Jakarta – Tidak hanya para politisi dan pakar yang menilai proses pemilu 2014, para akademisi pun mencoba untuk melihat pesta demokrasi dari berbagai sudut. Salah satunya adalah media sosial, yakni Twitter.
Direktur Asosiasi Paramadina Graduate School Abdul Malik Gismar menggandeng lembaga pemantau sosial media Awesometrics untuk melihat tren kicauan pengguna Twitter terkait pemilu 2014. Banyak kicauan hanya membicarakan tokoh-tokoh potensial dalam pilpres, sementara permasalahan kesejahteraan, pendidikan, dan kemiskinan kurang diperhatikan.
