siwah.com

Author: fakhrurrazi amir

  • Membangun Tradisi Politik yang Sehat

    Tokoh senior Singapura, Lee Kwan Yew, adalah yang pertama menganjurkan agar masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diperpanjang, setidaknya menjadi tiga periode, agar terjadi kontinuitas atas konsep pembangunan yang diletakkannya.

    Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menjadi figur sentral yang menggulirkan wacana amandemen UUD 1945 untuk memungkinkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali. Alasannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono cukup baik dalam memimpin negara dan masih dicintai rakyat.
    (more…)

  • Info Beasiswa: 8 weeks in United States

    Dibawah ini adalah informasi beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) dalam program immersion dalam kelas-kelas internasional selama 8 minggu di universitas ternama di Amerika Serikat. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan dari universitas manapun di seluruh Indonesia.
    (more…)

  • E-Voting, Harapan Baru Pemilu Murah

    e-vote
    KOMPAS.com – Akhir-akhir ini kita terjebak pada arus media utama sehingga Kompasiana sangat disibukkan dengan segala macam tulisan mengenai markus, Gayus, Susno, Nunung dan yang terakhir pro-kontra mengenai FA. Kenapa kita tidak berprinsip out of the box supaya tulisan kita tidak menjadi kembaran dari koran-koran yang kita beli sehari-hari.

    (more…)

  • Keterbukaan ala PKS

    Pengalaman tiga kali pemilihan umum cukup untuk membuat Partai Keadilan Sejahtera menghitung ulang strategi politiknya. Melalui semboyan ”PKS untuk semua”, partai Islam itu mulai membuka diri kepada semua golongan serta agama.

    Setelah lebih dari satu dasawarsa PKS berkiprah di kancah politik Indonesia, PKS mulai mempertimbangkan untuk melegal-formalkan keanggotaan kalangan non-Muslim. Masalah keanggotaan non-Muslim itu menjadi salah satu usulan yang dibahas dalam Sidang Majelis Syura PKS, Rabu (16/6).
    (more…)

  • Hasil Pilkada, Ukuran Pemilu 2014

    Jakarta, Kompas – Hasil Pilkada 2010-2014 dapat menjadi ukuran kemenangan partai politik pada Pemilu 2014. Karena itu, kekalahan calon-calon kepala daerah Partai Demokrat dalam Pilkada 2010 seharusnya menjadi peringatan bagi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk mencari tokoh dengan keterpilihan tinggi seperti Susilo Bambang Yudhoyono.
    (more…)

  • Menimbang Dukungan untuk Keterbukaan PKS

    Komitmen Partai Keadilan Sejahtera untuk mengubah diri menjadi partai terbuka disambut dengan dukungan cukup berimbang oleh publik, antara yang menerima dan menolak. Respons cukup positif terhadap perubahan ini tidak saja tecermin pada penilaian masyarakat terhadap citra partai, tetapi lebih dari itu, juga tampak dari kesediaan sebagian publik untuk masuk menjadi anggota.
    (more…)

  • Ustadz, Apa yang Kau Cari

    Jakarta – Pilihan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk terus ke tengah perlu dikritisi. Banyak pengamat politik yang menganggap ini sebagai kemajuan, terobosan, dan keputusan cemerlang. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diingat sebagai pertimbangan penting. Salah belok di antara banyak persimpangan justru akan menghabiskan energi untuk merentasi tujuan.
    (more…)

  • Berakhirnya Era Partai Dakwah

    Jakarta – Seiring dengan berlangsungnya Munas ke-2 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kedua di salah satu hotel termahal di Nusantara ini, Hotel Ritz-Carlton Jakarta, berakhir pula era partai yang menjadikan dakwah Islam sebagai basis gerakannya. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi kalangan yang mengharapkan perubahan dimulai dari gerakan yang berbasis moral dan menjadikan agama sebagai ruh dari gerakan itu.
    (more…)

  • Selamat Jalan Wali

    Inalillahi wa Ina ilaihi raji’un. Aceh berduka, Tanoh Endatu menangis. Kabar mengejutkan tercatat pada Kamis, 3 Juni 2010 sekitar pukul 12.12 WIB. Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Dr Tengku Hasan M di Tiro wafat dalam usia menjelang 85 tahun di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh. Pria kelahiran Jumat, 25 September 1925 di Gampong Tanjung Bungong Kecamatan Tiro Kabupaten Pidie mangkat dalam situasi tidak sadar sepenuhnya setelah hampir dua pekan dirawat intensif di rumah sakit pemerintah.
    (more…)

  • Berakhirnya Sebuah Catatan Harian: In Memoriam Hasan Tiro

    “Tumbuh suburkan terus perdamaian Aceh. Andai saya mati besok, perdamaian Aceh harus tetap berlanjut.” (Hasan Tiro, 11 Oktober 2008)

    TEUNGKU HASAN TIRO yang Kamis kemarin tutup usia menjelang 85 tahun adalah sosok yang sangat cinta Aceh, seperti kecintaannya terhadap Indonesia pada awalnya. Ia tadinya nasionalis sejati, mengabdi sepenuh hati untuk republik ini. Bahkan saat berumur 20 pada tahun 1945 ia ikut menggerek Bendera Merah Putih di kampungnya, Tanjong Bungong, Pidie.
    (more…)