Jakarta – Hasil survei pemilih menjelang pemilu atau pilkada, sering menimbulkan kontroversi. Bukan lagi karena survei merupakan fenomena baru dalam dunia politik, tetapi lebih karena perilaku lembaga survei atau orang-orangnya.
Jika sepuluh tahun lalu (menjelang Pemilu 1999) atau lima tahun lalu (menjelang Pemilu 2004), publikasi hasil survei pemilih selalu menimbulkan kontroversi, saya menganggapnya, wajar saja. Saat itu kegiatan survei pemilih masih merupakan barang baru, sehingga banyak orang bingung dan salah mengerti.
(more…)