siwah.com

Day: December 22, 2011

  • Seorang Anak Bertanya..

    Seorang anak bertanya kpd Tuhannya. “Ya Allah mengapa bundaku sering menangis?

    “Allah menjawab: “karena ibumu seorang WANITA. Aku ciptakan ia sebagai makhluk yg sangat istimewa.

    Aku kuatkan bahunya untuk menjaga putra putrinya. Aku lembutkan hatinya untuk memberikan rasa aman. Aku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia. Aku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah.

    Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra putrinya dalam keadaan apapun. Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti oleh putra putrinya atau oleh suaminya sekalipun. Aku beri dia kekuatan untuk mendorong suaminya belajar dari kesalahan. Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya.

    Bundamu adalah makhluk yang sangat kuat. Jika suatu saat kau melihatnya menangis, itu karena Aku beri dia AIR MATA yg bisa digunakan sewaktu-waktu utk membasuh luka batinnya sekaligus utk memberikan KEKUATAN.

    “SELAMAT HARI IBU 22 Desember..”

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Tata Ulang Negara dan Birokrasi

    Jakarta, Kompas – Indonesia memerlukan pemimpin yang asertif untuk menata ulang negara, birokrasi, dan desentralisasi otonomi. Indonesia harus membuat rencana yang solid pada tahun mendatang, termasuk membenahi perilaku elite.

    ”Kita menyaksikan ketidakbenaran penyelenggara negara. Saya menyangsikan para elite itu memiliki komitmen tinggi. Kita melihat bagaimana ketamakan dan kerakusan dipertontonkan dengan sangat vulgar. Kita prihatin terhadap kelakuan elite yang seperti itu karena tidak mencerminkan nilai-nilai budaya kita,” kata peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro dalam diskusi yang diselenggarakan Rumah Perubahan 2.0 di Jakarta, Selasa (20/12).

    Pembicara lain dalam diskusi yang bertema ”Evaluasi Politik, Ekonomi dan Hukum 2011: Indonesia Negara Gagal?” tersebut antara lain mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasional Demokrat Ferry Mursyidan Baldan, dan pengamat ekonomi Hendri Saparini.

    Siti Zuhro mengatakan, hal-hal buruk yang dilakukan elite di pusat ditransfer kepada elite di daerah. Para elite di daerah pun meniru kepemimpinan di level pusat. ”Ketidakpercayaan di antara kita sudah sangat tinggi dan mengkristal. Yang harus kita lakukan dari perspektif politik adalah penataan ulang, tetapi persepsi elite harus satu,” katanya.

    Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah persoalan, seperti perlindungan hak asasi manusia yang berjalan linear, bahkan menurun; persoalan politik, termasuk kelemahan penanganan Aceh, Papua, dan DI Yogyakarta yang bisa menggerus semangat NKRI; dan perekonomian yang terlihat tumbuh positif, tetapi Indeks Pembangunan Manusia Indonesia merosot. (lok)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.