siwah.com

Category: Political Marketing

  • IFES Jajaki Media Center KIP

    BANDA ACEH – Para jurnalis di Aceh dalam waktu dekat akan mendapat pelayanan berbagai kebutuhan informasi terkait pelaksaan tahapan pemilu legislatif menyusul akan dibukanya sebuah Media Center.

    “Sejauh ini kita masih menjajaki dan mempersiapkaan berbagai kebutuhan yang diperlukan,” kata Program Officer IFES, Astri Suryandari kepada wartawan saat meninjau gedung Media Center KIP Aceh di Kompleks Gedung Arsip Jl T Nyak Arief, Rabu (25/3).
    (more…)

  • KIP Pidie Diduga Gelembungkan DPT

    SIGLI – Hasil rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Pidie yang diserahkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat kepada partai politik (parpol) diduga telah digelembungkan (di-mark up) mencapai 12.645 orang pemilih. Yakni, dari 267.818 pemilih sementara, kini membengkak menjadi 280.463 orang sebagaimana tercantum dalam DPT.

    Namun, pihak KIP justru menyatakan angka tersebut bukan penggelembungan, melainkan penurunan DPT. Pengurus Partai PKS Pidie, Teuku Syahrizal kepada Serambi, Kamis (26/3) mengatakan, hasil rekapitulasi jumlah PPS, TPS, dan DPT yang diserahkan KIP kepada partainya, ditengarai telah terjadi penggelembungan daftar pemilih tetap. Angka yang di-mark up itu mencapai 12.645 daftar calon pemilih.
    (more…)

  • Partai Aceh Protes

    BANDA ACEH – Meski pemilu tinggal sekitar dua minggu lagi, namun Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh masih terus dirundung berbagai persoalan. Mulai masalah logistik pemilu yang belum tuntas karena banyak surat suara yang rusak, kini KIP kembali ditohok dengan protes Partai Aceh (PA) yang menyatakan lambang partai mereka mengalami perubahan menyolok dalam surat suara yang dicetak KPU pusat.

    Juru Bicara Partai Aceh, Adnan Beuransyah mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan setidaknya ada lima kabupaten/kota yang sudah melaporkan bahwa lambang PA yang dicetak dalam surat suara pada pemilu mengalami perubahan dari aslinya. “Kondisi ini sangat merugikan kami. Kita sudah laporkan kepada KIP,” kata Adnan usai melayangkan protes ke Ketua Divisi Logistik dan Keuangan KIP Aceh Robby Syahputra di Sekretariat KIP Aceh, kemarin.
    (more…)

  • Wagub Minta Parpol Hindari Black Campaign

    BANDA ACEH – Seluruh partai politik (parpol) di Aceh untuk tidak melakukan black campaign (propaganda hitam) yang dapat menggangu Pemilu 2009 di Aceh. Sebab, selain akan mengganggu pelaksanaan pesta demokrasi pada 9 April mendatang, masalah tersebut juga dikhawatirkan akan merusak perdamaian yang telah berlangsung selama ini.

    “Mari kita semua memberikan pencerahan, bukan pembodohan kepada rakyat. Jangan hanya gara-gara pemilu atau kampanye akan merusak perdamaian dam persaudaraan yang telah terbina selama ini,” ujar Wagub Nazar usai shalat Jumat di Masjid Daroy Puni, Darul Imarah, Aceh Besar, kemarin.
    (more…)

  • Ribuan Warga Pijay tak Bisa Memilih

    MEUREUDU – Sebanyak 8.224 warga Kabupaten Pidie Jaya dilaporkan tidak bisa memilih karena tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada pada Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.
    Jumlah itu didasarkan pada data Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie Jaya yang menyebutkan bahwa jumlah warga kabupaten itu yang sudah wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 98.935 orang. Sementara jumlah DPT berdasarkan data KIP Pidie Jaya, hanya 90.711 orang. Artinya, jumlah warga wajib KTP dikurangi jumlah DPT, sehingga tersisa 8.224 warga lagi yang tidak bisa memilih pada Pemilu nanti.
    (more…)

  • Carter Center pantau Pemilu di NAD

    BANDA ACEH – Lembaga internasional, Carter Center telah mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk memantau pelaksanaan Pemilu 2009 di NAD.

    Ketua Pokja Pemantau KIP NAD, Nurjani Abdullah di Banda Aceh, Selasa, menyatakan, selain itu lembaga nasional, yaitu Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia (KIPPI), juga telah melapor ke KIP untuk memantau pelaksanaan pemilu di Aceh.
    (more…)

  • Suara pemilih rawan rusak

    MEUREUDU – Perubahan cara pemberian suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif tahun 2009 yang sudah diambang pintu, mengundang dan berpotensi meningkatnya jumlah suara rusak, terutama karena masih banyak warga di pedalaman belum mengetahui perubahan tersebut.

    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Malem Dagang, memprediksi 50 persen suara yang diberikan masyarakat di daerah itu pada Pemilu nanti rawan kerusakan atau tidak sah. Lembaga itu telah merampungkan survey untuk isu terkait, baru-baru ini.
    (more…)

  • Parpol tidak gelar kampanye karena intimidasi

    BANDA ACEH – Sebagian besar partai politik peserta Pemilu 2009 di Kabupaten Aceh Timur tidak menggelar kampanye rapat umum, karena mendapat intimidasi dari kelompok tertentu.

    Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Aceh Timur, Abdul Muthalib Ibrahim di Banda Aceh, Rabu, menyatakan, banyak parpol, baik nasional maupun lokal tidak berani menggelar kampanye terbuka, karena mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok tertentu.
    (more…)

  • Perdamaian Aceh di ujung tanduk

    IDI – Konflik lintas partai politik (Parpol) yang belakangan kerap terjadi di Aceh akibat perbedaan kepentingan politik, termasuk aksi penghilangan dan pengrusakan atribut partai dinilai dapat menggiring perdamaian Aceh ke ujung tanduk. Bahkan berpotensi melahirkan konflik baru di Bumi Serambi Mekkah.

    Penilaian ini disampaikan Ketua GeMPAR-ACEH, Auzir Fahlevi, SH melalui siaran pers diterima Waspada Online di Idi, tadi malam. Menurutnya, jika konflik ‘bawah tanah’ antar parpol berlanjut, secara perlahan menimbulkan kekecewaan massa pendukung parpol yang merasa menjadi korban. Kekecewaan ini bukan mustahil bakal bermuara pada aksi balas dendam berbau anarkis, hingga menyulut api konflik baru sesama masyarakat Aceh.
    (more…)

  • Omong kosong Partai Aceh menang, Aceh merdeka

    KUALASIMPANG – Omong kosong jika orang menyatakan kalau Partai Aceh (PA) menang pada Pemilu 2009 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), maka Aceh akan merdeka.

    Suara-suara miring itu tidak benar sama sekali dan tidak ada dasar serta mekanismenya dalam MoU Helsinki yang telah ditandatangani Pemerintah RI dan GAM pada tahun 2005, tegas Tgk. Hamdani Abu Bakar dalam orasinya pada kampanye terbuka Partai Aceh (PA) di Lapangan Sepak-bola, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat lalu.
    (more…)