siwah.com

Tag: srtatak

  • Partai Aceh Upayakan Pemulangan Ismuhadi ke Aceh

    JAKARTA – Delegasi Partai Aceh (PA), Fachrul Razi, Zakaria, dan Arman, Selasa (22/6) siang, menjenguk  tahanan politik/narapidana politik (tapol/napol) Aceh Teuku Ismuhadi Jafar di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Ismuhadi diganjar pidana penjara seumur hidup  atas keterlibatannya dalam pemboman Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun 2000. Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu membahas masalah proses hukum penanganan tiga tapol/napol Aceh yang masih ditahan di lapas Cipinang, yakni Teuku Ismuhadi, Ibrahim Hasan, dan Irwan bin Ilyas.

    Juru Bicara PA Pusat, Fachrul Razi, seusai pertemuan kepada Serambi mengatakan, pimpinan politik GAM dan pimpinan PA sedang mengupayakan pemulangan Ismuhadi ke Aceh.  “Langkah yang diambil adalah  membangun komunikasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk proses penurunan masa tahanan dari seumur hidup menjadi dua puluh tahun penjara. Kami menginginkan perdamaian di Aceh dirasakan oleh semua rakyat Aceh, termasuk 3 orang yang masih di penjara,” sebut Fachrul Razi.

    Ismuhadi telah menjalani hukuman penjara selama 11 tahun, sejak tanggal 24 September 2000. Ia mengeluhkan sikap Pemerintah Aceh yang tidak seriusmenangani pembebasan dirinya, menyusul ditandatanganinya MoU Helsinki 2005. “Saya mendengar, Gubernur membuat surat ke Presiden namun sampai saat ini saya tidak tahu kemana surat tersebut dan sudah sampai di mana prosesnya,” ujar Ismuhadi seperti dituturkan Fachrul Razi. Ismuhadi menyampaikan proses hukum tapol/napol adalah tanggung jawab Pemerintah RI dan Pemerintah Aceh. “Namun sangat disayangkan, setelah lima tahun perdamaian, kami bertiga masih berada dalam penjara,”  kata Teungku Ismuhadi yang dalam pertemuan itu didampingi dua putrinya.

    Mengutip pernyataan Ismuhadi, Fachrul Razi menyatakan, terhambatnya proses pembebasan dirinya, lantaran pihak Kementerian Polhukam yang selalu mempersulit proses hukumnya. Padahal Presiden telah mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2005 Tentang Pemberian Amnesti Umum dan Abolisi Kepada setiap orang yang terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka. “Namun Kepres ini ternyata tidak berlaku pada kami,” kata Ismuhadi.  Terhadap usulan pemindahan dan penahanan dirinya ke Lapas Banda Aceh, juga belum ada kejelasan. “Permohonan sudah disampaikan keluarga,” tambahnya lagi.(fik)

    Source : Serambi Indonesia

  • Partai untuk Kesejahteraan Ala Golkar

    VIVAnews – Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie menggagas program untuk meningkatkan laju perekonomian pengusaha kecil dengan melibatkan peran partai politik. Hal ini sekaligus menjadi sebuah ajakan untuk mengubah paradigma politik yang baru.

    Aburizal menyatakan bahwa pada dasarnya partai politik didirikan untuk memastikan kesejehteraan rakyat semakin membaik. Oleh karena itu, menurutnya partai tidak boleh hanya mementingkan urusan kemenangan di pemilu untuk mencapai kedudukan di DPR atau pemerintahan semata.

    “Untuk itulah sebenarnya partai didirikan. Bukan hanya untuk mencapai kedudukan di DPR atau di eksekutif, tapi bagaimana partai bisa berbuat banyak bagi rakyat,” ujar Aburizal di Gedung Sucofindo, Jakarta, Kamis 12 Mei 2011.

    Oleh karena itu Golkar mencanangkan program nyata ekonomi rakyat bertajuk ‘Bersama Bangkitkan Usaha Kecil dari Aceh Sampai Papua’, yang diresmikan oleh Aburizal hari ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Program tersebut berbentuk pelatihan pengembangan usaha kecil. Para pelaku usaha kecil tidak hanya diberikan pendidikan seperti keterampilan dan membina jaringan serta manajemen produksi, tetapi juga diberikan insentif untuk pengembangan usahanya. Jumlahnya insentif pengembangan usaha tersebut maksimum Rp1 juta.

    “Kita tidak bicara pada tataran politik, tapi kita bicara pada tataran kesejahteraan,” kata Aburizal.

    Aburizal berharap partai lain dapat melakukan kegiatan atau program serupa. Dengan demikian seluruh partai politik pada akhirnya jadi berlomba-lomba dengan kerja nyata memerangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan rakyat. “Saya bermimpi partai-partai politik bisa saling berlomba untuk memberikan kerja nyata membantu ekonomi rakyat,” kata Aburizal.

    Dengan demikian, lanjut Aburizal, akan tercipat kultur politik yang baru agar masyarakat dapat merasakan kerja nyata para politisi. “Saya harapkan ini bisa menjadi suatu cikal bakal dari orientasi partai yang berbeda ke depan,” kata Aburizal. (eh)

    Source: Vivanews.com