siwah.com

Tag: tangsel

  • Pilkada Ulang Tangsel Digelar Febuari 2011

    VIVAnews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan memastikan akan menggelar pemungutan suara ulang pada Februari 2011. Hal ini terkait hasil rapat internal yang dilakukan anggota KPU Tangerang Selatan.

    “Pemilukada Tangerang Selatan akan dilangsungkan pada pertengahan Februari 2011” ujar anggota KPUD Tangsel, Sam’ani kepada VIVAnews.com, Selasa, 14 Desember 2010.

    Menurut Sam’ani, penentuan waktu itu ditetapkan untuk mentaati putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pemungutan suara harus sudah diselenggarakan dalam waktu 90 hari usai diputuskan.

    Sebelumnya, dalam sidang putusan perkara Pemilukada Tangsel 10 Desember lalu, hakim Mahkamah Konstitusi memberikan waktu 90 hari bagi KPUD Tangsel untuk menggelar pemungutan suara ulang.

    Pemungutan suara ulang dilakukan, karena ditemukan sejumlah kecurangan yang bersifat menyeluruh dalam proses Pemilukada lalu sehingga harus dilakukan pemungutan suara ulang.

    Mengenai anggaran yang dibutuhkan, KPUD masih belum dapat memutuskan apakah dana Rp10 miliar mencukupi untuk penyelenggaraan pemungutan suara ulang.

    “Masalah anggaran biaya, masih dalam pembahasan. Kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terlebih dahulu” ujar Sam’ani.

    Selain itu, KPUD Tangsel saat ini masih melakukan pembahasan terkait tahapan-tahapan pemungutan suara yang akan disosialisaskan. (adi)

    Source: vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • KPUD, Panwas, dan Pemkot Bertanggung Jawab atas Kecurangan Pemilu Kada Tangsel

    JAKARTA–MICOM: Usai MK menetapkan agar Pemilu Kepala Daerah (Kada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diulang, KPU Daerah, Panitia Pengawas, dan Pemerintah Kota Tangsel dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kecurangan yang mengakibatkan diulangnya pemilu kada tersebut. Sementara, rakyat akan direpotkan lagi dengan ritual lima tahunan tersebut.

    “Ada dua pihak yang paling bertanggung jawab atas diulangnya pemilu kada tersebut, KPUD dan Panwas. Keduanya bertanggung jawab atas kecurangan yang ditetapkan oleh MK,” kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi, kepada Media Indonesia, Ahad (12/12).

    Terkait tanggung jawab dari panwas, Burhan menilai kecurigaannya terbukti ketika sidang di MK memperlihatkan bahwa panwas hanya memberikan kecurangan yang dilakukan oleh calon lain. “Sedangkan, calon yang menang (Airin) tidak diperlihatkan. Ini sangat sistematis. Mereka hanya mendokumentasikan calon lain, mereka tidak netral,” jelasnya.

    Burhan mengaku kecewa dengan hal yang sudah dilakukan oleh Panwas, alasannya panwas selalu merilis dan bersikukuh tidak ada pelanggaran. “Padahal, MK yang stempel (menetapkan) harus diulang karena ada pelanggarannya, terus terang kami kecewa,” sebutnya.

    Tak hanya KPUD dan Panwas, Burhan juga menilai Pemkot Tangsel juga bertanggung jawab atas pengulangan Pilkada tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot tidak netral dan mendukung calo yang menang.

    “Pemkot juga yang menurut MK mendukung salah satu calon dan memenangkannya, jelas sekali aparat birokrasi tidak netral. Ini murni karena tidak profesionalnya KPUD dan panwas, serta karena pemkot yang tidak netral, sekarang rakyat yang harus bayar konsekuensinya karena harus diulang,” pungkasnya. (*/OL-10)

    Source: mediaindonesia.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Pilkada Tangerang Selatan Diulang

    calon walikota tangsel

    Tempo Interaktif; Jakarta: Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan calon pasangan Wali Kota Tangerang Selatan Arsid dan Andreas Taulany hari ini. Dalam amar putusan yang dilansir dalam situs Mahkamah Konstitusi menyatakan pemilihan kepala daerah Tangerang Selatan harus diulang.

    “Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan untuk melakukan pemungutan suara ulang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan di seluruh TPS se-Kota Tangerang Selatan.”

    Mahkamah menilai terjadi pelanggaran pemilihan Kepala Daerah Tangerang Selatan yang digelar 13 November lalu. Namun menurut Mahkamah pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang Selatan dan pasangan Arsid-Andreas Taulany tidak mempengaruhi perolehan suara.

    Sedangkan pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie terbukti melakukan pelanggaran yang bersifat sistematis dan terstruktur. “Pelanggaran melibatkan struktur kekuasaan mulai Pejabat dari tingkat Kota, Camat, Lurah dan Ketua RT/RW.”Dalam pelanggaran itu menggunakan uang atau barang yang dibagikan kepada aparat disertai tekanan terhadap pegawai.

    Selain itu, Mahkamah juga membatalkan keputusan KPU Kota Tangerang Selatan tentang Penetapan dan Pengesahan Hasil Perolehan Suara pada 17 November lalu yang memenangkan pasangan Airin Racmi Diany dan Benyamin Davnie.

    Tetapi, Mahkamah menolak permohonan pasangan Arsid-Andreas Taulany untuk mendiskualifikasi Airin-Benyamin. “Mahakamah yakin pemungutan suara ulang bisa diperbaiki dengan pengawasan ketat Panwaslu Kota Tangerang Selatan dengan supervisi Bawaslu dan KPU Provinsi Banten.” SITA

    Source: tempointeraktif.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PILKADA TANGSEL: Sanksi bagi Lurah dan Camat yang Intimidasi

    Tangerang Selatan, Kompas – Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan Eutik Suarta meminta lurah dan camat tidak mengintimidasi dan memberhentikan stafnya yang bersaksi di Mahkamah Konstitusi terkait gugatan Pemilu Kepala Daerah Tangerang Selatan, Banten.

    ”Kami tak akan segan-segan memberikan sanksi kepada lurah dan camat yang sewenang-wenang mengintimidasi dan memecat staf kelurahannya,” kata Eutik kepada Kompas, Rabu (8/12).
    (more…)

  • Arsyid-Andre Ajukan Gugatan

    Tangerang Selatan, Kompas – Pasangan calon wali kota-wakil wali kota Tangerang Selatan, Arsyid-Andre Taulani, melalui tim sukses pemenangannya secara resmi melayangkan berkas gugatan atas hasil pemilu kepala daerah kepada Mahkamah Konstitusi, Jumat (19/11).

    Gugatan dilengkapi bukti kecurangan yang diduga dilakukan tim sukses sehingga kemenangan diraih pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam pemilu kepala daerah.

    ”Kami sudah melaporkan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan menyertakan sejumlah bukti kecurangan yang diduga dilakukan tim sukses pasangan nomor 4 (Airin-Benyamin),” ujar juru bicara tim sukses pemenangan Arsyid-Adre, Suryadi Niam, Jumat.

    Tim yang didampingi 15 pengacara itu hari Jumat siang mendatangi MK. Mereka membawa sejumlah berkas berupa barang bukti penyimpangan yang dilakukan tim sukses pemenangan Pilkada Kota Tangerang Selatan, Airin-Benyamin.

    Selain bukti dokumen, lanjut Suryadi, pihaknya juga menyerahkan bukti berupa rekaman video dan foto yang berisi praktik kecurangan tersebut.

    Muhammad Jembar, salah seorang tim sukses pemenangan Arsyid-Andre, mengatakan, pihaknya juga mendapat bukti kecurangan keterlibatan camat dan lurah di salah satu kecamatan dalam menyebarkan ratusan undangan pemilih siluman kepada warga. Manipulasi suara termasuk masalah C-6 yang fiktif.

    Tim sukses pemenangan Airin-Benyamin menyatakan, mereka siap meladeni gugatan yang dilayangkan tim sukses Arsyid-Andre tersebut.

    ”Tentunya kami menghormati hak konstitusi pihak lain. Silakan saja gugat ke MK,” ujar Ahmad Jajuli dari tim sukses Airin-Benyamin.

    Keterlibatan provinsi

    Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya memperoleh bukti keterlibatan Pemerintah Provinsi Banten dalam kampanye terselubung. Dari temuannya, LSI memperoleh data adanya penggunaan APBD Kota Tangerang Selatan 2010 untuk membantu mempromosikan diri calon wali kota nomor 4 di hadapan massa.

    Misalnya, hadirnya calon tersebut saat memberikan bantuan ke posyandu, memberikan sumbangan pengajian kepada ibu PKK, dan ikut berpidato saat peresmian proyek pemerintah setempat jauh sebelum masa kampanye.

    Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Airin-Benyamin sebagai pemenang Pilkada Kota Tangerang Selatan. Pasangan ini memperoleh 188.833 suara atau menang tipis dari lawan ketatnya, pasangan Arsyid-Andre, yang mendapatkan 187.778 suara. Pasangan lainnya, Yayat- Norodom, memperoleh 22.640 suara dan Rodiyah-Sulaiman memperoleh 7.518 suara. (PIN)

    Source: kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Eep Saefulloh: Pilkada Tangsel, Surplus Sumber Daya Defisit Strategi

    detikcom – Jakarta, Dua pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Tangerang Selatan, yakni Arsid-Andre Taulany dan Airin-Benyamin bersaing ketat. Bagaimana bisa calon yang didukung oleh gabungan partai-partai besar hanya beda tipis hasilnya dengan partai yang diusung oleh partai-partai gurem?

    Menurut pengamat politik yang juga warga Tangerang Selatan, Eep Saefulloh Fatah, banyak faktor yang menyebabkan pasangan Arsid-Andre Taulany bersaing ketat dengan Airin-Benyamin yang masih punya hubungan saudara dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

    “Airin tidak bisa dilepaskan dari lingkungan politik di sekitarnya. Dia ipar Gubernur Atut, juga saudara ipar dari beberapa pejabat publik yang menang pilkada di Banten,” kata Eep dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (14/11/2010) pagi. Masyarakat di Tangsel, menurut Eep memahami Airin sebagai satu dinasti. Menurutnya wajar jika ada yang menilai dinasti tersebut belum bisa mensejahterakan rakyat dan belum menunjukkan kepemimpinan yang layak.

    Airin, menurut Eep juga tidak bisa membuktikan dia lebih unggul dibandingkan kandidat yang lain. Para kandidat semuanya memiliki kemampuan yang rata-rata. Tidak ada keunggulan komparatif yang menonjol, kecuali ada yang diusung oleh banyak partai dan punya banyak uang.

    “Tangsel memiliki kantong pemilih yang kritis baik dari akademisi, aktivis, ataupun mahasiswa. Banyak pemilih muda yang punya akses terhadap informasi. Mereka tidak gampang diprovokasi,” imbuh suami Sandrina Malakiano ini.
     
    Selanjutnya, menurut Eep, tidak ada strategi yang mengejutkan yang digunakan oleh Airin. Strategi pemenangan yang dia lakukan masih strategi konvensional. Mislanya menaruh sebanyak-banyaknya atribut kampanye seperti baliho dan poster. “Ini strategi yang konvesional,” ujarnya.

    Harusnya strategi yang lebih modern seperti kampanye door to door dilakukan oleh Airin yang notabene didukung oleh partai-partai besar dan di atas kertas harusnya memenangkan lebih dari 80 persen suara. “ini adalah surplus sumberdaya, tapi devisit strategi politik,” Eep mengibaratkan.

    Dia menambahkan, kecenderungan pemilih di Tangsel saat ini mencari calon alternatif. Sehingga mereka cenderung memilih calon lain selain calon yang didukung oleh dinasti Ratu Atut Khosiyah.

    “Faktor Andre Taulany juga menjadi magnet. Meskipun Andre Taulany selama ini tidak berperan banyak, apalagi dia sangat tidak aktif, tidak ngoyo dan nothing to loose,” imbuhnya.

    Sebagai warga Tangsel, Eep mengaku tidak ikut nyontreng. Karena menurutnya dari semua kandidat tidak ada pasangan calon yang layak untuk dipilih.

    “Kebetulan saya tinggal di Tangsel. Sekalipun punya hak suara, kemarin saya tidak gunakan, karena saya merasa tidak ada kandidat yang layak untuk didukung,” ujarnya.

    Seperti diketahui, Airin-Benyamin didukung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI dan PKPI. Sementara Arsid-Andre Taulany cuma didukung oleh PPP, PBB, Hanura, dan Gerindra.

    Source: detik.com 14 November 2010

  • Inilah Hasil Perhitungan Suara Tangsel

    Suasana di TPS 30

    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com –  Dari hasil rekapitulasi pemungutan suara pada Pemilukada Kota Tangerang Selatan, pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie unggul 1.115 suara dari lawan terberatnya pasangan Arsyid-Andre Taulany, Rabu (17/11). Inilah hasil perhitungan suara yang telah dilakukan pada Sabtu (13/11) lalu.

    Kecamatan Serpong Utara
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 1.713
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 553
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 16.781
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 18.056

    Kecamatan Serpong
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 2.234
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 856
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 24.288
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 18.541

    Kecamatan Pondok Aren
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 3.481
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 1.770
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 40.647
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 42.086

    Kecamatan Ciputat
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 6.484
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 1.158
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 25.387
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 32.041

    Kecamatan Ciputat Timur
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 2.633
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 1.120
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 22.503
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 26.352

    Kecamatan Pamulang
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 4.671
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 1.663
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 46.553
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 40.679

    Kecamatan Setu
    Pasangan Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno (1) mendapat suara 424
    Pasangan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin (2) mendapat suara 338
    Pasangan Arsid-Andre Taulany (3) mendapat suara 11.619
    Pasangan Airin-Benyamin (4) mendapat 11.136

    Total suara Yayat-Norodom = 22.640
    Rodhiyah-Sulaiman = 7.518
    Arsid-Andre = 187.778
    Airin-Benyamin = 188.893.

    Antara nomor 3 dan 4 selisih 1.115 suara.

    ?Penulis: KOMPAS Pingkan E Dundu ? ?Editor: R Adhi KSP

    Source: kompas.com ?

  • Pasangan Airin-Benyamin Menang Tipis

    Airin menang pemilukada tangsel

    TANGERANG–MICOM: Pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (17/11).

    Hasil itu diumumkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel Imam Perwira Bachsan di Sahida Inn Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Pasangan calon wali kota-wakil wali kota Airin-Benyamin mengumpulkan 188.893 suara, unggul tipis atas pasangan nomor urut tiga Arsid dan Andre Taulany yang mendapatkan 187.778 suara.

    Kedua pasangan bersaing secara ketat. Kedua pasangan itu jauh meninggalkan pasangan calon walikota dan wakil wali kota Tangsel nomor urut satu Yayat Sudrajat dan Norodom Sukarno dengan 22.640 suara, dan nomor urut dua Rodhiyah Najibhah dan Sulaiman Yasin dengan 7.518 suara.

    Total suara sah 406.829 suara. Sedangkan total suara tidak sah 10.919 suara. Jadi, total suara 417.748 suara.

    Airin mengatakan bahwa kemenangannya adalah kemenangan masyarakat Tangsel, “Kemenangan kami adalah kemenangan masyarakat Tangsel. Kita harus bersyukur karena keamanan dan kedamaian adalah hal yang paling penting untuk masyarakat Tangsel.” jelasnya. (*/OL-2)

    Source: mediaindonesia.com

  • Suara Ketat, Kredibilitas KPU Tangsel Diuji

    INILAH.COM, Jakarta – KPU Tangerang Selatan (Tangsel) harus bekerja keras dan dituntut jeli menyelesaikan tahapan penghitungan suara Pemilukada Tangsel yang baru digelar, Sabtu (13/11/2010).

    Pasalnya, terjadi selisih perolehan suara yang tipis pada hasil Pemilukada Tangerang Selatan (Tangsel) seperti dilansir dari hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survei.

    Pengamat politik yang juga warga Tangsel, Eep Saefullah Fatah mengatakan, kondisi seperti ini akan menjadi ujian bagi KPU Tangsel agar melakukan proses penghitungan secara sehat dan terbuka.

    “Dengan selisih suara yang berimbang, maka kredibilitas KPU Tangsel saatnya diuji,” ujar Eep saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (13/11/2010) malam.

    Terlebih, ada perbedaan dari hasil penghitungan cepat sementara yang dilakukan oleh lembaga survei. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan dan Konsultan Citra Indonesia (KCI), pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, sementara unggul tipis dengan perolehan suara mencapai 46,09 persen. Sedangkan pasangan

    Arsyid-Andre Taulany memperoleh suara 45,83 persen.

    Hasil survey dari LSI dan KCI, tingkat kesalahannya hanya satu persen. Itu berarti perolehan suara berimbang atau too close to call. Karena selisih kemenangan pasangan Airin-Benyamin dengan kubu Arsid dan Andre hanya 0.26 persen.

    “Perkembangan hasil perolehan suara dari dua kubu sangat sengit. Jadi, KPU Tangsel jangan main-main melakukan rekapitulasi. Karena masyarakat pasti mengawasi dan tidak mudah dibodohi,” ujar Eep.

    Sedangkan dari hasil perhitungan kubu Arsid-Andre yang juga melakukan peghitungan cepat lewat formulir C-1 menyatakan, pasangan Arsid-Andre unggul. Pasangan nomor urut tiga ini memperoleh suara sebesar

    47,67 persen. Sedangkan pasangan Airin-Benjamin memperoleh suara sebesar 44,61 persen. Dengan demikian, ada selisih 3,06 persen. [mah]

    Source: inilah.com