siwah.com

Category: Education

  • Parpol Islam Harus Garap Sumber Alternatif

    Jakarta, Kompas – Berbagai partai politik Islam disarankan berani keluar dari pasar utama (captive market)-nya jika ingin mencapai target menjadi parpol dengan perolehan suara besar. Salah satu caranya adalah dengan mencoba merambah konstituen baru, yang selama ini bernaung di bawah rumah-rumah parpol ber-platform lain seperti nasionalis.

    Hal itu disampaikan dalam siaran pers hasil survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI), Kamis (25/9), bertema Kekuatan Elektoral Partai-partai Islam Menjelang Pemilu 2009.
    (more…)

  • PKS Bangun Basis Baru

    Jakarta, Kompas – Partai Keadilan Sejahtera membangun basis baru dengan merekrut calon anggota legislatif dari kelompok muda, aktivis, dan buruh. Basis baru ini diharapkan dapat memperluas jaringan PKS yang selama ini sering dituduh eksklusif, elitis, dan perkotaan.

    ”Kehadiran PKS yang lengkap dengan budaya yang berbeda dengan budaya mainstream memang membuat masyarakat mudah memberi cap eksklusif kepada PKS. Namun, itu karena mereka belum banyak mengenal PKS,” ujar Sekjen PKS M Anis Matta di Jakarta, Selasa (23/9), sebelum berangkat umrah.
    (more…)

  • Sosok dan Pemikiran: Logika Dakwah dari PKS

    Partai yang berdiri pada era awal reformasi ini sejak awal mendeklarasikan diri sebagai partai dakwah. Sebagai partai dakwah, apa pun yang dilakukan selalu mendasarkan diri pada logika dakwah, yang selalu mengajak untuk kebaikan.

    Tidak mudah untuk mempertahankan diri tetap di jalurnya. Namun, juga bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

    Pada pemilu mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mengusung slogan ”Bersih, Peduli, dan Profesional”. Tema ”Bersih dan Peduli” pada Pemilu 2004 telah membangkitkan semangat kader pada masyarakat untuk memberikan dukungan. PKS di Jakarta kemudian bisa menjadi partai unggulan.
    (more…)

  • Dapatkah PKS Bertahan sebagai Partai Dakwah?

    Partai Keadilan Sejahtera, yang pada awalnya lahir dengan nama Partai Keadilan, pada Pemilu 2004 mampu memperlihatkan kuantitas dukungan yang luar biasa. Bahkan, di Provinsi DKI Jakarta yang menjadi wilayah yang cukup prestisius, PKS mampu menjadi partai yang unggul.

    Sejak awal dideklarasikan, PKS sudah mencanangkan diri sebagai partai dakwah. Sebuah partai berbasis massa Islam yang hadir di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kehadiran PKS berbeda dengan kehadiran partai lain. PKS hadir di masyarakat Indonesia lengkap dengan budaya dan gaya hidupnya. PKS hadir dengan musik nasyid yang khas, kebiasaan kampanye dengan melibatkan anak-anak dan istri, yang massanya lebih banyak menggunakan sepeda motor, dan sapaan ramah dengan idiom Islam yang sangat kental.
    (more…)

  • Bawaslu Sedang Memproses Pelanggaran Iklan Pemilu

    Jakarta, Kompas – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu sedang memproses temuan Komisi Penyiaran Indonesia terkait dengan penayangan iklan pemilu. Kajian Bawaslu itu akan menentukan apakah pelanggaran iklan pemilu tersebut merupakan pelanggaran administrasi atau pelanggaran pidana pemilu.

    Anggota Bawaslu, Wirdyaningsih, mengungkapkan hal itu, Jumat (19/9), seusai pelantikan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dari 13 provinsi yang kemudian dilanjutkan dengan pembekalan Panwaslu. Anggota Panwaslu provinsi dilantik Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini. Acara pelantikan itu juga dihadiri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary dan Sekjen Departemen Dalam Negeri Diah Anggraeni.
    (more…)

  • “Nahdliyin” yang Selalu Diperebutkan…

    Selain militer, Nahdlatul Ulama atau NU adalah pihak yang paling sering diperbincangkan dalam sejarah pemilihan umum di Indonesia. Arah angin dukungan kelompok ini selalu diperhitungkan oleh mayoritas peserta pesta demokrasi di Tanah Air.

    Datangnya era reformasi pada tahun 1998, yang membuat militer kembali ke barak dan tidak terlibat lagi dalam aktivitas sosial politik praktis, telah menurunkan peran mereka dalam pemilihan umum. Namun, tidak demikian dengan nahdliyin, sebutan untuk warga NU. Mereka justru semakin diperebutkan.
    (more…)

  • Tanda Contreng Masih Diperdebatkan: Format Surat Suara Jadi Pilihan Politik

    Jakarta, Kompas – Sebagian anggota Komisi II DPR masih mempertanyakan tanda contreng (V) yang dipilih Komisi Pemilihan Umum atau KPU sebagai tanda pemberian suara. KPU diharapkan segera memutuskan tanda apa yang dikategorikan sebagai suara sah dan suara tidak sah untuk segera disosialisasikan.

    Berbagai pertanyaan mengenai tanda contreng atau centang, bagaimana suara yang sah dan tidak sah, serta desain surat suara muncul dalam rapat dengar pendapat antara DPR dan KPU, Senin (15/9).

    Anggota Komisi II, Andi Yuliani Paris (Fraksi Partai Amanat Nasional, Sulawesi Selatan II), mengatakan, KPU perlu memikirkan nama yang cocok untuk tanda contreng karena tidak semua orang di dalam masyarakat mengetahui arti tanda contreng.
    (more…)

  • Sembilan Caleg di Sumbar Masih di Bawah Umur

    Padang, Kompas – Sembilan calon anggota legislatif atau caleg dari Sumatera Barat ternyata masih di bawah umur. Saat mendaftarkan diri sebagai caleg, mereka belum genap berusia 21 tahun.

    Husni Malik Kamil, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/9) di Padang, mengatakan, kesembilan caleg yang berusia di bawah umur itu berasal dari empat partai politik, yakni Partai Bulan Bintang sebanyak lima caleg, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dua orang, serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Matahari Bangsa (PMB) masing-masing seorang caleg.

    ”Sembilan caleg itu terpaksa kami coret dari daftar caleg karena tidak memenuhi syarat usia minimum sebagai caleg sesuai peraturan,” tutur Husni.
    (more…)

  • KPU Diminta Waspadai Calon Anggota Legislatif Ganda

    Jakarta, Kompas – Komisi Pemilihan Umum diminta berhati-hati memverifikasi perbaikan berkas daftar calon anggota legislatif yang akan dilakukan hingga 19 September.

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengindikasikan adanya sejumlah caleg ganda, baik dicalonkan oleh partai politik berbeda untuk satu tingkatan lembaga perwakilan maupun mengajukan diri untuk dua lembaga perwakilan dengan tingkatan berbeda.

    Demikian diungkapkan anggota Bawaslu Bidang Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Bambang Eka Cahya Widada, dalam konferensi pers di kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (15/9). Hadir dalam acara itu Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini serta dua anggota Bawaslu, Wahidah Suaib dan Wirdyaningsih.
    (more…)

  • Jumlah Pemilih Turun Dua Juta: Tidak Ada yang Peduli Daftar Pemilih Sementara

    Jakarta, Kompas – Jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara atau DPS menurun setelah dimutakhirkan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Angka DPS awal sebanyak 172.801.878 pemilih dan setelah dimutakhirkan menjadi 170.752.862 pemilih atau mengalami penurunan sebanyak 2.049.016 pemilih.

    Demikian disampaikan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR, Senin (15/9) di Jakarta. Jumlah pemilih yang berkurang itu akibat banyaknya data yang dobel atau warga yang sudah meninggal tetapi tetap terdaftar. ”Itu hasil laporan KPU provinsi dan masih data sementara. Saat ini masih dilakukan DPS perbaikan,” katanya.
    (more…)