siwah.com

Tag: stratak

  • Klenik Pemilu, Jimat dan Mandi Kembang Bertarif Miliaran

    Suasana Ruang Sidang DPR, Doc: Kompas.com

    JAKARTA, KOMPAS.com — Selain gencar memasang pamflet, leaflet, spanduk, dan baliho, para calon wakil rakyat juga tak sedikit yang mendatangi paranormal. Mungkin, ini pilihan untuk mereka yang tak punya cukup rasa percaya diri. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk memuluskan jalannya menjadi penghuni parlemen, entah di tingkat pusat maupun daerah. Ya, para calon anggota legislatif ini lebih percaya jimat dibandingkan turun untuk mendekatkan diri ke rakyat.

    Salah satu paranormal ternama, Ki Joko Bodo, yang kerap mendapatkan klien “premium” pun mulai banyak menerima permintaan dari para caleg menjelang Pemilu 2014.
    (more…)

  • Basics of political marketing to target young voters in 2014 elections

    The primary aim of political warfare is to win votes, by building preference and shaping perception. The challenge of preference building has to be accomplished in a short period of time. This is not classic marketing warfare; marshalling the 4Ps. Marketing in politics is more about the 4Cs: cause, constituency, comparative advertising and celebrity endorsements. 

    Cause is the start point: what does the party stand for? Why does this party exist? What does the PM candidate stand for? There are many causes on offer: secular, development, safety, jobs, prices, pride, honesty and governance. This election will see multiple voter segments. 
    (more…)

  • Mencari Capres di Media Sosial

    KOMPAS.com – Di negeri maya, jangan coba bermimpi menjadi presiden pemimpin mereka jika pengikut di Twitter atau jumlah tayang video Anda di Youtube hanya ratusan orang. Di negeri maya, Anda juga harus siap di-bully warga internet atau netizen jika dianggapnya jauh dari idealisme khas mereka.

    Fenomena itu mulai menimpa para peserta Konvensi Pemilihan Calon Presiden dari Partai Demokrat. Perang di media sosial tak terelakkan. Media sosial, seperti Twitter, Youtube, dan Facebook, menjadi senjata termurah untuk mendongkrak popularitas. Twitter menjadi media terlaris. (more…)

  • Pohon Beringin …

    Oh dikau beringin
    Rindang batangmu membentang
    Tempat yang teduh bagi kelana dahaga
    Pohon beringin
    Dikau lambang pengayoman
    damai tenteram dan bahagia
    berkat kau perkasa
    (”Pohon Beringin” ciptaan Suwandi) 

    KOMPAS.com – Pohon beringin dikenal dengan ”pohon berjalan” atau ”pohon berkaki banyak”. Ia dijuluki ”pohon berjalan” karena suka merambah ke mana-mana seperti politisi yang gemar berbisnis atau pebisnis yang suka berpolitik. Ia disebut ”pohon berkaki banyak” karena kaki kekuasaannya di mana-mana, membuat jorok dan sumpek wilayah sekitarnya.
    (more…)

  • Kisah “Hutang Budi” Jokowi di Media Sosial

    JAKARTA – Pasangan Joko Windodo – Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Basuki) resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (15/10). Melihat kebelakang, tim sukses Jokowi-Basuki ternyata melancarkan sejumlah kampanye dengan mengandalkan media sosial.

    Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube nampaknya memiliki fungsi lebih dalam menggiring opini publik untuk mencitrakan salah satu kandidat dalam pertunjukan politik yang tengah digelar. Tim kampanye pasangan Jokowi – Basuki menerapkan strategi tersebut, dan nampaknya ampuh dalam mendorongnya menjadi pemenang dalam Pilkada DKI 1. (more…)

  • Megawati Pun Heran Lihat Cara Jokowi Kampanye

    JAKARTA, KOMPAS.com – Pencalonan Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tak lepas dari peran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri. Melalui mesin partai, Jokowi sebenarnya disokong dana yang tak sedikit. Partai juga sudah menyiapkan segala macam atribut untuk berkampanye. Namun, cara berkampanye Jokowi justru membuat Megawati tertegun. (more…)

  • Inilah Strategi Pemenangan Jokowi-Basuki

    JAKARTA, KOMPAS.com – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tak memungkiri bahwa salah satu kunci kesuksesan timnya bisa mengungguli Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli adalah dengan berkampanye di kantong-kantong suara Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

    “Kalau soal lokasi kami kampanye itu, memang kami sudah petakan dari hasil putaran pertama lalu kenapa orang-orang ini tidak memilih kami. Ternyata, mereka tidak memilih karena masih meragukan kemampuan kami,” ujar Basuki, Kamis (20/9/2012) malam di markas Jokowi-Basuki, Jalan Borobudur 22, Menteng, Jakarta Pusat. (more…)

  • Jokowi dan Strategi Leapfrogging

    Kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta telah melucuti kredibilitas lembaga survei. Betapa melesetnya analisis dan prediksi lembaga survey terkait dengan hasil Pemilukada DKI.

    Tampaknya industri polling dan lembaga survei telah tertampar oleh fenomena tipping point yang kini digenggam oleh Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Jika kita simak buku best seller karangan Malcolm Gladwell yang berjudul The Tipping Point, fenomena itu akan tergambar secara gamblang. Pada prinsipnya fenemona tipping point adalah saat ajaib ketika sebuah ide, perilaku, pesan, atau produk bisa menyebar seperti virus ganas yang mampu menduplikasi dirinya secara deret ukur.

    Untuk mengenali tipping point secara mendalam, sebaiknya kita memahami istilah The law of the few (hukum tentang yang sedikit/ kecil), The stickiness (faktor kelekatan), dan The Power of context (kekuatan konteks). Tiga unsure itu akan menular, membesar, dan radikal.

    Jokowi memiliki kar ya atau produk yang disasar dengan tepat yang menyebabkan terciptanya tren atau popularitas yang luar biasa. Salah satunya adalah baju kotak- kotak sebagai ikon kampanye. Sepak terjang Jokowi selama ini juga telah menguraikan beberapa fenomena tipping point dalam berbagai bentuk.

    Fenomena itu telah mengubah cara berpikir semua pihak di negeri ini tentang bagaimana idealnya menyebarkan sebuah ide dan melakukan marketing politik secara efektif dan berbiaya murah. Mengingat selama ini betapa besarnya ongkos politik bagi peserta pemilukada.

    Fenomena Getok Tular Pasangan Jokowi-Ahok selama kampanye larut di tengah kehidupan rakyat secara apa adanya dengan pemikiran yang sangat generik, sehingga semuanya bisa dicerna oleh rakyat kecil sekalipun. Strategi kampanye Jokowi yang rendah hati dan mengedepankan nilai gotong royong telah melahirkan fenomena word of mouth atau getok tular.

    Strategi kampanye Jokowi mengandung sesuatu yang bernama faktor kelekatan dan kekuatan konteks. Faktor kelekatan adalah sejumlah cara tertentu untuk membuat sebuah kesan mudah menular dan terus diingat. Faktor kelekatan menyiratkan perubahan atau aksi langsung dan berulang-ulang untuk memicu epidemik positif. Strategi kampanye dengan fenomena word of mouth atau getok tular itu sesuai dengan teori Gladwell yang mengkaji tren-tren dalam dunia untuk menemukan petunjuk-petunjuk tentang cara membuat sebuah ide menjadi sangat menular.

    Hasil Pemilukada DKI Jakarta putaran pertama juga mengindikasikan bahwa rakyat kini membutuhkan kepemimpinan yang transformatif, yakni kepemimpinan yang tidak sekadar kepemimpinan politik, tapi juga kepemimpinan yang memiliki kapasitas dan daya kreativitas. Tampaknya kepemimpinan yang transformatif telah diidam-idamkan oleh warga Ibu Kota. Apalagi masa depan suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya kreatifnya.

    Ekonomi kreatif akan menjadi pilar kelangsungan hidup bangsa. Tentunya, mulai sekarang para pemimpin bangsa mesti berpikir keras dan cerdik. Selain itu, mereka harus memiliki konsep pembangunan yang hebat untuk mengarahkan dan memfasilitasi rakyat untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang menjadi andalan masa depan. Ekonomi kreatif yang berbasis lokalitas akan menjadi mata pencaharian sebagian warga negara. Dengan demikian ekonomi kreatif harus bisa bersaing secara global.

    Konsepsi dan langkah inovasi dari Jokowi yang ditumpahkan dalam entitas Solo Technopark telah berlangsung secara sukses. Ini akan menjadi modal kepercayaan rakyat bahwa dirinya merupakan pemimpin yang transformatif. Dukungan Jokowi terhadap mobil Esemka hasil karya anak negeri semakin memperbesar kapasitas kepemimpinan transformatif itu.

    Pemikiran dan agenda aksi Jokowi terkait dengan kreativitas dan daya inovasi warga kota sejalan dengan pemikiran Lester Carl Thurow, seorang guru besar dari Massachusets Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat. Dia mengatakan, di masa mendatang peran sumber daya alam sebagai modal dasar untuk keunggulan suatu bangsa akan berkurang bahkan akan habis. Peran itu akan berada di tangan sumber daya manusia yang cerdas dan kreatif.

    Strategi Lompatan Katak Kepemimpinan transformatif Jokowi juga mampu mendefinisikan kembali orientasi dan strategi pembangunan daerah agar sesuai dengan semangat zaman. Bahkan boleh dikatakan strategi pembangunan Jokowi lebih membumi dan lebih rasional dibandingkan dengan strategi pembanguan pemerintah pusat yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

    Strategi pembangunan Jokowi berhasil mentransformasikan pasar tradisional di Solo menjadi entitas ekonomi yang modern dan berdaya saing. Tak mengherankan jika Jokowi kemudian berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu walikota terbaik di dunia. Sementara itu, strategi MP3EI yang terkesan eksklusif dan texbook thinking itu hingga kini belum menjadi strategi yang ampuh untuk meningkatkan nilai tambah bangsa.

    MP3EI masih menjadi barang asing bagi rakyat dan kurang menarik bagi kalangan investor. Kita bisa analogikan strategi pembangunan Jokowi yang progresif dan transformatif di atas dengan istilah leapfrogging atau lompatan katak. Menurut Murphy, istilah leapfrogging pada mulanya digunakan untuk menunjukkan betapa cepatnya dua negara yang kalah perang, yakni Jerman dan Jepang dalam mengejar kemajuan teknologi dan industri.

    Dalam konteks lompatan katak di atas, jika Jokowi nantinya terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta, ada baiknya ia harus membebaskan dirinya dari beban dan jeratan partai politik. Ini penting, agar dia bisa memperbaiki strategi sebelumnya, untuk selanjutnya mampu melakukan lompatan besar demi kemajuan DKI Jakarta.

    Harjoko Sangganagara, dosen STIA Bagasasi Bandung

    Source : investor.co.id

  • Malik Mahmud Bicara Strategi Pemenangan Zaini-Muzakir

    BANDA ACEH- Dari pagi hingga malam hari ini, sejumlah petinggi Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh (KPA) seluruh Aceh berkumpul di Banda Aceh membahas strategi merebut hati rakyat dalam pilkada mendatang. Bagaimana strateginya?

    Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud kepada The Atjeh Post mengungkapkan, Partai Aceh bersama Komite Peralihan Aceh (KPA), menyusun petinggi-petinggi panglima sagoe di Kecamatan di 23 Kabupaten/Kota dan Gampong, untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dan mantan para kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

    “Sagoe-sagoe di kecamatan dan gampong di Aceh diturunkan ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan, apa yang sudah dilakukan selama ini terhadap proses penandatanganan MoU Helsinki,” kata Malek Mahmud, Minggu, 29 Januari 2012.

    Selain itu, kata Malek, pihaknya juga menyatakan siap memperjuangkan bagi hasil bumi, darat dan laut dengan pemerintah Jakarta antara 70 persen untuk Aceh dan 30 persen untuk Pusat. “Karena itu, kehadiran Zikir (Zani-Muzakir) di Pilkada Aceh, akan membawa mamfaat besar bagi daerah Aceh, ungkapnya.

    Kedua, sebut Malik, kepala sagoe-sagoe di kecamatan dan gampong, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perjuangan KPA dalam merebut perhatian pemerintah pusat untuk provinsi Aceh. “Di samping  itu, kita juga telah melakukan koalisi sekitar 18 Partai Nasional (Parnas) dan satu Partai Lokal (Parlok), dan didukung sejumlah LSM di Aceh,” katanya.

    Informasi yang diperoleh The Atjeh Post, dalam pertemuan tertutup itu Ketua KPA/PA  Bireuen Darwis Jeunieb sempat mengadu kepada Malik Mahmud. Darwis bilang, ia sering mendapat laporan dari masyarakat tentang sikap sebagian mantan GAM yang arogan.

    Mendapat pertanyaan itu, Malek menjawab, “mantan GAM yang jahat-jahat, jangan bersama kita lagi.” Jawaban Malek itu disambut tepuk tangan yang hadir di ruang pertemuan.[]

    Source : Atjehpost.com

  • Pertemuan KPA-Partai Aceh Berlangsung Tertutup

    BANDA ACEH- Partai Aceh hari ini menggelar pertemuan dengan para ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), dan para kandidat bupati dan walikota se-Aceh. Kedatangan mereka diterima Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahud dan  kandidat calon gubernur Zaini Abdullah.

    Dimulai pukul 10.35, pertemuan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pertemuan dengan Ketua KPA dan Ulee Sagoe seluruh Aceh. Sedangkan pertemuan dengan kandidat calon bupati/walikota dari Partai Aceh dijadwalkan setelah makan siang.

    Pantauan The Atjeh Post, pertemuan berlangsung tertutup di sebuah ruangan di Meuligoe Wali Nanggroe di kawasan Lamteumen, Banda Aceh. Lebih seratus mobil diparkir di lahan kosong yang bersebelahan dengan meuligoe.

    Sejumlah Ketua KPA yang terlihat hadir diantaranya Darwis Jeunieb, Teungku Ni dan Efendi dari Aceh Rayeuk.

    Sebelumnya, Kautsar, Sekretaris Pemenangan pasangan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf, mengatakan,”pertemuan ini digelar khusus untuk mensingkronkan kerja-kerja pemenangan kandidat dari Partai Aceh, sehingga terarah dan terkomando dari pusat sampai ke setiap TPS-TPS di pelosok Gampong”.

    Selain itu, kata Kautsar, pertemuan juga membicarakan hari ‘H’ deklarasi Pilkada damai bersama seluruh kandidat dari Partai Aceh di Banda Aceh.

    Source : Atjehpost.com