siwah.com

Blog

  • Kampanye Negatif Harus Dilegalkan

    JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Eksekutif Fastcomm Ipang Wahid menilai, kampanye negatif (negatif campaign) dalam komunikasi politik harus dilegalkan karena masyarakat berhak untuk mengetahui rekam jejak para calon kandidat yang akan dipilihnya dalam setiap proses pemilu.
    (more…)

  • Gugatan Pilpres, Jangan Campur Adukkan Politik dengan Hukum

    JAKARTA, KOMPAS.com — Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, meminta kepada para kandidat capres-cawapres agar tidak mencampuradukkan proses politik dengan proses hukum. Pasalnya, antara proses politik dan proses hukum merupakan dua hal yang sangat berbeda.
    (more…)

  • Azyumardi: Forum Rektor Tak Proporsional

    JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta, Azyumardi Azra menilai pernyataan Forum Rektor Indonesia yang meyakini tidak ada alasan mendelegitimasi Pilpres 2009 meski masih dijumpai berbagai cacat, kekurangan, kesalahan, kekurangtelitian, dan kealpaan dalam penyelenggaraannya, tidak proporsional, mendahului ke putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan terlalu bersemangat. Hal itu diungkapkan Azyumardi saat ditanya Kompas di Jakarta, Rabu (29/7).
    (more…)

  • Demokrat Mulai Lakukan Seleksi Kandidat Ketua DPR

    Jakarta, (tvOne)-Ketua Partai Demokrat, Muhammad Jafar Hafsah, mengatakan Partai Demokrat melakukan seleksi internal guna menentukan kandidat Ketua DPR periode 2009-2014.

    “Seleksi jelas ada di internal PD, semacam uji kelayakan dan kepatutan dan setelah itu lalu diajukan dan dikomunikasikan kepada Dewan Pembina Partai Demokrat, Pak SBY. Jadi tergantung SBY nantinya,” katanya usai diskusi diskusi “Kabinet Baru : Hak Prerogatif versus Tuntutan Partai Koalisi” di DPD, 29 Juli 2009.
    (more…)

  • Andi Mallarangeng: Tak Mungkin Pilpres Ulang

    Jakarta, (tvOne)-Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengatakan, permintaan kubu capres Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan hasil Pilpres 8 Juli dan menggelar pilpres ulang adalah sesuatu yang tidak mungkin.
    (more…)

  • Survai LSI: 65,4 Persen Responden Menyatakan Pilpres Berlangsung Jurdil

    Jakarta (tvOne)-Opini publik ternyata tidak sama dengan pendapat para pasangan capres-cawapres (JK-Wiranto, dan Megawati-Prabowo). Setidaknya itulah yang tergambar dari hasil survai yang diumumkan Lembaga Survai Indonesia (LSI), Rabu (29/7). Menurut survai LSI, sebanyak 65,4% responden menyatakan Pilpres 2009 berlangsung sangat bebas dan jurdil.
    (more…)

  • Selisih Satu Suara di TPS JK Tak Geser SBY-Boediono

    JAKARTA, KOMPAS.com — Selisih satu suara antara jumlah surat suara yaitu 366 lembar dan jumlah suara yang dihitung melalui turus di formulir C2, yaitu 365 suara, membuat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) No 19 Taman Suropati, Menteng, sepakat melakukan pengecekan ulang.
    (more…)

  • LSI Optimistis Pilpres Hanya Satu Putaran

    JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskrido Ambardi merasa optimistis Pemilu Presiden 2009 berlangsung satu putaran. Kuskrido Ambardi yang akrab dipanggil Dodi ditemui di Jakarta, Rabu (8/7) mengatakan, pasangan capres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY-Boediono) menang di seluruh provinsi kecuali Sulawesi Selatan (Sulsel), Bali, dan Gorontalo.
    (more…)

  • SBY Juga Menang di Cendana

    JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY-Boediono) unggul dalam penghitungan suara di TPS-01 Cendana, Gondangdia, Menteng, Jakarta, dengan perolehan 210 suara atau 68 persen dari surat suara sah.
    (more…)

  • Hitung Cepat Puskaptis, SBY Menang Satu Putaran

    JAKARTA, KOMPAS.com – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono memenangi pemilu presiden dalam satu putaran. Berdasarkan hitung cepat (quick count) yang dilakukan Pusat Kajian, Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pasangan yang diusung Partai Demokrat ini memperoleh suara 57,94 persen. Di belakang SBY, pada urutan kedua, adalah pasangan Megawati-Prabowo yang menangguk suara 28,16 persen, disusul JK-Wiranto dengan 13,89 persen.
    (more…)