Mampukah pemilu tahun depan melahirkan sosok kepemimpinan yang kuat, yang dapat membawa bangsa ini pada kedaulatan penuh dan kemasyhuran? Jika mampu, dapatkah Indonesia lepas dari krisis dan menjadi negara kuat dalam beberapa tahun ke depan? Dua pertanyaan ini bukan saja bernada skeptis, tetapi juga satire. Ketakberdayaan, seolah cerminan dari buruknya krisis ekonomi dunia, dan miskinnya sosok alternatif pemimpin Indonesia.
Saat ini, Indonesia bukan saja dihadapkan pada kenyataan desain konsep ekonomi baru internasional yang mungkin tumbuh dan berubah seiring dengan krisis dunia, tetapi juga problem internal yang pelik. Krisis finansial, energi dan pangan, bertaut dengan proses demokrasi yang rentan.
(more…)