siwah.com

Category: Political Marketing

  • Inilah Hasil Rekapitulasi Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012

    BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengadakan rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012 di ruang sidang DPRA, Selasa, 17 April 2012.

    Rapat pleno ini di hadiri oleh KIP Provinsi, KIP seluruh Kabupaten/ Kota, Panwaslu dan Muspida Plus.

    Dalam rapat ini KIP merekap seluruh hasil perhitungan suara dari kabupaten/kota dan kemudian dibacakan didepan saksi dari pasangan kandidat, Panwaslu dan Media.

    Berikut hasil rekapitulasi Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sesuai nomor urut per di masing-masing daerah:

    Aceh Tenggara
    1. 1451
    2. 46.640
    3. 3.381
    4. 7.892
    5. 38.409
    Tidak sah : 1272, Total suara  99.045

    Bireun
    1. 4.342
    2. 71.999
    3. 5.152
    4. 9.505
    5. 123.729
    Tidak sah : 3.672, Total suara 218.399

    Aceh Tamiang
    1. 2.228
    2. 50.884
    3. 6.556
    4. 9.259
    5. 50.800
    Tidak sah : 2.564, Total suara 122.291

    Lhoksemawe
    1. 2.652
    2. 20.522
    3. 2.318
    4. 5.412
    5. 50.355
    Tidak sah : 2633, Total Suara 83.892

    Nagan Raya
    1. 2.700
    2. 21.927
    3. 4.017
    4. 7.276
    5. 49.040
    Tidak sah 3.242, Total Suara 88.202

    Aceh Barat Daya

    1. 1.568
    2. 11.874
    3. 1.849
    4. 5.518
    5. 54. 059
    Tidak sah 2.272, Total suara 77.140

    Pidie Jaya
    1. 2.176
    2. 7.840
    3. 4.049
    4. 10.235
    5. 53.379
    Tidak sah 1.611, Total suara 79.290

    Pidie
    1. 8.752
    2. 24.661
    3. 7.396
    4. 15.617
    5. 166.237
    Tidah sah 6874, Total suara 229.537

    Kota Banda Aceh
    1. 4.641
    2. 38.482
    3. 5.543
    4. 15.305
    5. 22.181
    Tidah sah 3374, Total suara 89.526

    Aceh Jaya
    1. 1.254
    2. 8.312
    3. 1.716
    4. 3.802
    5. 27.567
    Tidak sah 2.298, Total Suara  44.949

    Aceh Barat
    1. 1.656
    2. 27.837
    3. 5.880
    4. 7.039
    5. 55.642
    Tidak sah 2.732, Total suara 100.786

    Kota Langsa
    1. 1.476
    2. 29.456
    3. 4.681
    4. 6.736
    5. 27.403
    Tidah sah 2.613, Total suara 72.365

    Kota Sabang
    1. 540
    2. 7.133
    3. 787
    4. 2.052
    5. 6.047
    Tidak sah 718, total suara  17.277

    Kota Subussalam
    1. 545
    2. 18.472
    3. 997
    4. 2.203
    5. 6.909
    Tidak sah 517, Total suara 29.643

    Aceh Selatan
    1. 2.333
    2. 38. 044
    3. 2.964
    4. 6.844
    5. 57.271
    Tidak sah 2.956, Total Suara 110.412

    Aceh Timur
    1. 6.278
    2. 26.207
    3. 7.266
    4. 1.007
    5. 137.487
    Tidak sah 7.024, Total suara 194.269

    Aceh Besar
    1. 20.136
    2. 57.389
    3. 10.776
    4. 19.607
    5. 72.276
    Tidak sah 9.057, total suara 189.241

    Aceh Singkil
    1. 2.460
    2. 30.653
    3. 2.354
    4. 3.518
    5. 12.286
    Tidak sah 2489, total suara 53.760

    Aceh Utara
    1. 7.830
    2. 41.268
    3. 5.315
    4. 11.655
    5. 212.927
    Tidak sah 10.083, total suara 289.078

    Bener Meriah
    1. 1.410
    2. 33.530
    3. 3.597
    4. 6.966
    5. 25.600
    Tidak sah 2.757, total suara 73.860

    Masih ada 3 kabupaten yang belum menyerahkan hasil rekapitulasi yaitu Gayo Lues, Simeulue, dan Aceh Tengah, karena anggota KIP dari kabupaten tersebut masih dalam perjalanan.

    Untuk menanti KIP yang belum hadir, ketua sidang akan melanjutkan rapat pleno pada pukul 14.00 wib siang nanti.[]

    Source : The Atjehpost

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Inilah Hasil Rekapitulasi Pemilu Gubernur Dari 3 Kabupaten Yang Tertunda

    BANDA ACEH – Sekitar pukul 14.15 WIB rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang sempat tertunda selam 3 jam kembali dimulai.

    Rapat dimulai setelah KIP dari 3 Kabupaten yaitu Gayo Luwes, Aceh Tengah dan Simeulu yang masih dalam perjalanan akhirnya tiba di Banda Aceh.

    Setelah menerima hasil rekapitulasi dari 3 kabupaten tersebut, Wakil Ketua KIP Aceh, Ilham Saputra, langsung membacakannya didepan para saksi, Muspida dan Media.

    Berikut hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012, dari 3 kabupaten yang tertunda:

    Simeulu
    1. 720
    2. 15.065
    3. 2.885
    4. 2.905
    5. 20.949
    Surat suara tidak sah 1.244
    Total suara 43.768

    Aceh Tengah
    1. 1.456
    2. 56.616
    3. 4.729
    4. 10.552
    5. 24.645
    Surat suara tidak sah 2.989
    Total suara 100.987

    Gayo Luwes
    1. 726
    2. 9.704
    3. 2.559
    4. 2.174
    5. 32.479
    Surat suara yang tidak sah 1.819
    Total suara 49.479

    Dengan masuknya hasil rekapitulasi dari 23 kabupaten/kota, KIP Aceh kembali menunda rapat selama 40 menit untuk melakukan rekap hasil akhir dan menunggu penandatanganan sertifikat dari saksi.[]

    Source : The Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Zaini-Muzakir Gubernur Aceh 2012-2017

    BANDA ACEH –  Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf akhirnya ditetapkan sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.

    Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno di ruang sidang DPRA, Selasa 17 April 2012. Penetapan pasangan yang diusung oleh Partai Aceh ini, berdasarkan jumlah perolehan suara dalam rekapitulasi yang dilakukan oleh KIP Aceh.

    Zaini-Muzakir memperoleh 1.327.695 suara atau 55,78 persen dari total suara 2.380.386 surat suara sah. Sedangkan pasangan Irwandi-Muhyan mengumpulkan 694.515 suara atau 29,18 persen. Adapun pasangan Nazar-Nova meraup 182.079 suara atau 7,65 persen.

    Selanjutnya, pasangan Darni Daud-Ahmad Fauzi memperoleh 96.767 suara atau 4,07 persen. Terakhir pasangan Abi Lampisang-Suriansyah memperoleh 79.350 suara atau 3,33 persen.[]

    Source : The Atjehpost

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Muncul Desakan Pilkada Ulang

    Banda Aceh, Kompas – Penolakan hasil pemilihan kepala daerah terus terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh. Sabtu (14/4), ratusan pendukung 11 pasang calon bupati dan wakil bupati di Aceh Barat berunjuk rasa. Mereka meminta pilkada di wilayah itu diulang.

    Di Kota Sabang, Solidaritas Masyarakat Sabang Peduli Demokrasi berunjuk rasa meminta Komite Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang menyelenggarakan pilkada ulang di Sabang karena diduga ada sejumlah pelanggaran, kecurangan, dan intimidasi dalam pemungutan suara, Senin (9/4).

    Dalam aksi di Kantor KIP Aceh Barat, 11 pasang calon bupati dan wakil bupati di Aceh Barat dan pendukungnya menyatakan menolak hasil pemungutan suara yang dinilai sarat pelanggaran, terutama politik uang. Para calon bupati yang datang bersama sekitar 1.000 pendukung itu menyatakan akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi serta tidak mengakui pasangan terpilih.

    Dalam orasinya, para calon bupati, antara lain Zainal TD, Fuadri, Syahluna Polem, dan Adami, menyatakan, ada pasangan calon bupati dan wakil bupati yang memberikan uang kepada warga. ”Kami memiliki bukti yang sudah kami serahkan ke panitia pengawas,” katanya.

    Ketua KIP Aceh Barat Mahrizal, yang menerima pengunjuk rasa, mengatakan, panwas yang berhak menindaklanjuti pengaduan tersebut. ”Bagaimana nantinya, akan kita lihat hasil penyelidikan panwas,” kata Mahrizal, Minggu (15/4).

    Sebelumnya, Kamis (12/4), sembilan calon bupati dan wakil bupati di Aceh Tengah mengerahkan ribuan orang berunjuk rasa di KIP Aceh Tengah. Mereka menolak hasil pemungutan suara dan menuntut pilkada diulang, Sebelumnya, di Kabupaten Gayo Lues, ribuan orang berunjuk rasa dan membakar kantor KIP karena juga menolak hasil pemungutan suara.

    Untuk mengantisipasi hal itu terjadi dalam penghitungan suara pilkada gubernur dan wakil gubernur, Polda Aceh menempatkan personelnya lebih banyak di sekitar KIP Aceh. Rekapitulasi hasil Pilkada Aceh 2012 akan dilaksanakan Senin hingga Selasa (16/4-17/4). Selanjutnya, penetapan gubernur terpilih pada Rabu (18/4). (han)

    Source : Kompas.com

  • Salah Beri Surat Suara, 387 DPT di Aceh Utara Akan Pilih Ulang

    BAKTIYA –  Sebanyak 387 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Pante Breuh, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, terpaksa harus memilih ulang selambat-lambatnya 16 April mendatang. Hal itu karena terjadi kesalahan dalam pemberian surat suara kepada pemilih sehingga ada yang double untuk pemilihan provinsi, Senin (9/4).

    Informasi yang diterima The Atjeh Post, sempat terjadi keributan kecil antara pemilih dan timses dari Partai Aceh akibat ada timses yang melihat pemilih membawa kertas suara double.

    Salah seorang sumber menyebutkan, salah seorang pemilih membawa dua kertas suara, dan hal itu dipergoki Timses Partai Aceh yang ada di lokasi. “Kata si pemilih, ia terbawa milik kakaknya, setelah sempat terjadi keributan kecil dan duduk mufakat. Akhirnya proses perhitungan suara dilanjutkan pukul 14.00 WIB,” ujar sumber.

    Keuchik Pante Breuh, Anwar H Yusuf, saat dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan, telah terjadi kesalahan dalam proses perhitungan suara. “Saat perhitungan suara selesai, baru disadari terdapat 23 kertas suara untuk Provinsi (Gubernur) yang double.”

    “Mungkin ini terjadi karena tidak ada penghitungan awal data kertas suara kita terima. Saat ini perhitungan suara kita hentikan, kita menunggu kedatangan pihak KIP. Kemungkinan besar akan ada pemilihan ulang,” ujarnya.

    Ketua KIP Aceh Utara, Muhammad HA Manan, secara terpisah menyatakan, di Pante Breuh telah terjadi perbedaan antara jumlah suara sah dengan jumlah hak pilih. Kemungkinan besar kesalahan itu terjadi akibat KPPS yang salah saat memberikan kertas suara kepada pemilih, sehingga ada beberapa yang double untuk provinsi.

    “Sesuai dengan aturan Pilkada, akan dilakukan pemilihan ulang selambat-lambatnya 16 April 2012 mendatang, tentunya dengan rekomendasi dari Panwaslu,” tandas Muhammad. []

    Source : The Atjehpost

  • Abu Razak: Hampir di Semua Daerah Zaini-Muzakir Menang

    BANDA ACEH – Ketua Umum Pemenangan Pusat Partai Aceh, Kamaruddin Abu Bakar, atau yang dikenal Abu Razak mengatakan bahwa hampir di semua daerah pemilihan di Aceh, pasangan Zaini Abdullah Muzakir Manaf memperoleh kemenangan dalam perolehan suara.

    “Dari perhitungan cepat beberapa lembaga nasional dan hasil sementara real quick count Partai Aceh menunjukkan kemenangan pasangan Zaini-Muzakir hampir di semua wilayah Aceh,” kata Abu Razak dalam saat konferensi di Kantor Pusat Pemenangan Partai Aceh, Lamdingin, Banda Aceh, Senin malam, 9 April 2012.

    Disebutkan, beberapa daerah yang peroleh suaranya dimenangkan oleh Partai Aceh antara lain Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur, dan Aceh Jaya.

    Hingga saat dilaksanakannya konferensi pers, Partai Aceh telah menginput 1.339.093 suara sah dari 5581 TPS, atau sebanyak 57,04 persen dari total jumlah suara Pilkada Aceh 2012. Dari jumlah itu, pasangan Zaini-Muzakir menempati urutan pertama, sebanyak 746.175 suara atau 55,72 persen dari total suara yang masuk ke Partai Aceh.

    Sedangan urutan kedua untuk pasangan Irwandi-Muhyan, 387.704 suara, atau 28,95 persen dari total suara sementara yang masuk ke Partai Aceh.  Selanjutnya pasangan Nazar-Nova, 110.375 atau 8, 24 persen, pasangan Darni Daud-Ahmad Fauzi 53,405  atau 3,99 persen, Abi Lampisang-Ahmad Tajudin 41.434 atau 3,09 persen.

    Karena itu, kata Abu Razak, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemenangan Partai Aceh untuk mengawal suara pada semua tingkatan yang sudah ditentukan oleh KIP.[]

    Source : The Atjehpost

  • Tim Pemenangan Partai Aceh Rilis Kecurangan Pilkada 2012

    BANDA ACEH – Tim Pemenangan Pusat Partai Aceh menyebutkan telah menemukan beberapa pelanggaran di lapangan dalam proses pemilihan gubernur-wakil gubernur dan bupati/wakil bupati yang sedang berlangsung hari ini, Senin, 9 April 2012.

    Berdasarkan siaran pers yang ditandatangani Yuli Zuardi Rais, Ketua Bidang Propaganda Pemenangan Pusat Partai Aceh disebutkan, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran yang berpotensi merusak proses pemilihan yang sedang berlangsung.

    Berikut adalah isi siaran pers dari Tim Pemenangan Pusat Partai Aceh.

    Daftar Pelanggaran/Kecurangan Pilkada Aceh 2012 Data Base Partai Aceh

    Pukul 11.53 Wib
    [Aceh Selatan] Tepatnya di kecamatan Samadua di Desa gunung Ketek kedapatan dua surat suara telah tercoblos pada kandidat (Calon Gubernur No. 2) dan di Ujung Gunong, Samadua Timses pasangan Irwandi-Muhyan dengan memakai baju Tim Ses kedapatan membagi-bagi nasi
    bungkus kepada masyarakat pemilih. Kasus ini telah dilaporkan ke panwas setempat.

    Pukul 11.53 Wib
    [Aceh Barat Daya] di Kecamatan Blangpidie Desa Mata Ie. Pihak KPPS di TPS 1 – TPS4 melakukan pelanggaran dengan meminta tanda tangan saksi diberita acara perhitungan suara sebelum pemilihan usai.

    Pukul 11.54 Wib
    [Aceh Barat Daya] di Kecamatan Babahrot Abdya, Desa Blang dalam TPS1, terdapat 1 kertas surat suara sudah tercoblos untuk (Calon Gubernur No.1) dan (Calon Bupati No.1).

    Pukul 11.54 Wib
    [Aceh Barat Daya] di Kecamatan Kuala Batee, Kp. Tengah, TPS 1 ada kertas suara rusak yang sudah tercoblos diluar kotak kandidat untuk gubernur, kontak KPPS : Mirza Elia.

    Pukul 11.59 Wib
    [Aceh Besar] Para Napi lapas Kec. Darul Imarah (belakang Serambi Indonesia) masih belum mendapat surat undangan untuk memilih.

    Pukul 12.27 Wib
    [Gayo Lues] di Kecamatan Dabun Gelang, Desa Kendawi TPS 1. Kurang surat suara untuk pemilian Calon Gubernur dan Wakil Gubernur sebanyak 105 dan TPS 1 kota Blang Kejeren
    kekurangan 100 lembar surat suara.

    Tim Pemenangan Pusat Partai Aceh (PA) akan melakukan update per Jam untuk perkembangan lapangan Pilkada Aceh 2012.

    BANDA ACEH, 9 April 2012
    TIM PEMENANGAN PUSAT Dr. H. ZAINI ABDULLAH-MUZAKIR MANAF UNTUK PEMERINTAH ACEH 2012-1017

    KETUA BIDANG PROPAGANDA PEMENANGAN PUSAT PARTAI ACEH

    YULI ZUARDI RAIS

    Source : The Atjehpost

  • Mualem: Jika Terpilih, Kita Akan Benahi Ulee Ureung

    PANTON LABU – “Saya optimis Partai Aceh akan menang dan target perolehan suara 75 persen seluruh Aceh.” Hal itu disampaikan Muzakir Manaf atau Mualem kepada wartawan, usai melakukan pencoblosan di TPS 29 Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin 9 April 2012.

    Saat ditanya, apa yang ia lakukan jika Partai Aceh tidak menang? “Jika memang nantinya saya (Partai Aceh) tidak terpilih, ya tidak mengapa, mau bagaimana lagi?,” jawabnya sambil tersenyum.

    Mualem menambahkan, jika terpilih, semua butir-butir MoU akan dirampungkan, termasuk yang belum dijalankan oleh pemimpin pemerintahan Aceh sebelumnya. “JKA akan kita jalankan, mungkin namanya saja yang berbeda. Untuk dokter, kita akan seleksi ketat yang memiliki kemampuan terbaik,” ujarnya.

    “Kita juga akan membenahi semua program mulai dari A hingga Z. Namun yang pertama, kita akan perbaiki “Ulee Ureung” (Sumber Daya Manusia) itu sendiri,” kata Mualem.[]

    Source : The Atjehpost

  • Pertama Dalam Sejarah, Wali Aceh Ikut Mencoblos

    TEMPO.COBanda Aceh – Pertama dalam sejarah hidupnya, Pemangku Wali Aceh Nangroe Malik Mahmud Al Haythar ikut mencoblos dalam pemilihan umum di Indonesia, khususnya di Aceh. “Ini sangat bersejarah bagi saya,” kata pria berusia 72 tahun itu sesaat sebelum mencoblos, Senin, 9 Maret 2012.

    Malik, atau yang biasa disapa Meuntroe karena pernah menjadi Perdana Menteri Aceh di era pemberontakan, tercatat sebagai pemilih di tempat pemungutan suara nomor 2 di Kelurahan Beurawe, Banda Aceh. Saat mencoblos, ia didampingi oleh abang sepupunya, M. Zain Sulaiman. Di daftar pemilih, Malik tercatat beralamat di Jalan T. Iskandar Nomor 11 Banda Aceh. “Saya menginap di sana tadi malam,” katanya.

    Panitia pemungutan suara pun menyambutnya dengan meriah. Saat memasuki gerbang TPS, Malik disambut sepasang remaja yang mengenakan baju adat Aceh. Kedatangan Malik juga tak kalah heboh. Saat mendatangi TPS, mobil Toyota Rush bernomor polisi BL 709 JW yang ia kendarai dikawal oleh enam unit mobil jip yang berlogo Brigade Partai Aceh. Di dalam mobil diisi oleh belasan pria yang merupakan para pengawal berbedan tegap. Di antara mereka ada juga yang berewokan.

    Hari ini sekitar 3,2 juta pemilih di Aceh mengikuti pemilihan gubernur dan wakil gubernur untuk kedua kali sejak penandatanganan Mou Helsinki. Selain gubernur, pemilihan kali ini juga dibarengi dengan pemilihan 17 kepala daerah di Aceh. Malik menjadi penasihat Partai Aceh, yaitu partai yang menampung mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka.

    Malik baru setahun menjadi warga negara Indonesia. Ia sebelumnya tercatat sebagai warga negara Singapura. Istri dan anaknya masih tinggal di sana dan belum berstatus WNI.

    Dalam sepak terjangnya, Malik adalah orang nomor dua setelah Hasan Tiro, pendiri GAM. Oleh karena itu, sosoknya sangat misterius. Ia termasuk orang di GAM yang paling akhir menjadi WNI. Hasan Tiro, calon gubernur dan wakil dari Partai Aceh yang memiliki basis massa GAM, Zaini Abdullah, dan Muzakir Manaf, sudah lebih dulu memegang paspor Indonesia.

    Kepada Tempo, Malik mengatakan Kelurahan Beurawe yang kini tercatat sebagai alamatnya punya sejarah di dalam keluarganya. Meskipun lahir di Singapura, pada masa kecil dan mudanya Malik sempat tumbuh di Beurawe bersama orangtuanya.

    Beberapa keluarganya juga masih ada di kelurahan itu. Dari informasi yang dikumpulkan, Malik selama ini menyimpan rapat cerita ini dengan alasan keamanan keluarga sebab di masa pemberontakan Malik menjadi buruan wahid pemerintah. “Kali ini saya datang sebagai warga negara Indonesia dan memberikan yang terbaik untuk Aceh,” katanya.

    Source : Tempo.co

  • Menurun Partisipasi Rakyat Aceh Ikut Pemilukada

    Banda Aceh – Direktur ACTSF, Juanda Djamal selaku juru bicara Jaringan Masyarakat Sipil Untuk Perdamaian (JMSP) melaporkan beberapa keadaan politik menjelang pencoblosan dan pada hari pencoblosan.

    Kepada The Globe Journal, Senin (9/4) sore tadi, Ia mengatakan tindak kekerasan masih terjadi satu hari menjelang pencoblosan, pemukulan tim sukses Irwandi di Bireuen, penyanderaan tim sukses Ilyas Hamid di Aceh Utara dan beberapa aksi intimidatif lainnya yang merupakan aksi untuk dapat mempengaruhi jalannya proses pencoblosan hari ini 9 April 2012.

    Juanda Djamal menjelaskan keadaan saat pencoblosan, menurut pemantauan yang dilakukan oleh Jaringan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian (JMSP) bahwasanya tingkat antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi menurun.

    Di beberapa lokasi seperti Ie Rho Barat dan Tambu Samalanga, Bireuen tingkat partisipasinya 60-75 %.

    Dibeberapa tempat lainnya, menurut pengakuan beberapa masyarakat adalah tidak mendapatkan undangan pencoblosan sebagaimana dijanjikan, hal ini mempengaruhi partisipasi masyarakat untuk melakukan pemilihan.

    “Selain itu, beberapa masyarakat cenderung apatis untuk aktif berpartisipasi, selain ada kekhawatiran warga juga terlihat seperti kebingungan dengan keadaan ini,” kata Juanda.

    Kasus lainnya yang dilaporkan oleh masyarakat Sikabu dan Lhok Gayo di Abdya ditemukan kertas suara yang sudah di coblos terlebih dahulu. Keadaan ini menjadi indikasi atas ketidakjujuran para kontestan atau pendukungnya dalam menciptakan pemilukada yang jurdil dan demokratis.

    Setidaknya masalah tersebut dapat diusut oleh pihak kepolisian. Kasus-kasus kekerasan menjelang masa pencoblosan dan kasus-kasus kekerasan sebelumnya, semoga kasus-kasus ini dapat menjadi momentum terhadap penegakan hukum di Aceh.

    Panwaslu sebagai lembaga yang berwenang mengawasi proses penyelenggaraan pemilukada supaya dapat membantu pihak kepolisian dalam menindaklanjuti berbagai kasus pelanggaran yang terjadi.

    KIP sebagai pihak penyelenggara pemilukada supaya dapat mengumpulkan informasi atas kelemahan dan kekurangan yang terjadi pada pemilukada menjadi pembelajaran bagi penyelenggaraan pemilukada yang akan datang secara lebih sempurna lagi.

    Jaringan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian (JMSP) tergabung didalamnya ACSTF-AJMI-The Aceh Institute-Balai Syura-Katahati Institute-An-nisa Centre-Walhi Aceh-PCC-Saree School- YRDPI-Forum LSM Aceh-Bungong Jeumpa-YRB -AWPF-Flower Aceh-FP3-Lingkaran-Solidaritas Perempuan Aceh-Suloh Aceh-JKMA-MPK Aceh-PEMA USM-PEMA Unmuha-BEM FE Unmuha-GEPAR.[003]

    Source : The Globe Journal