siwah.com

Category: Political Marketing

  • Tingkatkan Kualitas, Wajah Baru Caleg PDIP Capai 50 Persen

    JAKARTA–MI: Munculnya 50% wajah baru dalam daftar calon legislatif yang diajukan oleh PDIP merupakan wujud dari upaya partai untuk meningkatkan kualitas kader dan lembaga legislatif.

    Demikian diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (18/8). Menurut Tjahjo, PDIP ingin meningkatkan kualitas kader di internal partai dan pada lembaga legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
    (more…)

  • Intelektual Gagal Beri Warna di DPR

    JAKARTA–MI: Kaum intelektual dinilai hanya menjadi pajangan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, intelektual yang direkrut sebagai anggota legislatif terbukti gagal memberi warna dalam perjalanan DPR.

    Demikian diungkapkan Pakar Hukum Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Bun Yamin Ramto ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Senin (18/8). Menurutnya, sama halnya dengan artis, intelektual hanya dijadikan partai politik sebagai pendulang suara.
    (more…)

  • Capres dan Pemilih Independen Ajukan Uji Materil UU Pemilihan Presiden

    JAKARTA–MI: Undang-undang Nomor 23/2008 dianggap penghalang bagi warga negara untuk mencalonkan diri sebagai presiden ataupun capres ataupun sebagai pemilih calon pemimpinnya yang berasal dari golongan independen. Atas dasar itu, Fadjroel Rachman, Maryana Amirudin dan Bob Febriana bermaksud mengajukan uji materil (judicial review) terhadap keberadaan UU tersebut.

    “Kami menganggap UU 23/2008 tentang Pemilihan Presiden, khususnya pasal 1 ayat (6), pasal 5 ayat (1), dan pasal 5 ayat (4), telah menutup kemungkinan pasangan capres dan cawapres independen telah melanggar hak-hak pemohon yang dijamin dalam UUD 1945 khususnya pasal 6A ayat (2). Untuk itu, kami berniat mengajukan uji materil pada Mahkamah Konstitusi (MK) pada 27 Agustus 2008,” ujar pengacara para pemohon Taufik Basari, di Jakarta, Senin (18/7).
    (more…)

  • Helmy Yahya Ingin Tiru Negara Bahama

    PALEMBANG Sidang Paripurna DPRD Sumatra Selatan digelar sejak pukul 9.00 WIB, Senin (18/8/2008). Materi sidang ialah mendengarkan pemaparan visi dan misi dua pasangan calon gubernur (cagub) Sumsel, Alex Noerdin-Eddy Yusuf dan Syahrial Oesman-Helmy Yahya.

    Paparan kedua calgub itu sekaligus menandai dimulainya hari pertama kampanye Pilkada Sumsel yang akan diadakan 4 September mendatang. Di hadapan anggota dewan dan undangan yang hadir, ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad membuka sidang, lalu secara resmi mengumumkan nomor urut calon, dan mempersilakan masing-masing kandidat memaparkan visi dan misinya.
    (more…)

  • Tujuh bendera parpol dibakar di Tamiang

    KUALASIMPANG – Tujuh bendera partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2009 di jembatan Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang dibakar orang yang diduga mengalami gangguan jiwa, Minggu (17/8) sekira pukul 05:30.

    Pantauan Waspada di Jembatan Sungai Tamiang yang membelah Kecamatan Kota Kualasimpang dan Karang Baru Aceh Tamiang itu, kemarin bendera partai politik Nasional dan partai lokal yang telah dibakar yaitu empat bendera Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan tiga bendera Partai Suara Independen Rakyat Aceh ( SIRA) yang dipasang di jembatan tersebut.
    (more…)

  • Pilkada Pidie Jaya Terancam Gagal: KIP Ancam Bubar

    MEUREUDU – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, yang sudah dijadwalkan hari H-nya jatuh pada 25 Oktober 2009 diperkirakan terancam gagal.

    Parahnya lagi dialami pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya yang terancam bubar, tidak bisa bekerja maksimal. Pasalnya, meski proses Pilkada sudah jauh berjalan sampai pada tahapan verifikasi faktual administrasi berkas Bakal Calon (Balon) bupati dan wakil bupati, namun pihak pemerintah belum juga mencairkan sepeser pun dana untuk operasional KIP.
    (more…)

  • PRI Diputus Ikut Pemilu

    Jakarta, Kompas – Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Jakarta menetapkan lagi satu partai politik berhak mengikuti Pemilu 2009, yaitu Partai Republiku Indonesia atau PRI. PTUN menilai PRI punya pengurus sah di 25 provinsi, melebihi syarat minimum agar lolos dalam verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum.

    Demikian dikatakan Ketua Pelaksana Harian PRI Ramses David Simanjuntak saat menyampaikan putusan PTUN ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Jumat (15/8). Putusan bernomor 110G/2008/PTUN JKT itu membatalkan Surat KPU Nomor 2446/15/VII/2008 tertanggal 28 Juli 2008 tentang hasil verifikasi PRI.
    (more…)

  • Pendatang Baru Mau Tampil Beda

    Walau mengakui mendirikan partai politik bukan hal mudah, Ketua Umum Partai Barisan Nasional atau Barnas Vence Rumangkang menyatakan optimistis Partai Barnas yang didirikannya bisa tampil beda, bahkan mampu berkompetisi dengan partai lama dalam menghadapi Pemilihan Umum 2009.

    Partai Barnas yang berdiri tanggal 1 Oktober 2007 bertekad membangun bangsa dari keterpurukan, terutama memfokuskan peningkatan kesejahteraan rakyat. Berikut petikan wawancara Kompas dengan Vence Rumangkang.
    (more…)

  • PAN-Demokrat Usulkan Perubahan UU Pemilu

    Jakarta, Kompas – Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat akan mengusulkan perubahan UU Pemilu dengan menambahkan pasal yang memungkinkan parpol memakai mekanisme internalnya dalam menentukan anggota legislatifnya.

    Hal ini disampaikan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Totok Daryanto dan anggota Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto di Jakarta, Jumat (15/8). ”Saya berpikir, KPU tidak peduli dengan sistem yang berlaku di partai, tetapi tetap tunduk dengan UU pemilu yang hanya mengakui nomor urut. Biar tidak muncul masalah yang lebih rumit, mengapa kita tidak sekalian saja mengubah UU Pemilu,” ujar Totok.
    (more…)

  • Ideologi Parpol ke Depan Lebih Didasarkan Uang

    Jakarta, Kompas – Ideologi partai politik ke depan lebih didasarkan pada uang, bukan hal-hal seperti keyakinan perjuangan. Kondisi ini membuat tidak ditemukan banyak perbedaan antarpartai politik. Peran figur menjadi amat penting dalam politik.

    ”Ini merupakan salah satu aspek dari liberalisasi politik yang terjadi, di mana peran pasar menjadi amat penting. Parpol yang umumnya masih belajar dituntut mengikuti kebutuhan pasar agar tetap eksis,” kata Wakil Sekjen Partai Golkar Rully Chairul Azwar dalam diskusi ”Kompetisi dan Kartelisasi Partai di Indonesia”, Jumat (15/8) di Jakarta.
    (more…)