siwah.com

Day: August 2, 2008

  • Parlok buat parnas tak dapat terapkan strategis nasional

    BANDA ACEH – Keikutsertaan partai lokal (parlok) pada Pemilu 2009 di Aceh, membuat partai nasional tidak dapat sepenuhnya menerapkan strategi pemenangan pemilu nasional yang telah ditancang sebelumnya.

    “Karenanya, khusus untuk Aceh akan dicarikan formula baru yang tepat dan akurat dalam menata sukses Pemilu 2009 bagi PPP,” ucap Ketua Bidang OKK DPP PPP, Imron Pangkapi, kepada Waspada di Banda Aceh, Jumat (1/8).
    (more…)

  • Parlok lebih spesial

    BANDA ACEH – Dicabutnya syarat mampu baca bagi calon anggota legislatif di Aceh membuat partai lokal (parlok) menjadi lebih spesial dibandingkan partai nasional. Dengan demikian, identitas keacehannya semakin terlihat. Pun begitu ada juga yang kontra.

    Pakar hukum Unsyiah, Taqwaddin, SH, ketika diminta tanggapannya mendukung keputusan Mendagri yang menyatakan, Pasal 36 Qanun Nomor 3 tahun 2008 yang mengatur tentang persyaratan dapat membaca al-Quran bagi calon anggota DPRA dan DPRK dari partai politik nasional (Parnas) harus dicabut.
    (more…)

  • KPU tetapkan lima ‘Kursi Hantu’ DPRK Pidie

    SIGLI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat menetapkan lima ‘kurisi hantu’ untuk Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, pada Pemilu 2009. Hal itu sesuai Surat Keputusan (SK) KPU no. 153/SK/KPU/Tahun 2008, kata Staf kampanye PB-Ham Pidie, Said Safuatullah, SH kepada Waspada, Kamis (31/7).

    Menurut dia, sesuai UU no. 10 tahun 2008 pasal 26 ayat E. Kabupaten/Kota yang jumlah penduduknya mencapai 400.000 sampai 500.000 jiwa memperoleh alokasi 40 kursi. Sedangkan Kab. Pidie dengan jumlah penduduk sekira 406.850 jiwa, KPU pusat menetapkan 45 kursi. “Artinya ini bagian dari pemborosan anggaran. Selain itu lima kursi yang diberikan KPU tidak ada keterwakilan dan ini kita sebut ‘kursi hantu’, kritik Said.
    (more…)

  • Kader PAAS jangan takut intimidasi

    KUALASIMPANG – Seluruh pengurus, kader dan simpatisan serta massa Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS) agar mengedepankan politik yang santun, mengedepankan pendekatan kepada masyarakat dengan cara-cara yang baik dan jangan takut terhadap segala macam bentuk intimidasi atau ancaman dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

    Hal itu ditegaskan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nanggroe (DPN) Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS) Tgk. H. Ghazali Abbas Adan saat bersilaturahmi dengan pengurus, kader dan simpatisan PAAS Kab. Aceh Tamiang di Sekretariat DPD PAAS, Selasa (29/7).
    (more…)