perolehan suara yang didapat di daerah tidak seimbang dengan jumlah anggota Hanura di DPR,” kata Badjeber.

    Ketua Pengendali Rakernas Muchtosin Arif menegaskan, sesuai tema ”Hanura Tidak Pernah Khianat” akan ditegaskan code of conduct Hanura. ”Para kader yang tidak siap tentu akan ketakutan. Kami tidak main-main membersihkan partai. Kami akan memperkuat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) dalam menyongsong Pemilu 2014,” kata Arif. (Ong)

    Source : Kompas.com

  • Anas Akui Fraksi Demokrat Lemah

    anas urbaningrum

    JAKARTA–MICOM: Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengingatkan Fraksi Partai Demokrat DPR. Kinerja fraksi dari partai pemenang Pemilu 2009 itu dinilai masih lemah.

    Ikhwal kelemahan tersebut menjadi salah satu catatan yang disampaikan Anas dalam Rapat Kerja (Raker) Fraksi Partai Demokrat di Jakarta, Jumat (26/11).

    Ia menyatakan, Fraksi Partai Demokrat masih lemah untuk mengartikulasikan aspirasi publik yang disampaikan melalui partai. “Raker kali ini menjadi salaha satu momentum untuk mengevaluasi kinerja fraksi. Evaluasi merupakan kebutuhan partai,” ujarnya.

    Salah satu kegagalan Fraksi Partai Demokrat yang perlu dievaluasi, kata Anas, adalah penyusunan draf revisi UU No 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. Fraksi Partai Demokrat di Komisi II DPR terpaksa menerima keinginan partai politik lain tentang syarat menajdi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan (DK) KPU.

    Ia mengingatkan, kegagalan itu tak perlu terjadi karena pada Pemilu Legislatif 2009, Partai Demokrat telah meraup suara terbesar, yakni 20,85%. Melalui konversi penghitungan suara, kemenangan itu menghasilkan 27% kursi di DPR.

    Kemenangan itu jauh lebih besar dibanding Pemilu Legislatif 2004, di mana Partai Demokrat hanya meraih 10% kursi DPR. Harusnya, Fraksi Partai Demokrat mampu bertindak lebih maksimal di periode 2009-2014.

    “Saya puas, tapi Fraksi Partai Demokrat perlu memaksimalkan dan mengefisienkan perannya di DPR. DPR merupakan etalase politik,” tuturnya. (AO/OL-8)

    Source: mediaindonesia.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.