siwah.com

Category: Political Marketing

  • Panwas akan segera tindak simpatisan PA

    BLANGPIDIE – Ketua Panwas Abdya, Zalsupran, siang ini, mengatakan kalau pihaknya akan segera menindak simpatisan Partai Aceh yang tertangkap tangan membawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat kampanye Partai Aceh, Rabu (1/4), yang lalu.
    (more…)

  • 2.000 surat suara di Aceh terendam banjir

    BANDA ACEH – Sedikitnya 2.000 lembar surat suara untuk DPR RI, DPRA, DPRK dan DPD di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara dilaporkan rusak akibat terendam banjir yang melanda wilayah itu.

    Ketua Pokja logistik Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Robby Syahputra di Banda Aceh, Senin, menyatakan KIP Aceh Utara sudah melaporkan hal itu ke KPU untuk segera diganti. Surat suara yang rusak tersebut terdiri dari DPR RI NAD-2 sebanyak 100 lembar, DPRA daerah pemilihan (DP)-5 731 lembar, DPRK DP-3 532 lembar dan surat suara DPD 539 lembar.
    (more…)

  • Kampanye Terbuka di Aceh Bukan Ukuran Kekuatan Parpol

    Sejak bergulirnya era kampanye terbuka tanggal 16 Maret 2009 sampai tulisan ini dibuat, perhelatan kampanye terbuka di berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kurang menarik, lesu dan tidak bersemangat, hal ini sangat kontras dengan pertumbuhan demokrasi yang sangat cepat pasca penandatanganan MoU Helsinki. Bahkan, ikrar Pemilu damai yang digembar-gemborkan di depan Masjid Raya Baiturrahman serta dicanangkan di berbagai Kabupaten/Kota tidak diindahkan sama sekali, terbukti Brigade 8 PKS Aceh berani mengancam Partai Aceh yang diduga melakukan tindakan kriminal dengan memukul kader PKS di Lhokseumawe ataupun melakukan tindakan tidak terpuji kepada kader wanita PKS di Bireuen tanggal 16 Maret 2009 ketika konvoi bersama parpol mengawali rangkaian kampanye terbuka.
    (more…)

  • PAN dan Marketing Politik

    Zaman sudah membunuh ideologi. Partai politik bukan lagi adonan dari aspal keyakinan, pasir prinsip, batu moral dan kerikil falsafah yang akan mengantar pada tujuan kesejahteraan. Parpol kini tak lebih dari sekadar papan reklame yang menjadi penghias sepanjang jalan. Sementara jalanannya sendiri ganti dibangun dari pondasi kepentingan.

    Tak percaya? Coba apa masih laku menggelar rapat akbar partai di tengah lapangan minus musik dangdut? Apa masih jitu mengetuk rumah orang menawarkan program? Masih untung lho kalau tidak dijawab bantingan pintu. Atau coba saja tanya caleg PDIP apa ideologi partainya? Mayoritas paling hanya mampu menunjuk gambar besar Soekarno.
    (more…)

  • Uang Panas Musim Kampanye

    Ujang Zaenal Abidin (40 th)—Caleg DPRD Lebak tak bakal menduga akhirnya ia menjadi pesakitan hamba hukum. Persoalan bagaimana membiayai kampanyenya yang semakin lama menguras kantongnya, membuatnya mata gelap. Ketika uang habis, satu satunya jalan adalah menjarah kebun kepala sawit milik penduduk desa sebelah.

    Pemilu sudah merupakan investasi dan banyak orang yang terlibat berusaha meraup kemakmuran melalui ajang lima tahunan ini. Perputaran uang dalam kampanye sangat tinggi. Tidak salah forecast dari pertumuhan ekonomi mikro tahun 2009 akan banyak berasal dari dana politik. Termasuk industri kreatif, seperti cetak kaos, film iklan sampai media penanyangan.
    (more…)

  • Pemilu Dalam Islam

    ISLAM dengan totalitas ajarannya, mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia. Tidak hanya sebatas mengatur ‘ibadah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (mu’amalah), termasuk pengaturan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan. Tujuannya mewujudkan kemaslahatan umat, tegaknya nilai-nilai keadilan di bumi. Jika nilai-nilai kemaslahatan dan keadilan itu diabaikan, maka sungguh akan terjadi berbagai bentuk diskriminasi, penindasan dan kezaliman.

    Islam mengatur dan menetapkan bahwa harus ada pemimpin yang akan menyelenggarakan dan mengawasi jalannya pemerintahan negara. Harus ada lembaga yang membuat peraturan, juga harus ada lembaga yang secara khusus menegakkan supremasi hukum. Ketiga otoritas itu–dalam teori kenegaraan modern disebut saparation of power, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif. Begitu pun pentingnya satu pemerintahan (negara) dalam mengatur dan memberikan perlindungan kepada rakyatnya, tetapi Islam tidak pernah memberikan suatu model atau bentuk dari suatu negara tersebut. Maka munculnya perbedaan di kalangan para ahli hukum dan pakar politik, adalah sesuatu yang wajar.
    (more…)

  • PRA Gebrak Arena Kampanye

    * Di Lhokseumawe Dihadiri Warga Asing

    BANDA ACEH – Para juru kampanye Partai Rakyat Aceh (PRA) dari Dewan Pimpinan Pusat PRA, Selasa (24/3) kemarin, menggebrak sejumlah arena kampanye di Aceh Tamiang, Langsa, Kota Lhokseumawe, dan Bireuen.

    Informasi yang dihimpun Serambi dari sejumlah daerah, dan keterangan Sekjen DPP PRA, Thamren Ananda menyebutkan, kampanye PRA terbesar dan termeriah berlangsung di lapangan Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Massa yang memadati arena kampanye antusias mengikuti pemaparan program PRA yang disampaikan silih berganti oleh Thamren Ananda (Sekjen DPP), Munir Azis dan Muliadi (caleg DPRA), Syafruddin KS (Ketua DPW) Tamiang, dan Aprizal Rozi (Sekretaris DPW Tamiang). Kegiatan itu juga dihadiri oleh seluruh caleg DPRK.
    (more…)

  • Caleg Demokrat Tuding KIP Aceh tidak Profesional

    * Contoh Surat Suara tak Memuat Parlok

    BANDA ACEH – Calon anggota legislatif menuding Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh tidak berkerja secara profesional dan bertanggung jawab. Ini dikarenakan hingga 15 hari H pemilu KIP tidak memiliki contoh surat suara yang memuat partai lokal sebagai bahan sosialisasi. Kondisi ini menyebabkan para caleg sulit melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

    Keluhan ini disampaikan seorang caleg DPRA dari Partai Demokrat Yusrizal Ibrahim kepada Serambi Selasa (24/3) malam. Ia menyebutkan, dirinya dan sejumlah caleg lainnya mengakui sangat sulit untuk menyosialisasikan cara menadai pilihan yang benar karena dalam surat suara contoh yang diberikan KIP provinsi Aceh tidak memuat partai lokal, melainkan hanya berisi 38 partai nasional saja. “Ketika kami mau mensosialisasikan kepada mereka tanya mana partai lokal. Jadi ini sangat berpengaruh pada pemilih. Ini sangat berpotensi akan menyesatkan pemilih pada pemilu nanti,” ujarnya.
    (more…)

  • Rumah Caleg PA Dilempari Granat

    REDELONG – Kekerasan dan intimidasi terhadap kader dan pengurus partai peserta Pemilu 2009, dilaporkan terus terjadi dalam masa kampanye damai ini. Kamis (26/3) dinihari kemarin, misalnya, rumah seorang calon anggota legislatif (caleg) Partai Aceh (PA) di Kabupaten Bener Meriah dilempari granat.

    Kasus pelemparan granat oleh dua orang bersepeda motor sekitar pukul 01.30 WIB itu, menimpa dan menghancurkan atap rumah bagian belakang, milik Rizal Fahlevi SE (32), yang tercatat sebagai seorang Caleg PA Daerah Pemilihan (Dapil) Bener Meriah-III. Namun, insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
    (more…)

  • Caleg Golkar Pilih Kampanye Dialogis

    BANDA ACEH – Sejumlah calon anggota legislatif dari partai Golkar Aceh menyatakan pihaknya lebih memilih cara dialog untuk menarik calon pemilih. Sistem kampanye dialogis di ruang tertutup, rumah-rumah keluarga, warung bakso, kedai kopi, dan lainnya dinilai lebih efektif meraup suara ketimbang kampanye di lapangan terbuka.

    Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pemenang Pemilu Partai Golkar Aceh, Drs H Sulaiman Abda kepada Serambi, Kamis (26/3), terkait minimnya aksi panggung para kader Golkar di beberapa daerah. “Kampanye dialogis dan silaturrahmi dengan pemilih serta melakukan sosialisasi tata cara pencontrengan kertas suara yang benar kepada pemilih. Hasil lebih jelas ketimbang melakukan kampanye terbuka, uang habis, hasilnya tidak dapat diprediksi,” ujar Sulaiman Abda kepada Serambi, Kamis (26/3) di Banda Aceh.
    (more…)