siwah.com

Blog

  • Tren Kicauan Pemilu 2014, Para Capres Belum Menjawab Masalah Bangsa

    Jakarta – Tidak hanya para politisi dan pakar yang menilai proses pemilu 2014, para akademisi pun mencoba untuk melihat pesta demokrasi dari berbagai sudut. Salah satunya adalah media sosial, yakni Twitter.

    Direktur Asosiasi Paramadina Graduate School Abdul Malik Gismar menggandeng lembaga pemantau sosial media Awesometrics untuk melihat tren kicauan pengguna Twitter terkait pemilu 2014. Banyak kicauan hanya membicarakan tokoh-tokoh potensial dalam pilpres, sementara permasalahan kesejahteraan, pendidikan, dan kemiskinan kurang diperhatikan.

    (more…)

  • How Can Political Marketers Win With Young Voters?

    Political marketing to young voters is big business. One report suggests that parties spent more than $100 million marketing to youth groups in 2010. And it’s no wonder why: Politicians who want to win the White House in 2016 need to engage teens—and they need to do it soon. After all, today’s 15-to-19 year olds will help elect the next president.

    Winning the votes of young people will require more than just advertising dollars. Low voter turnout means that convincing Millennials that Candidate X is the right person for the job is just half the battle. Only 45% of 18-to-29 year olds voted in the 2012 election.

    (more…)

  • Tipologi Pemilih

    Kenalilah pemilih anda, ini adalah kalimat ampuh yang harusnya disemayamkan dalam diri setiap caleg yang maju dipileg nanti, kalimat sakral dan singkat ini sebenarnya sering digunakan oleh kalangan pebisnis agar lebih fokus dalam menjangkau konsumennya dalam bentuk yang berbeda yaitu mengenali konsumennya namun garis batas antara bisnis dan politik sekarang nyaris tidak berbatas, sebab strategi keduanya dalam merebut perhatian publiknya (konstituen) tidak jauh berbeda pula.

    Untuk mencapai tahap ini, Firmanzah dalam bukunya, Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas (2007), menegaskan perlunya diketahui lebih dulu bahwa pada masing-masing pemilih terdapat karakteristik yang membedakan antara satu pemilih dengan pemilih lain. Dalam kalimat lain karakteristik ini disebut dengan tipologi, lebih tegasnya dalam Zamroni (2007) menyebutkan bahwa tipologi adalah karakter yang unik dan spesifik yang melekat pada orang-orang tertentu yang membedakannya dengan orang lain dan pemilih adalah warga negara yang menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan umum.

    (more…)

  • Aceh’s complex internal politics

    The province of Aceh is certainly one of the most interesting and complex in Indonesia today, and in the lead-up to the elections of April 9, the internal complexity of the region is coming to the surface once again.

    For too long Aceh was seen through the somewhat myopic lens of media headlines: It was thought to be one of the most dangerous parts of Indonesia due to the bitter and prolonged struggle between the Aceh Independence Movement (GAM) and the state’s security forces; and then the advent of the tsunami of 2004 cast the province in the light of a blighted zone where time had come to a standstill.

    (more…)

  • Scenarios for Aceh’s turning point

    The latest regulation to apply sharia law in Aceh to all residents — including non-Muslims — has created international headlines.

    Some agencies and communities perhaps wonder whether this is still the same region they helped in the tsunami tragedy almost a decade ago, and whether it was a mistake to help such a region that is now keen to push religious law, rather than clean and efficient governance.
    (more…)

  • Banggakan Orde Baru, Golkar Ingin Dekati Petani dan Nelayan

    TRIBUNNEWS/HERUDIN

    JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi senior Partai Golkar, Siswono Yudohusodo, mengungkapkan, pihaknya ingin menarik dukungan dari kalangan petani dan nelayan terkait strategi mengungkit kepemimpinan Soeharto dan masa Orde Baru dalam kampanye Pemilu 2014.

    “Dalam lingkungan tertentu, seperti di daerah pertanian dan nelayan, masa Pak Harto itu lebih banyak. Sampai sekarang masih kuat,” ujar Siswono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

    Siswono mencontohkan, kalangan petani masih memiliki ingatan kuat akan kepastian pada masa pemerintahan Soeharto, ketika harga jual sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sementara pada masa kini, sebut Siswono, petani lebih banyak menemui ketidakpastian.
    (more…)

  • Strategi Golkar Banggakan Orde Baru Dinilai Sia-sia

    KOMPAS IMAGES/Kristianto Purnomo

    JAKARTA, KOMPAS.com — Strategi Partai Golkar yang membanggakan kepemimpinan Soeharto pada zaman Orde Baru dalam kampanye menjelang Pemilu 2014 dinilai hanya langkah sia-sia. Pengamat politik Ray Rangkuti bahkan menilai strategi Golkar itu justru merugikan Partai Golkar.

    “Mengampanyekan tentang Orde Baru yang baik dalam situasi di mana faktanya justru berbeda, itu tidak tepat,” kata Ray di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

    Ray berpendapat, strategi tersebut salah karena rata-rata pemilih dalam Pemilu 2014 yang didominasi pemilih pemula tidak berhubungan secara langsung dengan Orde Baru. Dengan demikian, bayangan pemilih dengan bayangan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie sangat berbeda. Pemilih pemula lebih melihat masa depan, bukan masa lalu.
    (more…)

  • Nuansa Politik di Tahun Kuda Kayu

    KOMPAS.com – IMLEK segera tiba. Seperti biasanya, etnis Tionghoa berbondong–bondong membersihkan rumah dan membeli perbekalan untuk perayaan Imlek. Sebagai tradisi turun-temurun, perayaan Imlek merupakan momentum agar pertalian persaudaraan dan rasa kekeluargaan makin kental. Yang terpenting, mempunyai rasa kebersamaan dan persatuan yang kokoh antara sesama manusia dalam mengarungi kehidupan yang terbatas dengan faktor umur dan faktor lainnya.

    Sebuah tradisi yang dirayakan karena konon adanya binatang raksasa yang menindas kehidupan manusia. Setelah berhasil menaklukkan raksasa, momentum inilah yang selalu dirayakan dari tahun ke tahun dalam kondisi dan situasi riang gembira. Laksana melewati rintangan dan tantangan berat dalam menjalankan karier dan kehidupan ini. Setelah mengarunginya, manusia selalu bersyukur dan berbelas kasih menolong sesamanya dengan penuh ikhlas hati.
    (more…)

  • Partisipasi Pemilih Pemilu Diprediksi Rendah

    JAKARTA, KOMPAS.com — Survei menunjukkan masih banyak warga yang tidak tahu penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Peneliti Senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata memprediksi partisipasi pemilih rendah dan justru akan menurun dibandingkan Pemilu 2009.

    “Ada kecenderungan partisipasi pemilih akan rendah. Kalau KPU tidak mengejar ketertinggalan pengetahuan publik, bisa diprediksi, partisipasi justru lebih turun dibanding 2009,” ujar Dian di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
    (more…)

  • Perkembangan Strategis Aceh Menjelang Pemilu 2014

    Citizen6, Jakarta: Belum lama ini yaitu 7 Januari 2014 di Banda Aceh, salah seorang pengamat politik di Aceh bercerita kepada penulis, bahwa Partai Aceh (PA) menargetkan akan memperoleh 80% suara pada Pemilu 2014. Karena saat ini hanya 3 partai lokal saja yang mengikuti Pemilu 2014.

    Muzakkir Manaf meminta seluruh pengurus dan kader PA di Aceh untuk bersatu dan saling bekerja sama meraih kemenangan tersebut. Sementara, PA wilayah Pasee akan meraih suara sebanyak 90% di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, baik untuk DPRK maupun DPRA, karena PA di wilayah Pasee sangat solid.

    (more…)