siwah.com

Blog

  • Elemen Kejutan dari Pencalonan Anies

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan depan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri depan) saat acara Pengumuman Calon Presiden Pemilu 2024 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). 

    Partai Nasdem mencoba menghadirkan kejutan dengan menetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden. Tak berhenti di situ, partai politik yang dipimpin Surya Paloh itu juga menjanjikan kejutan lain.

    Pilihan pada Anies mengejutkan karena dari tiga figur yang direkomendasikan menjadi bakal calon presiden (capres) Nasdem oleh Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Nasdem, Juni 2022, elektabilitas Anies bukanlah yang tertinggi. Masih ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya berbasiskan hasil survei sejumlah lembaga jauh lebih tinggi daripada Anies.

    Adapun satu nama lain yang direkomendasikan Nasdem, yaitu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

    Berdasarkan Survei Litbang Kompas periode Juni 2022, Ganjar berada di urutan kedua dengan elektabilitas 22 persen, sedangkan Anies berada di peringkat ketiga dengan elektabilitas 12,6 persen. Urutan teratas diduduki Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 25,3 persen.

    Survei oleh Indikator Politik Indonesia dan Charta Politika pada September 2022 juga memperlihatkan elektabilitas Ganjar yang jauh di atas Anies. Bahkan, di kedua survei ini, Ganjar berada di peringkat pertama atau sudah melampaui Prabowo.

    Terkait hal ini, Ketua DPP Partai Nasdem Sugeng Suparwoto menyampaikan, ada kesulitan komunikasi dengan Ganjar. Nasdem juga dalam posisi sulit karena jika mendeklarasikannya, kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu belum tentu mengiyakan. Seperti diketahui, Ganjar berulang menyatakan bahwa dirinya masih kader PDI-P. Sebaliknya, menurut Sugeng, komunikasi Nasdem bisa intens dengan Anies.

    Elemen kejutan sesungguhnya, menurut Sugeng, coba dihadirkan melalui keputusan Nasdem mempercepat penetapan Anies sebagai bakal capres. Setelah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh berkontemplasi selama tiga bulan, seluruh pimpinan Nasdem berkumpul. Mereka sepakat untuk segera mengumumkan, persisnya pada Senin (3/10/2022), sebelum momentum ulang tahun Nasdem pada 11 November.

    ”Tidak ada faktor (yang mendesak). Orang boleh kalau dalam istilah Indonesia pasti politik gotak gatek gatuk. Menghubungkan satu fenomena dengan yang lain. Tapi, bagi kami, saya tahu persis karena saya ada di dalam, ini betul-betul momentum karena sudah tiga bulan tadi. Segera memutuskan siapa,” tuturnya.

    Metode Penelitian Survei periodik melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 26 Mei-4 Juni 2022. Sebanyak 1.200 re- sponden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian ‡ 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun de- mikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

    Sugeng menyampaikannya dalam diskusi Satu Meja The Forum bertajuk ”Nasdem Curi Start, Untung Atau Buntung?” yang disiarkan Kompas TV, Rabu (5/10) malam. Dalam diskusi yang dipandu Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo itu, selain Sugeng, hadir pula sebagai narasumber yaitu Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, dan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.

    Sugeng membantah keputusan mengumumkan Anies lebih cepat karena perkara Formula E yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anies yang menjabat Gubernur DKI Jakarta menjadi salah satu yang diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Ia kembali menegaskan, keputusan mengumumkan Anies adalah proses politik internal partai. Ia juga menegaskan bahwa Nasdem akan memberikan kejutan lain lagi.

    Partai Demokrat yang aktif berkomunikasi dengan Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk membangun koalisi juga mengaku terkejut dengan keputusan Nasdem. Andi Mallarangeng mengungkapkan, Demokrat terkejut karena mereka berpikir koalisi akan terlebih dulu dideklarasikan bersama pada 10 November.

    Meskipun demikian, Demokrat mengapresiasi Nasdem yang memberi tahu sehari sebelum deklarasi Anies dan mereka bisa langsung bertemu Surya Paloh. Menurut Andi, cepatnya penetapan pencalonan Anies memperlihatkan keseriusan Nasdem menghadapi Pemilu 2024

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu, di acara pernikahan anak dari anggota DPR Fraksi Nasdem, Sugeng Suparwoto, Minggu (18/9/2022).

    Menurut Andi, Demokrat, PKS, dan Nasdem akan terus berbicara intens untuk membangun koalisi. Mereka saat ini masih belum menyepakati bersama beberapa hal, salah satunya pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta strategi pemenangan.

    Di dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat, ada aspirasi yang bulat dari kader yang meminta Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon presiden atau wakil presiden. ”Sebagian di Partai Demokrat memang juga sudah melihat wah ini Anies-Agus tampaknya untuk koalisi perubahan ini, dengan itu platform perubahan itu cocok sudah tampaknya. Kelihatannya,” ujar Andi.

    Namun, pembicaraan soal rencana menyandingkan Anies dan Agus masih menunggu keputusan dari Majelis Tinggi Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, harus ada pembicaraan lanjutan dengan Nasdem dan PKS serta Anies.

    Dihubungi Kamis (6/10), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokrat Andi Arief menyampaikan, Anies akan menemui Agus di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10). Andi meyakini pertemuan Anies dan Agus sebagai pertanda baik. Pertemuan menjawab keinginan publik yang menginginkan Anies- Agus di Pilpres 2024.

    Mekanisme demokrasi

    Ahmad Doli Kurnia menilai, keputusan Nasdem mengumumkan Anies sebagai calon presiden bukan mencuri start. Sebab, sebelum Nasdem, partai lain sudah menyampaikan calon presidennya, seperti Partai Golkar dan Partai Gerindra. ”Ini sesuatu mekanisme demokrasi yang berjalan,” kata Doli.

    Menurut Doli, pencalonan Anies sejalan dengan Golkar dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang menginginkan adanya calon presiden sejak awal supaya masyarakat mempunyai waktu yang panjang untuk melihat tokoh-tokoh yang potensial. Para calon bisa menyampaikan narasi, menawarkan konsepsi, program, dan visi misinya. Dengan waktu yang cukup, partai politik bisa mempertegas pelembagaan.

    Yunarto Wijaya memprediksi, manuver Nasdem akan mempercepat pertarungan untuk mengambil penentuan posisi politik. Terlebih, yang terjadi pada Pilpres 2024 berbeda dengan 2019 karena tidak ada petahana. Imbas dari itu, akan muncul isu mengenai keretakan koalisi, mundurnya menteri, hingga pengkhianatan. Partai pun akan cenderung lebih cepat mengambil keputusan.

    Namun, ia tak yakin partai mengambil keputusan berdasarkan kesamaan platform, pandangan masa depan, dan program. Mereka akan lebih banyak membicarakan cara mengejar kekuasaan atau membicarakan siapa yang dianggap akan berseberangan.

    Oleh: PRAYOGI DWI SULISTYO

    Editor: ANTONIUS PONCO ANGGORO

    Source : Kompas.id

  • Hermawan: Digital Marketing Tanpa Kemanusiaan, Bahaya



    Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko

    JAKARTA, TRIBUN-BALI.COM – Trend marketing (pemasaran) di masa yang akan datang, akan semakin mengarah ke digital marketing. Tapi ada yang perlu diwaspadai.

    “Digital marketing tanpa humanity (kemanusiaan) itu bahaya,” kata begawan marketing Indonesia Hermawan Kartajaya ketika memberikan pidato kunci (keynote speech) di acara Munas (Musyawarah Nasional) IMA (Indonesia Marketing Association) Sabtu 16 Oktober 2021, yang dilaksanakan secara hybrid di Menara Astra, Jakarta.

    Hermawan menambahkan, dalam mengembangkan marketing, harus disandingkan dengan spirit entrepreneurship.

    “Kalau marketing tanpa entrepreneurship, akan jadi teori saja,” ujar Hermawan yang juga Honorary Founding Chairman IMA ini.

    Munas IMA kali ini dilaksanakan secara hybrid. Untuk yang hadir secara offline, satu chapter diwakili satu orang. Mayoritas presiden chapter hadir.

    Dari 47 chapter IMA di seluruh Indonesia, 44 di antaranya hadir di lokasi acara. Selain offline, juga diikuti sedikitnya seribuan participants dari seluruh Indonesia melalui 280 channel.

    Selain Hermawan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga memberikan sambutan melalui online.

    Hermawan mengapresiasi tema Munas IMA kali ini, yaitu mengusung spirit kreatif dan inovatif.

    “Dua hal ini (kreatif dan inovatif) sangat penting bagi marketing, jika ingin sukses dan maju,” lanjutnya. Kreatif kalau dalam pewayangan diwakili sosok Bagong, yang selain lucu juga cerdas. Sedangkan inovatif diwakili sosok Petruk, yang selalu punya solusi terhadap masalah apa pun.

    Hermawan lantas menceritakan pertemuannya dengan pakar marketing dunia yang juga sahabatnya, Philip Kotler.

    “Philip mengatakan bahwa dunia di masa yang akan datang, akan semakin dipenuhi dengan ketidakpastian,” katanya. Di antara yang membuat ketidakpastian itu, selain masalah penyakit, juga isu-isu yang memunculkan kebencian.

    Nah, di era yang diwarnai ketidakpastian itu lah, sangat relevan jika spirit kreatif dan inovatif dikedepankan. Khususnya bagi dunia marketing.

    Dan khusus IMA, Hermawan menambahkan, saat ini telah menjadi organisasi marketing di Indonesia yang menjadi motor AMF (Asia Marketing Federation). Saat ini AMF diikuti 17 negara di Asia.

    Munas IMA kali ini adalah yang pertama dilaksanakan sejak organisasi itu berbadan hukum, meski sudah didirikan sejak 20-an tahun lalu oleh Hermawan Kartajaya.

    Saat ini, untuk kepengurusan IMA Pusat periode 2019 – 2021, dipimpin oleh Suparno Djasmin, Direktur di Astra International. 



    Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Hermawan: Digital Marketing Tanpa Kemanusiaan, Bahaya, https://bali.tribunnews.com/2021/10/16/hermawan-digital-marketing-tanpa-kemanusiaan-bahaya.
    Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko

  • Indonesia to revise Halal Product Guarantee Law in October to speed up certification process

    JAKARTA – Indonesia will make revisions to its Halal Product Guarantee Law No. 33/2014 to speed up the certification process.

    The new revised regulations are expected to come into force next month as the government plans to issue an omnibus bill, Prof. Sukoso, head of the one-year-old national halal agency BPJPH told Salaam Gateway.

    “Last month, we along with the minister of religious affairs, Commission VIII and legislation committee of the House of Representatives agreed to revise regulations on halal product guarantee,” said Prof. Sukoso.

    (more…)
  • Thomas Kuhn Dan Model 10 P Untuk Marketing Politik

    Oleh : Denny JA

    Ilmu pengetahuan, tulis Thomas Kuhn, tidak tumbuh secara linear. Ilmu itu bukan pengetahuan yang semakin lama semakin benar karena semakin banyak kesalahan yang dikoreksi.

    Ada sisi subyektivitas dalam ilmu. Karena itu itu, dalam kenyataan dunia ilmu pengetahuan, ilmu bertumbuh melalui “paradigm shift,” pergeseran paradigma. Untuk menjelaskan fenomena yang sama, dapat hadir dua atau lebih paradigm yang berbeda bahkan bersaing.

    Apa itu paradigma? Ia adalah seperangkat konsep atau pola pemikiran. Ia mencakup teori, metode penelitian, postulat, dan model untuk memahami realitas.

    (more…)
  • Politik Kelabu Malaysia dan Kisah Operasi Senyap Jusuf Kalla

    POLITIK Malaysia hari-hari ini adalah politik kelabu. Penuh intrik dan intimidasi. Surplus dengan tipu daya dan muslihat. Defisit dalam akhlakul karimah.

    Mahatir Mohamad malah menyebut dirinya dikhianati oleh Muhyiddin Yassin, yang kini tengah menjabat Perdana Menteri.

    Sebelum itu, tokoh oposisi lain, Anwar Ibrahim, merasa dirinya ditipu dan dihianati oleh Mahathir Mohamad.

    Praktik politik di Malaysia hari-hari dan pekan-pekan terakhir adalah pengukuhan ajaran Machiavelli, tujuan menghalalkan segala cara (end justifies the means).

    (more…)
  • MENGGUGAT KREDIBILITAS HASIL SURVEY LSI DENNY JA

    MENGGUGAT KREDIBILITAS HASIL SURVEY LSI DENNY JA

    ISTANA Merdeka, suatu hari menjelang Pilkada DKI 2017 Putaran Kedua. Presiden Jokowi sedang bicara dengan seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pada saat itu masuk rombongan pimpinan sebuah media yang biasa menyelenggarakan survei.

    “Bagaimana surveinya?” tanya Presiden.

    “Masih unggul 1.5 persen Pak.”

    “Bisa nggak dinaikkan jadi 2.5 persen?” tukas Presiden.

    Percakapan itu ditirukan kembali sang anggota Wantimpres sambil tertawa-tawa.

    Yang dimaksudkan surveinya masih unggul dan minta dinaikkan menjadi 2,5 persen adalah pasangan Ahok-Djarot. Saat itu sejumlah lembaga survei sudah memprediksi Ahok-Djarot akan kalah dari pasangan Anies-Sandi.

    (more…)

  • Mengenal Polling Palsu Pemilu

    Mengenal Polling Palsu Pemilu

    Ilustrasi | Luqman Hakim Naba

    AKURAT.CO, Opini publik menjadi kekuatan strategis dalam politik demokrasi, bahkan pada abad ke-18, Thomas Harris (1709) pernah mengemukakan aksioma politik Vox Populi, Vox Dei (suara rakyat adalah suara Tuhan) (Gibson, 2004:90).

    Opini publik tidak sekedar dapat mempengaruhi, tetapi menentukan kekuasan dalam sistem politik demokrasi. Buktinya, dalam pemilu, siapapun yang mendapatkan dukungan opini publik mayoritas dalam bentuk suara pemilih sudah pasti meraih kemenangan elektoral dan menghantarkannya untuk memimpin lembaga eksekutif dan legislaltif.

    Di abad ke-5 SM sampai dengan Abad ke-19 M, opini publik dapat diukur dengan teknik yang sangat sederhana yaitu seperti pertemuan warga, distribusi produk cetakan (seperti buku, selebaran, dll.), kerumuman rakyat, petisi, forum diskusi, demonstrasi, dan boikot. Kini opini publik diukur dengan polling atau survei yang menggunakan metode statistik yang valid dan reliabel (Herbst, 1995:48; Traugott & Lavrakas, 2008). Dalam politik elektoral modern, tentunya, polling adalah bagian tak terpisahkan dalam praktek kampanye kandidat ataupun partai politik.
    (more…)

  • CATATAN AKHIR TAHUN: Ini Wilayah Pertarungan Jokowi-Prabowo Paling Sengit

    CATATAN AKHIR TAHUN: Ini Wilayah Pertarungan Jokowi-Prabowo Paling Sengit

    Source: http://indonesiaexpat.biz

    Merujuk pada hasil-hasil survei, peta penguasaan dukungan para pemilih pada Pemilu Presiden 2019 mendatang diperkirakan berubah dibandingkan pemilu sebelumnya. Perubahan bakal terjadi pada wilayah yang selama ini menjadi battle ground antara Jokowi maupun Prabowo. Wilayah-wilayah manakah itu?

    Berdasarkan hasil Pemilu Presiden 2014 lalu, Joko Widodo yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla berhasil memenangkan pertarungan, dengan menguasai sebanyak 70.997.833 pemilih atau sebesar 53,15 persen. Sebaliknya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, hanya mampu menguasai hingga 62.576.444 pemilih (46,85 persen).

    Apabila ditelusuri, kemenangan Jokowi tersebar di 23 provinsi dan para pemilih di luar negeri. Prabowo secara keseluruhan unggul di 10 provinsi. Berdasarkan penguasaan jumlah pemilih dan wilayah kemenangan, dari 33 provinsi tersebut sebenarnya dapat dipetakan menjadi tiga wilayah penguasaan masing-masing sosok calon presiden saat itu, baik Jokowi maupun Prabowo.
    (more…)

  • KESENJANGAN SOSIAL, OPINI PUBLIK, DAN SIKAP PARTISAN

    KESENJANGAN SOSIAL, OPINI PUBLIK, DAN SIKAP PARTISAN

    Burhan Muhtadi & Eve Warburton
    Source Photo: Majalah Tempo

    SEBUAH ironi tersaji di depan mata.

    Sejak 2017, perekonomian Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan produk domestik bruto menembus US$ 1 triliun atau sekitar Rp 15 ribu triliun. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi mencatatkan prestasi yang patut dipuji. Setelah dihantam krisis ekonomi dan politik 1997-1998, Indonesia mampu menggeliat dengan rata-rata pertumbuhan pada 2000-2017 mencapai 4 persen. Tingkat kemiskinan juga menurun drastis, bahkan tinggal satu digit sejak Maret 2018.

    Terlepas dari rentetan kabar baik ini, kesenjangan antara kaum miskin dan kaya justru makin lebar. Koefisien Gini—yang mengukur ketimpangan antara kelompok miskin dan kaya— naik dari 0,30 pada 2000 menjadi 0,42 pada 2014, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan ketimpangan paling cepat se-Asia Tenggara (Indrakesuma et al, 2015). Ketimpangan ini terutama disebabkan oleh akumulasi kekayaan yang menumpuk pada segelintir elite kaya. The Credit Suisse Research Institute merilis “Global Wealth Report” yang menunjukkan 1 persen orang kaya di Indonesia menguasai 49,3 persen dari total kekayaan di seluruh Nusantara. “Prestasi” ini hanya dikalahkan oleh Rusia, India, dan Thailand.

    (more…)

  • Politik, Kekuasaan dan Industri Media

    Politik, Kekuasaan dan Industri Media

    Source: Dreamstime.com

    MENJELASKAN politik memang sangat rumit. Kadang antara teori dengan fakta tidak berbanding lurus.Dimana teori menjelaskan sebuah perangkat pengetahuan yang begitu ribet dengan berbagai sistemnya: ada epistemologi, epitemologi dan aksiologi. Akan tetapi pada realitasnya, tidak berfungsi seutuhnya seperti bangunan pengetahuan yang dikehendaki oleh para penemu teori-teori tersebut.

    Memang antara teori dan realitas tidak pernah singkron. Terkadang realitas cepat duluan berlari dari pada konsep-konsep yang harus diperdebatkan. Realitas itu kaitanya dengan insting seseorang untuk mencapai tujuan, sedangkan konsepsi adalah merangkum seluruh kebenaran dari berbagai perorangan untuk disatukan menjadi bangunan baru pengetahuan, yang tentunya dianggap sebagai kebenaran.
    (more…)