siwah.com

Tag: stratak pilkada golkar

  • Kalla Akui Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada Golkar Menurun

    Jakarta, Kompas – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla mengakui, tingkat kepercayaan publik terhadap partainya sekarang ini berada di bawah PDI-P.

    Jusuf Kalla yang juga Wapres mengatakan hal itu seusai shalat Jumat (11/7) di Istana Wapres, Jakarta. Menurut dia, hal itu disebabkan Partai Golkar selalu dinilai dengan kinerja pemerintahan sekarang ini.
    (more…)

  • PARTAI GOLKAR: Kekalahan Pilkada Bukan Kekalahan Parpol

    Jakarta, Kompas – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat atau DPP Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyatakan, kekalahan partai-partai politik besar, termasuk Partai Golkar, dalam sejumlah pilkada provinsi bukan mencerminkan kekalahan parpol, melainkan kekalahan calon yang tak populer.

    Pernyataan itu disampaikan Kalla, Selasa (8/7), seusai membuka seminar pilkada bertema ”Membangun Masyarakat Sadar Konstitusi”, yang digelar Bidang Hukum, HAM, dan Otonomi Daerah DPP Partai Golkar. Turut hadir dalam seminar itu Gubernur Lemhannas Muladi dan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta.
    (more…)

  • Kalah di Sejumlah Pilkada, Kader Golkar Kurang Militan

    Jakarta – Partai Golkar dinilai kurang militan. Hal ini salah satu sebab partai tersebut berturut-turut mengalami kekalahan di sejumlah pilkada.

    Hal itu diungkapkan Manager Eksekutif Lingkaran Survey Indonesia (LSI), Denny. J.A di Jakarta sebelum bertolak ke Bali, Rabu (9/7/2008).
    (more…)

  • Kalah Pilkada Golkar, Salahkan Akbar Tandjung

    Jakarta – Lagi-lagi calon yang diusung Partai Golkar di pilkada keok. Partai berlambang pohon beringin itu pun menyalahkan Akbar Tandjung.

    “Saya jujur menyampaikan ada faktor-faktor. Faktor itu kebijakan masa lalu di mana kita memasang ketua Golkar yang harus naik, sekarang nggak boleh lagi kayak gitu,” kata Ketua DPP Golkar Syamsul Muarif.
    (more…)

  • Kalah di Sejumlah Pilkada Akbar: Pengurus Golkar Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan

    Jakarta – Partai Golkar menuding pengurus lama sebagai biang kerok kekalahan di sejumlah pilkada. Namun tudingan itu dinilai salah alamat.

    Hal itu disampaikan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (9/7/2008).
    (more…)

  • Golkar Ubah Pola Pencalonan

    JAKARTA, RABU- Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Syamsul Mu’arif menyatakan, Partai Golkar akan mengevaluasi sistem dan pola lama pencalonan pimpinan daerah dalam setiap pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) yang diselenggarakan di provinsi maupun kabupaten dan kota.
    (more…)

  • Mengurai Kemelut Pilkada Malut

    Pengumuman pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri, Senin, 2 Juni 2008, tentang pemenang pilkada di Provinsi Maluku Utara dapat meredakan kemelut di daerah tersebut jika dilakukan dengan lebih tegas dan jelas.
    (more…)

  • Golkar Akui Kecewa: F-PG dan F-PAN “Ancam” Boikot

    Jakarta, Kompas – Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menyatakan sedih dan kecewa berat setelah calon gubernur-wakil gubernur yang diusung partai itu, Abdul Gafur-Abdul Rahim Fabanyo, dinyatakan kalah dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada di Maluku Utara. Pemerintah memenangkan pasangan Thaib Armain-Abduh Gani yang diusung Partai Demokrat.

    (more…)

  • Golkar Ubah Strategi: Perlu Pengawasan Pendaftaran Pemilih di Sumsel

    Palembang, Kompas – Kekalahan Partai Golkar dalam beberapa pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Sumatera Utara menyebabkan partai berlambang beringin itu mengubah strateginya di Sumsel. Terpuruknya Partai Golkar disebabkan kurangnya mobilisasi pemilih pada saat pencoblosan.

    Demikian diutarakan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Andi Matalatta dalam deklarasi bersama Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusung Alex Noerdin-Eddy Yusuf sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, Rabu (23/4) di Hotel Aston, Palembang.

    Andi mencontohkan kekalahan dalam Pilkada Jawa Barat. Menurut dia, partisipasi masyarakat dalam pilkada di Jawa Barat sangat rendah, tercatat sekitar 40 persen pemilih adalah golput.

    Namun, dia yakin di Sumsel bakal menang karena pilihan masyarakat berdasarkan keyakinan terhadap para calon. ”Kami optimistis mendapat tempat di masyarakat Sumsel,” ujar Andi.

    (more…)