siwah.com

Blog

  • Kepemimpinan Indonesia 2009 dalam Perubahan Tata Dunia

    Mampukah pemilu tahun depan melahirkan sosok kepemimpinan yang kuat, yang dapat membawa bangsa ini pada kedaulatan penuh dan kemasyhuran? Jika mampu, dapatkah Indonesia lepas dari krisis dan menjadi negara kuat dalam beberapa tahun ke depan? Dua pertanyaan ini bukan saja bernada skeptis, tetapi juga satire. Ketakberdayaan, seolah cerminan dari buruknya krisis ekonomi dunia, dan miskinnya sosok alternatif pemimpin Indonesia.

    Saat ini, Indonesia bukan saja dihadapkan pada kenyataan desain konsep ekonomi baru internasional yang mungkin tumbuh dan berubah seiring dengan krisis dunia, tetapi juga problem internal yang pelik. Krisis finansial, energi dan pangan, bertaut dengan proses demokrasi yang rentan.
    (more…)

  • Parpol Antisipasi Golput

    Jakarta, Kompas – Anjuran agar para kader partai turun ke lapangan dan tidak mengumbar janji pada Pemilu 2009 menjadi strategi partai politik di DI Yogyakarta untuk menekan membengkaknya calon pemilih yang tidak akan memilih alias golput. Kalangan parpol khawatir membesarnya jumlah golput akan mengecilkan suara mereka.

    Namun, di Kota Bandung, kalangan warga kota mengaku tak akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2009. Target 70 persen peserta pemilu 2009 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung diperkirakan sulit dipenuhi.
    (more…)

  • Jangan Pertanyakan Lagi Nasionalisme Partai Islam

    Jakarta, Kompas – Kekuatan politik Indonesia sudah sejak lama ditandai dengan kekuatan partai Islam atau berbasis massa Islam dan nasionalis. Namun, kekuatan ini tidak perlu didikotomikan lagi, bahkan semuanya harus bisa disatukan.

    Itu sebabnya kalangan yang meragukan nasionalisme partai Islam patut dipertanyakan. Begitu juga sebaliknya, dalam tubuh partai pengusung nasionalisme, jelas banyak umat Islam-nya.
    (more…)

  • Parpol Baru tidak Miliki Format Kaderisasi yang Baik

    KUPANG–MI: Partai politik (parpol) baru peserta pemilu 2009 dinilai belum memiliki format kaderisasi secara baik. Dampaknya, dalam perekrutan caleg mereka terjebak praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

    “Sehingga asas langsung, umum, dan bebas (luber) dari pemilu hanya sekadar menjadi asas formal dan tidak diwujudkan dalam pelaksanaanya,” tutur pakar hukum tata negara Universitas Nusa Cendana Kupang Kotan Y Stefanus di Kupang, Minggu (14/12).
    (more…)

  • Kegerahan Intelektual di Pentas Politik Indonesia

    Intelektual di dunia politik bukanlah hal baru bagi bangsa ini. Bahkan, para pendiri bangsa ini dikenal sebagai orang ”sekolahan” yang punya kesadaran kebangsaan dan menjadi pendiri partai yang andal.

    Mereka punya kesadaran bahwa partai politik bisa dijadikan kendaraan untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa.
    (more…)

  • “Monopoli” Kursi, Belum Diimbangi Kaderisasi

    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hasil perubahan, memberi keistimewaan partai politik mengisi jabatan kenegaraan. Namun, ”hak monopoli” itu belum diimbangi dengan sistem kaderisasi yang optimal.

    Begitu dihadapkan pada pemilihan presiden, banyak parpol seakan kekurangan stok sehingga muncul sebutan calon 4L (lu lagi lu lagi).
    (more…)

  • Sikap Kompromi Presiden Menguntungkan

    Depok, Kompas – Kemungkinan jalan buntu yang terjadi dalam sistem presidensial pasca-amandemen konstitusi bisa dihilangkan dengan sikap kompromi presiden.

    Sikap dan tingkah laku yang sangat diwarnai dengan budaya Jawa ini di satu sisi menguntungkan bagi hubungan antarlembaga negara, tetapi dalam hubungan kelembagaan negara pada masa mendatang tetap perlu adanya komitmen kelembagaan.
    (more…)

  • Politikus Indonesia Banyak “Kelas Bawah”

    Jakarta, Kompas – Perilaku politik masyarakat dan juga para politisi atau tokoh partai politik saat ini banyak yang rusak. Konflik antarpandangan atau partai politik sering berlanjut ke persoalan dan hubungan antarpersonal atau pribadi politisi bersangkutan.

    Hal itu disampaikan sejarawan Anhar Gonggong, Rabu (10/12), seusai menjadi pembahas dalam peluncuran dan diskusi buku Transisi Orde Lama ke Orde Baru, Sebuah Memoar karya aktivis Gerakan Jalan Lurus, Sulastomo, di kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
    (more…)

  • Sirkus Pemilu Kepala Daerah

    Cerita dari pinggiran Yogyakarta. Sekelompok warga datang ke tim sukses salah seorang calon kepala daerah. Hanya karena tak ingin lagi menyewa tenda, meja, dan kursi setiap kali hajatan tiba, mereka menjanjikan semua suara dari 300 pemilih terdaftar di tempat pemungutan suara bakal diarahkan untuk memilih sang calon.

    Syaratnya adalah sang calon mesti bersedia membantu tenda lengkap dengan meja-kursi untuk mereka. Saat hari-H pemungutan suara, janji warga untuk memilih sang calon memang dipenuhi. Namun, sempat kotak suara ”disandera” sampai akhirnya tenda yang dijanjikan tiba.
    (more…)

  • Akbar Tandjung: Partai Politik Perlu Dirampingkan

    SOLO–MI: Indonesia kedepan perlu menerapkan sistem multipartai sederhana. Jumlah partai politik perlu dirampingkan, karena jika terlalu banyak akan membuka peluang konflik politis menjadi lebih besar.

    Wacana itu dikemukakan tokoh politik yang juga mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam paparannya pada seminar nasional “Mewujudkan Kemandirian Bangsa Berdasarkan Nilai-Nilai Islam Berkemajuan’ di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (12/12).
    (more…)