siwah.com

Tag: pilkada sumut political marketing

  • What Next Pasca Rudolf

    Tulisan ini dikutip dari ‘nBASIS, 14 April 2008

    Kalau Anda menyangka artikel ini baru, siap-siaplah kecewa. Tapi kalau Anda berharap artikel ini bisa membuka cakrawala soal dinamika politik Sumut, pra dan pasca meninggalnya HT Rizal Nurdin, maka bersegeralah untuk menyimpannya dalam file Anda.

    Salam
    admin

    ======================

    oleh: Shohibul Anshor Siregar

    Tanpa mengabaikan prinsip praduga tak bersalah, kalangan yang banyak tahu substansi kasus Rudolf Matzuoka Pardede sudah memprediksi bahwa nasib Wagubsu ini tinggal menunggu waktu saja. Jika nanti ia terbukti tak memiliki persyaratan yang ditentukan untuk pencalonan sebagai Wagubsu, maka status hukum kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2003-2008 jadi masalah. Fatwa hukum diperlukan, termasuk untuk menilai kemungkinan pasangan runner up dalam pemilihan tahun 2003 lalu itu untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Sumut.

    Rudolf Matzuoka Pardede (RMP) akhirnya menjadi tersangka atas dugaan keterangan palsu dalam pencalonan sebagai Wagubsu tahun 2003 lalu. Diberitakan, pihak Kepolisian akan segera melimpahkan berkas perkaranya kepada Kejaksaan. Perkembangan ini pernah dianggap sebagai sebuah kemustahilan, karena selama ini keniscayaan kekuasaan dinilai tak memihak kebenaran. Hukum seakan dikendalikan hasrat subjektif kekuasaan.

    Protes atas pasangan Rizal Nurdin (RN)-RMP untuk masalah yang sama boleh disebut berlangsung dua babak. Babak pertama terjadi sejak proses pencalonan sampai terpilih dan dilantiknya RN-RMP oleh Mendagri (waktu itu) Hari abarno. Sedangkan babak kedua tak lama sebelum RN meninggal dunia, September tahun lalu.

    (more…)

  • Mainkan Pilkada Bermartabat

    Tulisan ini dikutip dari ‘nBASIS, 14 April 2008

    Kordinator Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (’nBASIS), Shohibul Anshor Siregar, meminta kepada segenap elemen masyarakat Sumatera agar melaksanakan Pilgubsu 2008-2013 secara lebih bermartabat.

    “Maunya suksesi nanti bermartabat dan damailah, jangan sampai memunculkan konflik, karena hal itu jelas merugikan kita semua, ” kata Shohibul kepada pers usai menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Prospek Demokrasi dan Politik Pasca Pemilu 2009 di Hotel Madani Medan Kamis (10/4) kemarin.

    Menurut Shohibul, Pilgubsu yang digelar 16 April benar-benar ujian bagi Sumut, karena pemilihan Gubsu secara langsung baru pertama kali digelar di daerah ini, dengan melibatkan lima pasangan calon.

    (more…)

  • Jawa Batak Islam Kristen

    Tulisan ini dikutip dari blog Nirwansyah Putra, 9 April 2008

    Di luar perkiraan, kampanye pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) tidak sesemarak yang diperkirakan sebelumnya. Kekuatan politik para kandidat disusun lebih diam-diam dan bergerak ”di bawah tanah”. Siapa paling kuat?

    Pra kampanye Pilgubsu 2008. Malam baru turun di sebuah villa di luar Kota Medan. Pasca maghrib, beberapa mobil tampak menyeruak masuk. Di sebuah ruangan di villa itu, orang sudah banyak berkumpul. Tidak ada spanduk, brosur ataupun baleho. Namun semua orang di sana sedang menanti seorang sosok yang sedang bertarung di arena pilgubsu 2008. Ba’da Isya, lebih dari pukul delapan malam, sebuah mobil Innova bergambar Abdul Wahab Dalimunthe-RM Syafii, langsung masuk tepat di depan pintu dan rapat kemudian digelar hingga dinihari. Mereka menggelar pertemuan dengan salah satu kelompok mahasiswa Islam pendukung. Namun, rapat itu tertutup bagi wartawan.

    Di tempat lain, di sebuah hotel berbintang lima, pertemuan politik sedang berlangsung panas. Kali ini melibatkan seorang sosok kandidat yang berasal dari militer tapi sangat murah senyum. Strategi pemenangan yang sedang dirancang selama ini tampak menemui kebuntuan. Pasal paling utama, partai politik pengusung masih belum terkonsolidasi dengan kuat. Di sisi lain, jaringan tim sukses di daerah-daerah sudah menanti komando. ”Bahasa kasarnya, ada sedikit problem dalam pembagian tugas,” ujar seorang sumber yang ikut dalam pertemuan itu. Lagi-lagi, pertemuan itu bukan untuk diberitakan di media massa.

    (more…)

  • Pilgubsu 2008, Yang Curang Yang Menang?

    Tulisan ini di kutip dari blog Nirwansyah Putra, 15 April 2008

    foto oleh RoemonoPemilihan Gubernur Sumatera Utara (pilgubsu) 2008 tinggal sehari lagi. Kecurangan pemilu diprediksikan, diduga bakal terjadi. Titik perhatian ditujukan pada pencoblosan, penghitungan suara. Mengapa penyelenggara disebut titik rawan?

    * * *

    Walau bernama minggu tenang, dipastikan tim pemenangan dan terutama masing-masing calon gubsu terus berdegup jantungnya. Hingga laporan ini dipublikasikan di blog ini, pencoblosan pilgubsu 2008 yang akan berlangsung 16 April 2008, hanya tinggal satu hari lagi. Suasana tenang yang ada di permukaan memang menutupi kondisi panas dalam proses pilgubsu. Namun, gosip politik sudah terlanjur mengemuka: pilgubsu bakal curang. Benarkah demikian?

    “Demikian juga terhadap isu kecurangan, omong kosong bisa kita awasi kalau kita tidak mau peduli terhadap pelaksanaannya,” ujarnya Sekdapropsu Muhyan Tambuse yang juga Ketua Desk Pilgubsu 2008. Komentar Muhyan itu dikutip wartawan sewaktu berbicara di Sidikalang pada 23 Maret lalu.

    Di mana titik-titik potensi kecurangan pada pilgubsu 2008 ini?

    Penyelenggara
    Dr Mukhtar Effendi Harahap, Direktur Jaringan Studi Asia Tenggara mengatakan setidaknya ada dua jalur kecurangan yang bisa ditelusuri. ”Jalur masyarakat dan penyelenggara,” katanya ketika dijumpai di Hotel Madani Medan beberapa hari lalu. Kecurangan yang difokuskan Mukhtar ada pada titik penentuan hasil suara yaitu pencoblosan, penghitungan dan penetapan hasil suara. Sementara kecurangan dalam tahap sebelum itu, tidak akan berarti banyak hasil pilgubsu 2008.

    (more…)

  • Pilgub Curang? Waspadalah…Waspadalah….!

    Dikutip dari blog Nirwansyah Putra, tentang pelaksanaan Pilkada Sumut (15 April 2008)

    Adalah organisasi Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (’nBASIS) jauh-jauh hari telah melaksanakan penelitian soal kecurangan pemilu ini. ”Kami sudah meneliti sejak Desember 2007 di seluruh Sumut lalu untuk soal ini,” terang Shohibul Anshor Siregar Msi, Koordinator Umum ’nBASIS Rabu (9/3) lalu.

    Sejak awal, kata Siregar, dalam tahapan pendaftaran pemilih juga sudah terjadi berbagai bentuk penyimpangan. ”Beberapa petugas PPK yang diwawancarai di Medan cenderung menyatakan bahwa proses pendataan kali ini sama saja dengan yang terjadi sebelumnya, bahkan lebih buruk,” tegas Siregar. Menurutnya, untuk masalah ini ini KPUD Provinsi terkesan ”buang badan”, hingga saat menjelang hari kampanye saja Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih belum dapat ditetapkan. Seperti diketahui, hingga berakhirnya kampanye kemarin, bila penetapan yang pertama pada Februari 2008 lalu tidak dihitung, perubahan DPT sudah terjadi hingga empat kali.

    (more…)