siwah.com

Author: fakhrurrazi amir

  • Menghitung Untung dan Rugi FTA ASEAN-China

    KOMPAS.com — Guna memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi, meliputi perdagangan dan investasi, negara anggota ASEAN dan China sepakat membuat perjanjian perdagangan bebas. Ratifikasi terkait kerja sama itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004.
    (more…)

  • Kemewahan yang Menggoda Senayan

    KOMPAS.com – Tidak mudah menjadi wakil rakyat. Baru sebulan duduk di Senayan, godaan sudah datang segunduk. Pendirian yang tak benar-benar kuat, pragmatisme bisa melumat. Kesederhanaan tidak laku, kemewahan malah nomor satu.

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi Gorontalo, Elnino Mohamad Husein Mohi, merasakan itu. Belum sampai sebulan dilantik, aktivis dan bekas wartawan itu mengaku sudah mendapatkan banyak cobaan.
    (more…)

  • Sepak Terjang Kakak Beradik dari Kalimati

    Liputan6.com, Jakarta: Banyak kalangan hingga kini mempertanyakan belum ditahannya Anggodo Widjojo. Padahal, adik tersangka kasus korupsi di Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo itu diduga berperan besar dalam rekayasa untuk menjerat dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Siapa sebenarnya Anggodo Widjoyo?

    Anggodo Widjojo beserta Anggoro Widjojo–kini masih buron, adalah arek Suroboyo asli. Kakak beradik ini berkarier dan menjadi pengusaha sukses di Kota Pahlawan itu. Di kalangan pengusaha Surabaya, nama Anggodo dan Anggoro Widjojo memang tidak terlalu dikenal. Tapi, bila disebutkan nama asli Tionghoa-nya, yakni Ang Tju Nek (Anggodo) dan Ang Tju Hong (Anggoro), hampir semua pengusaha senior mengenal mereka. Bahkan, mereka mengetahui dengan citra tertentu kepada adik kakak itu.
    (more…)

  • “Masyarakat Harus Percaya Dewan”

    Tiba sudah saatnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Periode 2009-2104 memulai tugasnya menjalankan amanah rakyat. Anggota parlemen kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, sebab kali ini didominasi oleh calon dari partai lokal (parlok) terutama Partai Aceh (PA), yang merupakan peralihan dari GAM dan KPA. anggota yang lama hanya berkisar sepuluh persen. PA yang meraup kemenangan tertinggi yakni rerata mencapai 70 persen di Aceh ini tentu punya tanggung jawab yang berat mengemban aspirasi rakyat. Sehubungan dengan itu masyarakat luas dan konstituennya pasti juga sangat berharap besar kepada mereka.
    (more…)

  • Menyoal Peran Politik Perempuan

    Perempuan Aceh sejak dulu terlibat aktif dalam melawan penjajah. Mereka pengambil keputusan dan terlibat aktif merancang kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kini, peran itu semakin kecil. Mengapa demikian?

    WANITA paruh baya itu sibuk di ruang kerjanya di lantai satu, gedung DPR Kabupaten Aceh Utara. Mengenakan gamis biru, kaca mata minus. Tumpukan berkas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten – Perubahan (RAPBK-P) tertata rapi di atas meja kerja. Dia membuka lembar demi lembar. Dialah Ida Suryana. Politisi Partai Demokrat Kabupaten Aceh Utara ini resmi menjadi Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, sejak akhir September lalu. Dia satu-satunya perempuan dalam parlemen kabupaten itu. Sebanyak 44 orang lainnya berjenis kelamin laki-laki. Di Lhokseumawe, juga hanya satu orang perempuan yang terpilih menjadi anggota DPRK, yaitu Hj Marliyah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
    (more…)

  • Ini Dosa Besar Partai Politik

    Pengamat politik nasional yang kini menetap di Aceh, Al Chaidar, menyebutkan bahwa kurangnya komposisi perempuan dalam partai politik merupakan dosa besar partai politik di Aceh. Dia mengatakan, seharusnya partai politik berperan aktif dalam melakukan rekrutmen kader kaum perempuan. Persoalannya adalah, partai politik di daerah sangat sedikit melakukan rekrutmen. Baru sibuk ketika saat-saat pendaftaran nama calon anggota legislatif. Lakon itu dilakukan partai besar dan kecil. Partai nasional dan juga lokal. “Ini dosa besar partai politik. Seharusnya, mereka melakukan rekrutmen politik secara benar. Jangan hanya ketika musim Pemilu. Jadi, kader mereka juga akan sangat loyal jika dilakukan jauh hari sebelum Pemilu,” kata Al Chaidar.
    (more…)

  • Harapan Warga dan Mantan Kombatan

    Potret daerah terisolir terekam jelas di kawasan Nisam Antara. Sejumlah ruas jalan masih sangat buruk dan terjal. Kondisi ini sudah berpuluh kali dilaporkan pada Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid. Buruknya sarana jalan, membuat hasil pertanian di sana sangat murah. Misalnya, harga pinang. Saat ini hanya Rp 1.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 3.000 per kilogram. “Harga pinang di sini selalu murah. Tak akan pernah lebih mahal dari kecamatan lainnya. Karena, jalan yang rusak. Jadi, agen pengumpul selalu beralasan, sangat susah kemari. Harganya diturunkan,” kata Adnan, warga Desa Darussalam, Kecamatan Nisam Antara. Dia masih memiliki hubungan family dengan Bupati Aceh Utara, Ilyas Pase. Sebagai keluarga, Adnan menyebutkan sudah berulangkali menyampaikan pada bupati agar memperbaiki jalan itu.
    (more…)

  • Arah Politik eks-Kombatan

    Kesepakatan damai antara Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah mengubur makna merdeka yang selama ini diperjuangkan para kombatan. Mereka beralih ke jalur politik, meraih makna lain dari kata merdeka dalam arti lepas dari batas-batas teritorial. Kini, mereka menguasi semua perangkat layaknya sebuah ‘negara’. Peta Aceh sedang dibuka, ke mana sesungguhnya arah yang hendak dituju?

    Tidak ada hujan yang tak reda, begitu pula tak ada perang yang tak selesai. Kalimat ini, sering menjadi piasan manis menakar suksesnya perdamaian yang terjadi di Aceh. Orang-orang di kampung bersuka ria, jalanan kembali ramai, malam hari di jalur-jalur perdagangan kembali semarak. Denyut nadi Aceh telah hidup kembali setelah 30 tahun berdegub lemah hingga ke titik kritis.
    (more…)

  • Takut Disadap, Anggodo & Anggota LPSK Janjian Ganti Nomor HP

    Jakarta – Adik buron koruptor KPK Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo, melakukan pembicaraan dengan seorang pria yang diduga anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa. Takut disadap, mereka membuat janji untuk mengganti nomor selular masing-masing.
    (more…)

  • Staf Khusus SBY Masih Muda, Bergelar PhD dan Bukan Partisan

    Jakarta – Setelah lebih dari tiga pekan dimatangkan, barulah jajaran staf khusus Kepresidenan RI diperbaharui. Sebagian besar personelnya nanti adalah intelektual muda baru dan bukan dari kalangan partai politik.

    “Mereka semuanya orang profesional, PhD, masih muda dan bukan partisan,” ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
    (more…)