Tiba sudah saatnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Periode 2009-2104 memulai tugasnya menjalankan amanah rakyat. Anggota parlemen kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, sebab kali ini didominasi oleh calon dari partai lokal (parlok) terutama Partai Aceh (PA), yang merupakan peralihan dari GAM dan KPA. anggota yang lama hanya berkisar sepuluh persen. PA yang meraup kemenangan tertinggi yakni rerata mencapai 70 persen di Aceh ini tentu punya tanggung jawab yang berat mengemban aspirasi rakyat. Sehubungan dengan itu masyarakat luas dan konstituennya pasti juga sangat berharap besar kepada mereka.
(more…)
Blog
-
“Masyarakat Harus Percaya Dewan”
-
Menyoal Peran Politik Perempuan
Perempuan Aceh sejak dulu terlibat aktif dalam melawan penjajah. Mereka pengambil keputusan dan terlibat aktif merancang kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kini, peran itu semakin kecil. Mengapa demikian?
WANITA paruh baya itu sibuk di ruang kerjanya di lantai satu, gedung DPR Kabupaten Aceh Utara. Mengenakan gamis biru, kaca mata minus. Tumpukan berkas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten – Perubahan (RAPBK-P) tertata rapi di atas meja kerja. Dia membuka lembar demi lembar. Dialah Ida Suryana. Politisi Partai Demokrat Kabupaten Aceh Utara ini resmi menjadi Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, sejak akhir September lalu. Dia satu-satunya perempuan dalam parlemen kabupaten itu. Sebanyak 44 orang lainnya berjenis kelamin laki-laki. Di Lhokseumawe, juga hanya satu orang perempuan yang terpilih menjadi anggota DPRK, yaitu Hj Marliyah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
(more…) -
Ini Dosa Besar Partai Politik
Pengamat politik nasional yang kini menetap di Aceh, Al Chaidar, menyebutkan bahwa kurangnya komposisi perempuan dalam partai politik merupakan dosa besar partai politik di Aceh. Dia mengatakan, seharusnya partai politik berperan aktif dalam melakukan rekrutmen kader kaum perempuan. Persoalannya adalah, partai politik di daerah sangat sedikit melakukan rekrutmen. Baru sibuk ketika saat-saat pendaftaran nama calon anggota legislatif. Lakon itu dilakukan partai besar dan kecil. Partai nasional dan juga lokal. “Ini dosa besar partai politik. Seharusnya, mereka melakukan rekrutmen politik secara benar. Jangan hanya ketika musim Pemilu. Jadi, kader mereka juga akan sangat loyal jika dilakukan jauh hari sebelum Pemilu,” kata Al Chaidar.
(more…) -
Harapan Warga dan Mantan Kombatan
Potret daerah terisolir terekam jelas di kawasan Nisam Antara. Sejumlah ruas jalan masih sangat buruk dan terjal. Kondisi ini sudah berpuluh kali dilaporkan pada Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid. Buruknya sarana jalan, membuat hasil pertanian di sana sangat murah. Misalnya, harga pinang. Saat ini hanya Rp 1.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 3.000 per kilogram. “Harga pinang di sini selalu murah. Tak akan pernah lebih mahal dari kecamatan lainnya. Karena, jalan yang rusak. Jadi, agen pengumpul selalu beralasan, sangat susah kemari. Harganya diturunkan,” kata Adnan, warga Desa Darussalam, Kecamatan Nisam Antara. Dia masih memiliki hubungan family dengan Bupati Aceh Utara, Ilyas Pase. Sebagai keluarga, Adnan menyebutkan sudah berulangkali menyampaikan pada bupati agar memperbaiki jalan itu.
(more…) -
Arah Politik eks-Kombatan
Kesepakatan damai antara Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah mengubur makna merdeka yang selama ini diperjuangkan para kombatan. Mereka beralih ke jalur politik, meraih makna lain dari kata merdeka dalam arti lepas dari batas-batas teritorial. Kini, mereka menguasi semua perangkat layaknya sebuah ‘negara’. Peta Aceh sedang dibuka, ke mana sesungguhnya arah yang hendak dituju?
Tidak ada hujan yang tak reda, begitu pula tak ada perang yang tak selesai. Kalimat ini, sering menjadi piasan manis menakar suksesnya perdamaian yang terjadi di Aceh. Orang-orang di kampung bersuka ria, jalanan kembali ramai, malam hari di jalur-jalur perdagangan kembali semarak. Denyut nadi Aceh telah hidup kembali setelah 30 tahun berdegub lemah hingga ke titik kritis.
(more…) -
Takut Disadap, Anggodo & Anggota LPSK Janjian Ganti Nomor HP
Jakarta – Adik buron koruptor KPK Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo, melakukan pembicaraan dengan seorang pria yang diduga anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa. Takut disadap, mereka membuat janji untuk mengganti nomor selular masing-masing.
(more…) -
Staf Khusus SBY Masih Muda, Bergelar PhD dan Bukan Partisan
Jakarta – Setelah lebih dari tiga pekan dimatangkan, barulah jajaran staf khusus Kepresidenan RI diperbaharui. Sebagian besar personelnya nanti adalah intelektual muda baru dan bukan dari kalangan partai politik.
“Mereka semuanya orang profesional, PhD, masih muda dan bukan partisan,” ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
(more…) -
Alasan MK Perdengarkan Rekaman dalam Sidang Terbuka
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemutaran rekaman yang diduga berisi upaya pelemahan KPK dalam sidang uji materiil di MK, Selasa (3/11), dipersoalkan.
Menurut sejumlah pihak yang tak setuju, seharusnya rekaman tidak diputar di depan publik. Namun, majelis hakim MK yang dipimpin oleh Mahfud MD memutuskan rekaman bisa diputar sebagai barang bukti dalam sidang yang terbuka untuk umum.
(more…) -
Nih, “Tagline” Kabinet Indonesia Bersatu II
JAKARTA, KOMPAS.com — Ternyata tidak hanya iklan komersial yang memiliki tagline. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memimpin rapat perdana Kabinet Indonesia Bersatu II, Jumat (23/10) di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, menyampaikan tagline kabinet baru yang baru dibentuknya.
Secara keseluruhan, ada tiga tagline yang hendak direkatkan pada kabinet berjumlah 34 menteri tersebut. “Pertama, change and continuity. Apa yang dilakukan kabinet sebelumnya, yang masih relevan, yang masih berlanjut, harus dilakukan. Jangan malu-malu,” ujar Presiden.
(more…) -
Inilah Program 100 Hari Tim Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS.com — ”Pekerjaan besar belum selesai,” demikian penggalan dari sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai dilantik, Selasa (20/10). Sebuah ungkapan bahwa para menteri, khususnya menteri-menteri ekonomi, punya tugas besar menyelesaikan pekerjaan besar yang belum tuntas itu.
Berikut beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II, Kamis di Jakarta, memaparkan tekad mereka menyelesaikan tugas besar tadi, khususnya dalam 100 hari mendatang
(more…)