JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menyatakan, sah-sah saja jika masing-masing kandidat calon presiden-calon wakil presiden, terutama yang pernah maupun sedang menjabat sebagai incumbent, mencoba mengklaim keberhasilan soal apa yang telah dikerjakannya. Hal itu sepanjang mereka memang melakukan atau terlibat dalam proses pembuatan kebijakannya, walau sesedikit apa pun.
(more…)
Author: fakhrurrazi amir
-
Saling Klaim Keberhasilan Bisa Buka Mata Publik
-
Iklan Kampanye Berlagu Mi Instan Dikritik
JAKARTA, KOMPAS.com — Iklan kampanye salah satu pasangan capres yang mengadopsi lagu iklan produk mi instan dinilai mengecilkan kemampuan pelaku industri periklanan. Ketua Perhimpunan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jakarta Irfan Ramli mengatakan, penggunaan lagu itu justru menunjukkan tidak adanya dukungan terhadap industri kreatif.
(more…) -
Politik Survei Giring Opini Pilpres Satu Putaran
Jakarta – Publikasi hasil survei yang menempatkan pasangan SBY-Boediono di atas 60 persen dinilai upaya menggiring opini. Penggiringan opini ini agar pelaksanaan Pilpres 2009 hanya satu putaran dengan dalih efisiensi anggaran.
“Ada upaya untuk menggiring opini publik kalau pilpres harus berlangsung satu putaran dengan alasan efisiensi. Padahal ada capres-cawapres tertentu yang cemas menghadapi kemungkinan pilpres dua putaran,” kata pengamat politik dari UI, Rocky Gerung, kepada detikcom, Jumat (12/6/2009).
(more…) -
Survei Fantastis Persempit Ruang Gerak Capres Lain
JAKARTA, KOMPAS.com – Survei dengan ‘hasil fantastis’ dinilai dapat mempersempit ruang gerak pasangan calon presiden dan wakil presiden lain. Pasalnya, bukan hanya satu survei yang mem-blow up angka-angka fantastis itu. Juru Bicara pasangan capres dan cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto, Poempida Hidayatulloh menyatakan survei-survei dengan ‘hasil fantastis’ tersebut hanya akan menguntungkan pasangan calon tertentu, dalam hal ini pasangan SBY-Boediono.
(more…) -
Waspadai Serangan Fajar Pilpres 2009
JAKARTA, KOMPAS.com – Isu “serangan fajar” sesaat sebelum pilpres mendatang berlangsung, sangat mungkin bisa terjadi karena ada cela di dalam hukumnya. Menurut Staf Ahli Badan Kehormatan Taufiqurrohman Syahuri yang ditemui setelah Workshop Konstelasi Politik Pasca Strategi Kampanye Pilpres 2009 ada beberapa poin UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang berpotensi untuk disalahgunakan.
(more…) -
Pilpres, Mau Satu atau Dua Putaran?
JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga menimbulkan respons beragam. Terutama mengenai kemungkinan pemilu presiden hanya berlangsung satu putaran karena adanya salah satu pasangan yang memperoleh suara lebih dari 50 persen. Apa kata mereka yang bukan dari lembaga survei? Lebih baik satu atau dua putaran?
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris lebih sepakat jika pemilu berlangsung dua putaran. Jika dua putaran, menurutnya, akan membuat barisan koalisi pasangan semakin kuat.
(more…) -
Sketsa Pemilu 2009: Perilaku Orang/Lembaga Survei (1)
Jakarta – Hasil survei pemilih menjelang pemilu atau pilkada, sering menimbulkan kontroversi. Bukan lagi karena survei merupakan fenomena baru dalam dunia politik, tetapi lebih karena perilaku lembaga survei atau orang-orangnya.
Jika sepuluh tahun lalu (menjelang Pemilu 1999) atau lima tahun lalu (menjelang Pemilu 2004), publikasi hasil survei pemilih selalu menimbulkan kontroversi, saya menganggapnya, wajar saja. Saat itu kegiatan survei pemilih masih merupakan barang baru, sehingga banyak orang bingung dan salah mengerti.
(more…) -
Kubu SBY: Iklan Pilpres Prabowo Menyesatkan
Jakarta – Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) saling melempar isu hingga koreksi program kerja menjelang Pilpres. Kubu SBY-Boediono menilai, iklan Prabowo terbaru menyesatkan.
“Iklannya menyesatkan karena hanya sebagian fakta yang diungkap,” ujar juru bicara tim nasional kampanye SBY Rizal Mallarangeng dalam jumpa pers di Bravo Media Center (BMC), Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2009).
(more…) -
Temui Warga Tionghoa, SBY Minta Hilangkan Politik Diskriminasi
Semarang – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan warga Tionghoa Semarang, Jateng. Capres Partai Demokrat ini meminta agar politik diskriminasai dihilangkan, meski diakui banyak perbedaan.
“Kita ini satu, meski berbeda ras. Jangan dikembangkan politik diskriminasi,” kata SBY.
(more…) -
Timses Mega-Prabowo: Garuda Terbang dan Banteng Siap Menyeruduk
Jakarta – Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto membagi tim kampanye nasional untuk bertarung dalam pilpres 2009. Sang Garuda siap mengangkasa lewat kampanye di udara dan banteng perkasa siap menyeruduk lawan-lawannya di darat.
“Garuda akan lebih fokus pada perang udara seperti iklan dan pencitraan, sedangkan Banteng akan menggalang kekuatan di darat,” ujar Wakil Direktur Media Center Asrian Mirza saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/6/2009).
(more…)