siwah.com

Category: News

  • Jejak Getir Pemilu di Aceh

    TANGGAL 9 April 2009 mendatang, seluruh rakyat Indonesia akan menggunakan haknya mengikuti Pemilu Legislatif. Pemilu ke-10 dalam sejarah republik Indonesia, sejak Pemilu pertama tahun 1955. Bagi rakyat Aceh, Pemilu 2009 sangat bermakna, selain memilih 38 caleg dari partai nasional, dapat memilih calon legislatif (caleg) yang diusung oleh enam partai politik lokal (parlok) yang tidak ada di provinsi lain. Banyak yang memprediksi, untuk tingkat kabupaten/kota, caleg parlok akan mengalahkan partai nasional.

    Pada dimensi lain, Pemilu tahun ini merupakan Pemilu bersejarah di Aceh, pasca konflik dengan ditandatanganinya perjanjian damai di Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Semua berharap, Pemilu kali ini tidak digelar di bawah ujung bedil. Para pemilihnya benar-benar merdeka menentukan hak pilih mereka.
    (more…)

  • Gerakan Pemilih Cerdas

    PEMILIH Cerdas menjadi penyadaran, terutama bagi pemilih pemula untuk menggunakan potensi akalnya secara sadar memutuskan suatu pilihan. Ini dapat menekan kegamangan caleg mana yang pantas dipilih dari sekian ribu yang foto mereka bertebaran di seluruh penjuru mataangin Aceh, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga caleg tingkat pusat.

    Gerakan yang digagas PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menjadi penting untuk memperkuat kualitas pemilu 2009, sehingga rakyat tidak seperti membeli “kucing dalam karung”. Di sinilah perlu kecerdasan, terutama pemilih pemula di tengah isu kampanye,
    (more…)

  • Golput, dan Kampanye Retail

    SEPERTI biasa, pemilihan umum kini sudah diambang pintu. Seperti biasa pula, jamu pembangunan dan berbagai resep masa depan kini mulai ditawarkan dimana-mana.. Ada janji dan ungkapan yang jujur dan realistis, ada pandangan utopis. Tak kurang pula, ada rencana dan komitmen gombal yang juga seringkali laku dijual. Tidak ada yang salah dengan tawaran dan janji masa depan itu.K arena memang begitulah mekanisme pasar demokrasi adanya.

    Di sebalik kampanye dan keragaman visi masa depan yang ditawarkan, ada satu dosa kolektif yang seringkali dilakukan, terutama dalam kaitannya dengan strategi persuasi dan kampanye untuk mendapat suara sebanyak mungkin. Kampanye, seperti biasanya, dimanapun di dunia, seringkali lebih bernuansa upaya mempengaruhi pemilih dengan segala cara, sedapatnya mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku. Tidak jarang ada asumsi-asusmsi yang digunakan secara sengaja atau tidak sengaja yang memperlakukan publik pada posisi “bodoh”, atau dapat “dibodohi”. Ada pula yang menganggap pemilih telah menderita penyakit “lupa kolektif” terhadap kejadian masa lalu yang telah dilakukan oleh partai politik ataupun individu.
    (more…)

  • Kampanye Ala Obama

    “Assalamualaikum w.w
    Kawan-kawan yang baik,
    Dengan ini saya menyampaikan bahwa saya, xxx turut serta dalam Pesta Demokrasi Pemilu 9 April 2009. Saya telah ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT). Sebagai Calon Anggota DPR Aceh, Utusan xxx, Nomor Urut x, Dapil 3 (Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya). Mohon Dukungan dengan menyampaikan kepada rekan-rekan, kerabat, famili dan seluruh warga di tiga kabupaten tersebut. Hendaknya dapat memberi suara kepada:
    xxx
    Calon Anggota DPR Aceh,
    Utusan xxx
    Nomor Urut x,
    Dapil 3 (Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya).
    Salam Mulia,
    xxx
    (more…)

  • Perempuan dan Peluang

    SATU riwayat, Tjut Nja’ Dhien mengajukan syarat ketika ia ingin dilamar Teuku Umar menjadi istrinya. Tjut Nja’ meminta untuk diizinkan berperang melawan penjajah dan membalas kematian suami pertamanya yaitu Teuku Ibrahim. Teuku Umar menyanggupi syarat itu. Singkatnya, Cut Nyak Dhien ikut terjun di medan perang bersama para pejuang lainnya. Dalam perjalanan kehidupan rumah tangga mereka, akhirnya Teuku Umar pun pergi lebih awal menghadap sang Khalik. Dan Tjut Nja’ Dhien pun tetap berjuang.

    Perjuan perempuan perkasa itu makin sengit dan makin lihat mengalahkan tentara Belanda. Bahkan saat matanya mulai rabun karena dimakan waktu. Semangatnya tak pernah surut. Satu citanya bagaimana mengubah nasib bangsanya, dan peluang terbuka untuk itu. Maka Tjut Nja’ tak menyia-nyiakan waktu. Hingga ia ditangkap dan dibuang ke Sumedang, dalam keadaan matanya yang buta, perempuan dari Lampadang itu masih sempat menikam seorang perwira Belanda yang ingin menyentuhnya. Dalam pembuangan, ternyata Tjut Nja’ tak berdiam diri. Ia berjuang lewat mengajarkan manusia, dengan mengajarkan mengaji pada beberapa orang di rumah pembuangan itu.
    (more…)

  • Benarkan Platfom Partai Kebutuhan Rakyat

    “Seharusnya partai politik mengkaji atau meriset kecil tentang mapping kebutuhan pemilih baru dikristalkan dalam bentuk platfom atau program. Itu baru jelas, bahwa partai politik itu memang memperjuangkan kebutuhan hak-hak dasar dari konsistuennya/pemilihnya.”

    Deg..deg…kurang lebih begitulah suara jantung para caleg partai politik menghitung hari yang kian dekat pada penentuan nasib. Perasaan bercampur-aduk antara menang dan kalah dirasakan semua caleg politik. Namun ketika saya tanyakan, hampir seluruh caleg, selalu berpikir optimis dengan satu kata “Menang”. Hal menarik tergelitik dibenak saya, aneh memang keinginan para caleg bila ingin menang seharusnya investasi sosial dan politik jauh-jauh hari dipersiapkan bukan kayak politikus karbitan (instan) yang hanya berorientasi uang dan jabatan ketimbang membela hak rakyat. Realitasnya para caleg hanya mengkampanyekan jadi dirinya saja melalui baliho, spanduk, stiker, kartu nama, dll. Seharusnya spirit mencerdaskan rakyat melalui pendidikan berpolitik diberikan. Mareka tidak mau tau dengan aturan yang mareka langgar dalam menjalankan kegiatan-nya. Sehingga apa yang mareka perbuat baik pada masa pra kampanye ataupun pada tahap kampanye tidak pernah melakukan atau memberikan pendidikan politik kepada rakyat, karena rakyat tetap pada posisi sebagai objek untuk mengantarkan mareka meraih kekuasaan dan jabatan.
    (more…)

  • Demokrasi Para Penjudi dan Jurus Mabok Gus Dur Yang Keluar Lagi

    Sebentar lagi di negara ini akan diselenggarakan Pemilu untuk kesekian kalinya, sebuah kegiatan berbiaya tinggi yang diharapkan dapat mengubah wajah bangsa ini menjadi lebih baik dibanding sekarang.

    Idealnya dalam hiruk pikuk menjelang Pemilu seperti ini, yang terjadi adalah kegairahan menyaksikan pertarungan ide antar kandidat yang mendedah persoalan yang dihadapi bangsa ini. Entah itu persoalan ekonomi, budaya sampai posisi kita yang berada di pinggiran dalam percaturan politik internasional.
    (more…)

  • Partai Islam keok terus, 2009?

    Indonesia dengan mayoritas muslim yang berdasarkan sensus tahun 2000 berkekuatan 86,01% adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, negara dengan dominasi muslim yang sangat signifikan namun kenyataanya sejak berdiri tahun 1945, belum pernah sekalipun Islam yang direpresentasikan partai-partai Islam berada di puncak kekuasaan.

    Dari Pemilu tahun 1955 sampai Pemilu tahun 2004 Partai – partaiIslam selalu keok dengan partai nasionalis, Statistik pemenang pemilu dari tahun ke tahun sebagai berikut : 1955 ( PNI/22,3%), 1971 (Golkar/62,08%), 1977 (Golkar/62,11%), 1982 (Golkar/64,34%), 1987 (Golkar/73,11%), 1992 (Golkar/68,10%), 1997 (Golkar/74,51%),1999 (PDIP/33,76%), 2004 (Golkar/21,6%).
    (more…)

  • Fake Liberty Reserve Email

    15 jam yag lalu, Aceh Trader Charity menerima email dari Liberty Reserve Admin yang mengatakan bahwa “Libertyreserve Requires Warnings About Your Account”. Nah, disinilah jelinya cracker untuk mengirimkan fake email ke kita, he..he..he..

    Saya Konfirmasi ke Support Liberty Reserve (LR) untuk menanyakan email tersebut, karena asal email tersebut seperti alamat diatas. dan jawaban dari support bahwa mereka tidak pernah mengirimkan email ke pelanggan LR, dan saran mereka segera dihapus dan saling mengingatkan kepada teman2 yang laen, bahwa Email tersebut tidak pernah dikirimkan oleh pihak LR.
    (more…)

  • PM Turki Sumpah Serapahi Presiden Israel

    Hubungan Israel-Turki Israel memasuki babak baru yang dramatis. Dalam pertemuan di Davos, Swiss pekan ini, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan tanpa diduga secara berani meninggalkan forum pembicaraan ekonomi dunia setelah beradu mulut dengan Presiden Israel, Shimon Perez, Selasa malam (27/01). Erdogan tanpa rasa takut berdebat panas dengan Perez tentang agresi Israel di Jalur Gaza.

    “Kalian membunuhi orang-orang.” seru Erdogan keras kepada Perez. “Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!”
    (more…)