siwah.com

Category: Political Marketing

  • Pertarungan Jokowi vs Prabowo Makin Sengit

    JAKARTA- Pertarungan calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) dengan capres Gerindra, Prabowo Subianto diperkirakan akan tambah sengit.

    Menurut Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, elektabilitas Prabowo terus mengalami peningkatan sedangkan Jokowi justru mengalami penurunan.

    Hasil survei terbaru Indikator Politik, menunjukkan elektabilitas Prabowo dengan Jokowi hanya selesih sekira 15 persen. “Hingga April 2014, elektabilitas Jokowi masih teratas, disusul Prabowo di peringkat kedua dengan selisih sekitar 15 persen. Dalam satu bulan terakhir, selisih dukungan antara Jokowi dengan pesaing terkuat, Prabowo, semakin mengecil,” jelas Burhan saat jumpa pers di Kantor Indikator Jalan Cikini V Nomor 15A Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2014).
    (more…)

  • Ada Desain Jokowi Seolah Dizalimi & Teraniaya

    Source okezone.com

    JAKARTA – Pakar politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, berpendapat tulisan “RIP-Jokowi” yang sempat beredar di media sosial mungkin saja ditulis oleh tim sukses calon presiden dari PDIP itu.

    “Bisa ditafsirkan dilakukan oleh tim sukses Jokowi sendiri. Ini bukan tanpa dasar,” kata Zaki Mubarak, dalam keterangan tertulis, kemarin.

    Zaki menanggapi tulisan “RIP-Jokowi” yang sempat beredar di media sosial yang penyebarnya hingga saat ini belum diketahui. Menurut dia, sejak awal sudah terbentuk desain dari tim Jokowi supaya dikesankan teraniaya dan seolah diserang.
    (more…)

  • Mempertimbangkan Political Marketing

    Indonesia baru saja melewati satu fase penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemilu 2014 sukses digelar 9 April memilih calon anggota DPR, DPRD, DPD. Pemilu merupakan sarana demokratis untuk membentuk pemerintahan yang berbasis pada kedaulatan rakyat. Seperti pemilu tahun 2004 dan 2009, pada pemilu 2014 masyarakat memilih langsung calon-calon wakil rakyat dan calon presiden yang dikehendaki. Dengan usainya pemilu legislatif, tercatat beberapa hal yang perlu dievaluasi, khususnya sehubungan dengan metode kampanye yang digunakan.

    Perhelatan pemilu 2014 harus diakui mendorong dinamika komunikasi politik di berbagai wilayah lebih bergairah. Sejak Agustus 2013, organisasi politik dan para pelaku politik, mulai dari partai politik, caleg, dan capres, ramai-ramai turun gelanggang memperkenalkan diri mereka ke masyarakat. Setelah KPU resmi mengumumkan Daftar Calon Tetap Legislatif pada awal Agustus 2013, ruang-ruang publik di kota dan daerah dipenuhi beragam alat peraga kampanye. Hari-hari besar nasional dan keagamaan menjadi alunan pesan yang mewarnai isi poster, spanduk, banner, dan baliho yang terdapat di lokasi-lokasi strategis, perempatan jalan, jembatan penyeberangan, termasuk pula dinding-dinding gedung-gedung besar yang menyolok mata warga masyarakat. Bahkan di bawah rindangnya pepohonan, sering ditemukan wajah-wajah para caleg berupaya menyapa dengan ramah warga masyarakat.
    (more…)

  • Golkar Raih 80 Kursi DPRK

    * Kuasai 5 Ketua, 7 Wakil Ketua

    BANDA ACEH – Pemilu 2014 membawa angin segar bagi partai politik berbasis nasional (parnas) di Aceh. Hampir semua parnas mendapatkan tambahan perolehan kursi di DPRA maupun DPRK se-Aceh. Selain Partai Nasdem yang langsung menggebrak di pemilu pertamanya, peningkatan suara cukup siginifikan dirasakan oleh Partai Gerindra dan Partai Golkar.

    Seperti diberitakan harian ini kemarin, si pendatang baru Partai Nasdem diprediksi meraih 8 kursi untuk DPRA dan 62 kursi DPRK se-Aceh. Sementara Partai Gerindra yang dalam Pemilu 2009 lalu hanya punya lima kursi DPRK, kali ini melejit menjadi 38 kursi DPRK se-Aceh dan 3 kursi di DPRA.
    (more…)

  • Parpol Turun Suara Harus Evaluasi Diri

    BANDA ACEH – Pengamat hukum dan politik, Saifuddin Bantasyam SH MA mengatakan, perlu ada penelitian ilmiah atau setidaknya evaluasi diri oleh partai politik (parpol) untuk mengetahui apa penyebab utama mengapa perolehan kursi Partai Aceh dan Partai Demokrat, misalnya, turun pada Pileg 9 April lalu di Aceh. Sebaliknya, mengapa pula suara Partai NasDem dan Gerindra meningkat.

    Ia berpandangan, hasil pileg tahun ini selayaknya dijadikan pengurus parpol sebagai awal bagi kesadaran bersama bahwa rakyat memang berdaulat dalam menentukan pilihannya. “Parpol pun harus percaya bahwa publik itu memiliki rasionalitasnya sendiri dan menghukum siapa pun yang mereka mau,” kata Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH Unsyiah) ini saat dimintai pendapatnya, Senin (5/5) sehubungan dengan liputan eksklusif Serambi berjudul Menanti Langkah PA ke Depan yang dipublikasi kemarin.
    (more…)

  • Mualem: PA Siap Berubah

    SERAMBI/BUDI FATRIA

    BANDA ACEH – Wagub Aceh, Muzakir Manaf yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP-PA) menyatakan, hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 akan dijadikan bahan kajian dan analisa untuk menjadi dasar bagi PA melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

    “Celah-celah kelemahan PA di Pileg 2014 akan dievaluasi dan dijadikan bahan untuk mengubah sistem komunikasi partai kepada rakyat,” kata Muzakir Manaf secara khusus menjawab Serambi di ruang kerjanya, Senin (5/5).
    (more…)

  • Demokrasi “Roller Coaster”

    KOMPAS.com — Kemenangan dan kekalahan dalam sistem demokrasi dapat digambarkan sebagai pendulum biner yang bekerja di atas prinsip sticks-and-carrots (hukuman dan ganjaran).

    Kemenangan sebuah parpol dalam pemilu, dengan begitu, bukanlah sebuah kebetulan atau kecelakaan. Terdapat rasionalitas publik yang memungkinkan terjadinya kemenangan berpihak pada parpol tertentu atas dasar pilihan-pilihan rasional, setidaknya ”kuasi” rasional. (more…)

  • Capres dan Media Sosial

    Ilustrasi, Kompas Cetak

    KOMPAS.com – Siapa yang menguasai internet dan media sosial, dialah yang akan memimpin negara. Barack Obama sudah membuktikannya di AS. Bagaimana dengan calon presiden Republik Indonesia? Sejauh mana capres-capres memanfaatkan media sosial untuk menjaring pendukung?
    Sebelum menjabat presiden Amerika Serikat 2008, Barack Obama, Senator Illinois ini, sukses memanfaatkan internet untuk menjaring pendukung dan mengumpulkan dana secara online. Obama memiliki jejaring sosial mulai dari Facebook, LinkedIn, Youtube, Twitter, Friendster, hingga MySpace. Pada pemilihan periode kedua 2012, Obama juga memanfaatkan jejaring sosial lainnya yang populer di Amerika, seperti Google Hangouts.

    Menguasai komunikasi publik salah satu kunci kemenangan capres. Franklin D Roosevelt menggunakan radio untuk menjangkau pendukungnya, John F Kennedy memanfaatkan televisi untuk meraih kemenangan.

    Barack Obama memanfaatkan internet, menyapa masyarakat akar rumput melalui media sosial yang bertebaran di Amerika. Obama mencatat sejarah, menjadi orang berkulit hitam pertama yang tinggal di Gedung Putih. Internet menjadi sarana ampuh bagi Obama.
    (more…)

  • Lembaga Survey dan Konsultan Marketing Politik; Antara Data Statistik, Teori Politik, Analisis Sosial-Budaya dan Ekskusi Program Kreatif

    Photo Credit: ©iStockphoto.com/ricardoinfante

    Seorang Konsultan marketing politik pada umumnya bekerja lebih pada segi aspek emosional pemilih dibandingkan dengan pemaparan program-program kerja secara spesifik atau penjelasan teknis program. Media akan memiliki peran utama dalam bidang pekerjaan para konsultan marketing politik akan tetapi media bukanlah satu-satunya alat dengan melalui sebuah metode para konsultan marketing politik mencakup penggunaan teknik-teknik penargetan dalam komunikasi jarak dekat atau metode persuasi dengan campuran retorika melakukan rekayasa penggeseran tema perdebatan dalam memengaruhi tingkah laku pemilih. Tema kampanye adalah bagian dari strategi ini sebagai pembuatan topik yang menarik bagi pemilih. Kebijakan pelaku marketing politik dapat baik digunakan sebagai penyebab mempromosikan seorang atau partai dalam suatu negara, Konsultan marketing politik sering dipersalahkan berperilaku bagaikan menjual produk barang-barang dibandingkan dengan ide-ide atau program politik. (Michel Le Séac’h, L’Etat marketing, comment vendre des idées et des hommes politiques) – (wikipedia)
    (more…)

  • Eep: Jokowi Effect Ada

    Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak kalangan yang mengatakan popularitas dan elektabilitas bakal calon presiden Joko Widodo tidak berpengaruh signifikan dengan perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pemilihan Umum Legislatif, 9 April lalu.

    Tapi, CEO Pollmark Indonesia-Political Marketing Consulting Eep Saefullah Fatah mengatakan hal yang berbeda. Menurutnya, Jokowi Effect atau pengaruh Jokowi terhadap kemenangan PDIP cukup besar. Hal tersebut dilihat dari peta persebaran pemilih PDIP di sejumlah provinsi.

    (more…)