JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga menimbulkan respons beragam. Terutama mengenai kemungkinan pemilu presiden hanya berlangsung satu putaran karena adanya salah satu pasangan yang memperoleh suara lebih dari 50 persen. Apa kata mereka yang bukan dari lembaga survei? Lebih baik satu atau dua putaran?
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris lebih sepakat jika pemilu berlangsung dua putaran. Jika dua putaran, menurutnya, akan membuat barisan koalisi pasangan semakin kuat.
(more…)