siwah.com

Category: Education

  • Demokrat Bergeming

    Jakarta, Kompas – Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat tetap bergeming, tidak bersedia berkompromi, terkait pelibatan partai politik dalam lembaga penyelenggara pemilihan umum. Wakil partai politik terlibat dalam Dewan Kehormatan di penyelenggara pemilu saja.

    Sikap Fraksi Partai Demokrat (F-PD) itu menyebabkan lobi informal fraksi-fraksi di Komisi II DPR, terkait penyusunan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, belum membuahkan hasil. Anggota Komisi II DPR dari F-PD, Ignatius Mulyono, di Jakarta, Kamis (11/11), menegaskan, penyelenggara pemilu harus benar-benar mandiri, seperti diamanatkan dalam konstitusi.

    Kemandirian itu, katanya, diartikan, lembaga penyelenggara pemilu, terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), harus bebas dari unsur parpol. ”Bagaimana mungkin anggota parpol sebagai pemain sekaligus wasit dalam pemilu? Itulah yang tidak bisa kami kompromikan,” katanya.

    F-PD mempertahankan usulan agar mereka yang menjadi anggota KPU dan Bawaslu harus bebas dari keanggotaan parpol, minimal lima tahun sebelum mendaftarkan diri. Usulan itu mendapat dukungan dari Fraksi Partai Amanat Nasional.

    Awalnya tujuh fraksi lain di Komisi II DPR meminta parpol dilibatkan sebagai anggota KPU dan Bawaslu. Namun, karena tak kunjung menemukan titik temu, mereka mengalah dan mengusulkan anggota harus keluar dari parpol begitu terpilih menjadi anggota KPU dan Bawaslu.

    ”Sekarang tidak ada lagi yang mengusulkan parpol dilibatkan dalam KPU dan Bawaslu. Tinggal masalah waktu, dua fraksi mengusulkan lima tahun harus bebas dari parpol, tujuh fraksi ingin begitu masuk KPU atau Bawaslu, orang itu langsung mundur dari parpol,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/PDI-P).

    F-PD DPR hanya berkompromi terkait dengan keanggotaan Dewan Kehormatan (DK) KPU. ”Hal yang bisa dikompromikan itu adalah parpol ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan KPU dan Bawaslu. Artinya, parpol bekerja di DK KPU,” kata Mulyono.

    Anggota Komisi II DPR dari F-PDIP, Arif Wibowo, menilai, keterbukaan F-PD untuk melibatkan parpol dalam DK KPU adalah sebuah kemajuan. Namun, dia mengusulkan agar DK KPU bersifat permanen sehingga dapat mengusut kecurangan atau pelanggaran pemilu yang dilakukan KPU dan Bawaslu.

    Sebagai jalan tengah atas silang pendapat yang terjadi, Arif mengusulkan agar sebagian kewenangan KPU dikurangi. Pengurangan kewenangan itu penting agar KPU tak bersikap sewenang-wenang karena saat ini KPU adalah pemegang kuasa tunggal penyelenggaraan pemilu. Kewenangan dan posisi itu dikhawatirkan akan membuat KPU mudah mengarahkan kemenangan pihak-pihak tertentu. (nta)

    Source: Kompas.com

  • Salaman Tifatul-Michelle Obama Mendunia

    tifatul salaman dg Michelle

    VIVAnews – Momen salaman Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dengan Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, menjadi berita di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat. Salah satu kantor berita Amerika, The Associated Press, ikut melaporkan soal kejadian yang menurut Tifatul, “tidak disengaja” itu.

    AP melaporkan dengan judul “Minister admits reluctant Michelle Obama handshake” alias Menteri mengakui enggan menyalami Michelle Obama. AP lalu mengutip tweet Tifatul yang menyatakan, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu mengaku sudah berusaha agar tak menyentuh tangan Michelle Obama yang disodorkan kepadanya. Namun tangan kanan Ibu Negara AS yang mantan pengacara itu, kata Tifatul, terlalu maju sehingga salaman tak terelakkan.

    Tak lupa, AP menaruh sejumlah latar belakang sejumlah sensasi yang dimunculkan Tifatul, mulai dari soal komentarnya soal bencana alam disebabkan moral dan guyonannya soal kepanjangan dari penyakit AIDS.

    Sementara Yahoo! News juga menurunkan berita tersendiri di segmen Upshot-nya. Yahoo! menulis, Tifatul menjadi perhatian karena salaman dengan Michelle padahal sebelumnya dia selalu menghindar bersalaman dengan perempuan bukan muhrim.

    Tak lupa Yahoo! melampirkan tayangan video yang menunjukkan salaman itu. Meski Tifatul membantah sengaja menyalami Michelle, Yahoo! menulis, “video peristiwa itu terlihat bertentangan dengan penjelasan Tifatul — namun Anda hakimnya.”

    Masih di Amerika Serikat, sejumlah blogger juga mengulas peristiwa itu di situs ternama seperti Washington Post dan Huffington Post. Sejumlah media lokal seperti Chicago Tribune, kota asal Obama, juga menulis.

    Di Australia, Daily Telegraph, juga menurunkan laporan soal insiden salaman Tifatul dengan Michelle ini.

    Dan sekali lagi, benar atau tidak salaman itu tak sengaja, Andalah yang harus menjadi hakimnya.

    Source: vivanews.com

  • Obama: Saya Banyak Didoktrin tentang Pancasila

    Obama di balairung UI Depok
    JAKARTA – Banyak poin penting yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia (UI). Salah satunya, tentang pentingnya pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

    “Saat saya belajar di Indonesia, saya banyak didoktrin tentang Pancasila. Dan saat ini demokrasi sebagai makna dari Pancasila sudah berjalan baik di Indonesia,” kata Presiden Obama dalam pidatonya, Rabu (10/11/2010).

    Hal itu, lanjut pria yang pernah menjalani masa kecilnya di Jakarta ini, terlihat dari proses pemilihan langsung yang sudah dilaksanakan di Indonesia.

    “Memilih anggota parlemen juga sudah dilaksanakan secara langsung. Di tengah masyarakat Indonesia yang dinamis pertahankan terus demokrasi itu,” pinta Obama.

    Poin lain yang juga disitir Presiden Obama adalah kerjasa sama Indonesia dengan Amerika yang terus ditingkatkan.

    “Saya baru saja menandatngai perjanjikan kerjasama di bidang ekonomi dan Industri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah tumbuh baik dengan lebih dari 50 persen menghasilakn produk ekspor,” jelasnya.

    Kekuatan lain yang juga dimiliki Indonesia, kata Obama, adalah sumber daya alam yang sangat memadai.  
    (ded)

    Source: okezone.com

  • Obama: Indonesia Bagian dari Diri Saya

    Obama di balairung UI Depok

    DEPOK, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, merebut simpati dan decak kagum dari Indonesia karena perhatian besar dari salah satu pemimpin negara terkemuka di dunia ini kepada negara di mana ia sempat besar bersama ayah tiri dan ibu kandungnya selama 4 tahun. Dalam pidatonya di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Barack Obama memuji ketabahan ataupun keuletan bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana alam yang berlangsung belakangan, terutama bencana Gunung Merapi.

    “Indonesia bagian dari diri saya,” demikian potongan kalimat yang diucapkan Obama secara fasih dalam bahasa Indonesia untuk mengungkapkan betapa besar ia merasa terlibat dalam duka Indonesia terhadap bencana alam yang terjadi belakangan. Di balik pengantar yang cukup menyentuh ini, Obama juga menyampaikan guyonan sederhana dengan mengucapkan beberapa kata yang sempat diucapkan secara lantang saat ia sempat berada di Jakarta pada masa kanak-kanaknya.

    ” Sate…bakso,…enak ya,” ucapan lantang Obama dalam bahasa Indonesia itu spontan mendapatkan sambutan gelak tawa dari para hadirin di Balairung UI. Jimmy Hitipeuw

    Source: Kompas.com

  • Kenapa Mega Datang ke Istana Tadi Malam?

    megawati hadir di istana negara
    JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran mantan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, tadi malam, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Mega kerap tidak pernah memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sejumlah momen.

    Politisi senior PDI-P Pramono Anung mengatakan, kedatangan Mega bukanlah hal yang tiba-tiba diputuskan. “Ibu diundang sebagai mantan presiden kelima. Kalau dilihat dari tempat duduknya, secara protokoler, beliau itu menduduki sebagai mantan presiden kelima. Jadi kalau duduk sebagai istri Ketua MPR tentunya tempat duduknya tidak di situ. Tetapi sebagai mantan presiden kelima, tempat duduknya di samping Michelle,” ungkapnya di Gedung DPR, Rabu (10/11/2010).

    Menurut Wakil Ketua DPR ini, Mega diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono. Pramono juga yakin, Kepala Negara juga mengundang mantan Presiden ketiga BJ Habibie.

    Pramono menambahkan kedatangan Mega menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik meski memiliki posisi politik yang berbeda. Apalagi, kunjungan Obama memperoleh perhatian yang luar biasa dari dunia internasional.

    “Sehingga kehadiran Ibu Mega semata-mata untuk memperlihatkan bahwa proses demokratisasi di republik ini sudah mengalami kematangan,” tandasnya.

    Menurut catatan Kompas.com,  ini adalah kedatangan Megawati pertamakali ke Istana memenuhi undangan sejak ia dikalahkan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilu presiden 2004. Sebagai mantan Presiden, Megawati selalu diundang menghadiri upacara kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara. Namun, ia tidak pernah datang.
    Caroline Damanik ? ?Editor: Heru Margianto

    Source: Kompas.com

  • Cetro Tolak Anggota Parpol Masuk KPU

    BANDUNG, KOMPAS – Centre for Electoral Reform menolak usulan masuknya anggota partai politik dalam kepengurusan penyelenggara pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu, dalam rencana revisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. Masuknya unsur parpol itu dianggap menodai independensi penyelenggara pemilu.

    ”Kondisi ini akan menimbulkan tarik-menarik kepentingan dalam lembaga pemilu yang seharusnya mandiri dan imparsial. Perwakilan parpol menjadi penyelenggara pemilu juga inkonstitusional karena bertentangan dengan Pasal 22 E Ayat (5) UUD 1945,” kata Arman Riyansyah, peneliti Cetro, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/11).

    Anggota parpol yang menjadi penyelenggara pemilu, tak dapat dihindari, akan membawa agenda dan kepentingan politik parpol masing-masing. ”Keputusan penyelenggara pemilu nantinya menguntungkan beberapa pihak saja karena sarat kepentingan,” ujarnya di Bandung.

    Dalam kondisi saat ini saja, yakni anggota KPU disyaratkan bebas dari keanggotaan parpol mana pun selama lima tahun, Arman menilai masih banyak hal yang membuat publik ragu akan netralitas mereka.

    Ia mencontohkan hengkangnya Andi Nurpati dari KPU dan menjadi pengurus Partai Demokrat. Kejadian itu menimbulkan kecurigaan akan kinerja Andi selama di KPU, apakah yang bersangkutan bersikap netral ataukah tidak.

    ”Kami mendesak Komisi II DPR untuk tidak memasukkan perwakilan parpol sebagai penyelenggara pemilu dan segera menyelesaikan revisi UU No 22/2007,” kata Arman.

    Selama sebulan ini, Cetro juga menyebarkan formulir petisi online yang isinya meminta publik menolak usulan unsur parpol masuk dalam kepengurusan penyelenggara pemilu. Formulir yang terisi akan diberikan kepada Komisi II DPR sebagai bahan advokasi penolakan tersebut.

    Ketua KPU Kota Bandung Apipudin mengatakan, undang-undang sekarang yang mensyaratkan calon anggota KPU selama lima tahun tidak boleh menjadi anggota parpol cukup adil untuk menilai netralitas seseorang.

    Apipudin berpendapat, daripada mengusulkan unsur parpol masuk ke dalam lembaga penyelenggara pemilu, sebaiknya DPR dan pemerintah membenahi infrastruktur KPU hingga di tingkat daerah. (REK)

    Source: Kompas.com

  • Delapan Parpol Bertemu

    Jakarta, Kompas – Sejumlah partai politik menengah terus berupaya mengantisipasi kemungkinan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen pada Pemilihan Umum 2014. Mereka pun berupaya menggandeng parpol nonparlemen. Langkah itu diyakini dapat meningkatkan suara.

    Upaya itu, antara lain, dilakukan pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN), Sabtu (6/11) malam, dengan bertemu pimpinan tujuh parpol yang tidak mendapat kursi di DPR. Ketujuh partai itu adalah Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Persatuan Daerah, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Pelopor, Partai Matahari Bangsa, Partai Indonesia Baru, dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia.

    Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto, Minggu, menjelaskan, dalam pertemuan itu antara lain disepakati bahwa mereka akan berupaya agar gabungan parpol dapat diterima sebagai peserta Pemilu 2014.

    ”Jika opsi itu tidak diterima, kami akan memikirkan opsi lain, seperti delapan partai itu akan maju sendiri, tetapi sebelumnya ada kesepakatan bersama bahwa nanti akan bergabung di DPR. Opsi lain yang dipikirkan adalah adanya partai induk,” kata Bima.

    Langkah itu dilakukan tidak hanya agar mereka dapat lolos dari kemungkinan naiknya ambang batas parlemen menjadi 5 persen, tetapi juga untuk memperkecil jumlah suara yang hilang.

    Dengan ambang batas parlemen 2,5 persen di Pemilu 2009, ada 18 juta suara yang hilang. Jika ambang batas dinaikkan menjadi 5 persen, seperti wacana sejumlah partai besar, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI-P, dan Partai Keadilan Sejahtera, suara yang hilang diperkirakan bisa mencapai 36 juta.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani menuturkan, kemungkinan ada sembilan parpol yang akan melebur ke partainya di Pemilu 2014. Enam di antaranya adalah Partai Buruh, Partai Merdeka, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, PNI Marhaenisme, Partai Kedaulatan, dan Partai Sarikat Indonesia. Tiga partai lainnya akan diumumkan saat ulang tahun Gerindra pada Februari 2011.

    Sembilan partai itu, lanjut Muzani, sekarang masih berdiri sendiri-sendiri karena mereka memiliki kursi di DPRD. Namun, menjelang Pemilu 2014, mereka akan melebur ke Gerindra. ”Kompensasi partai yang melebur, calegnya akan dimasukkan dalam daftar caleg Partai Gerindra,” kata Muzani.

    Terkait dengan gerakan konfederasi parpol itu, Partai Golkar tidak khawatir. Partai Golkar pun membuka pintu bagi parpol mana pun yang akan bekerja sama. Sejumlah parpol telah menjalin komunikasi politik yang intens dengan Partai Golkar. ”Tapi, janganlah kami yang menyebutkan (parpol yang mendekat ke Partai Golkar),” kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso seusai diskusi pemilu kepala daerah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.

    Menurut Priyo, gagasan konfederasi dinilai memperkaya pemikiran terkait revisi paket undang-undang bidang politik. Hanya saja, Partai Golkar akan mematangkan sistem politik secara menyeluruh. Partai Golkar tetap berpandangan gagasan meningkatkan ambang batas parlemen menjadi minimal 5 persen.

    Didik Supriyanto dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi menyatakan, gagasan Partai Golkar menaikkan besaran ambang batas parlemen menjadi minimal 5 persen merupakan taktik politik. (DIK/NWO)

    Source: kompas.com

  • PEMILU AS Obama Berharap “Keajaiban” Muncul

    Washington, Selasa – Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Senin (1/11), selama 11 jam berturut-turut memohon kepada warga di Negara Bagian Pennsylvania agar memenangkan Demokrat. Ia mengharapkan keajaiban, berupa kemenangan Demokrat dalam pemilu, Selasa.

    Pada pemilu pertengahan ini (midterm election) warga AS memilih 37 dari 100 kursi Senat AS dan memilih 435 kursi House of Representatives (DPR). Jabatan Obama tidak akan terganggu hingga 2012. Namun, kemenangan Republik di Senat dan DPR, yang terlihat dari hampir semua hasil jajak pendapat, akan membuat Republik mementalkan semua kebijakan Obama.
    (more…)

  • REVISI UU NO 22/2007 Penyusunan Terlalu Lama

    Jakarta, Kompas – Penyusunan rancangan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum dianggap sudah terlalu lama. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mengganggu tahapan Pemilihan Umum 2014.

    ”Sebenarnya ini sudah terlalu lama, mengambang di Komisi II DPR,” kata Wakil Ketua DPR, yang membawahi komisi bidang politik dan hukum, Priyo Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/11).
    (more…)

  • Repulik Menang di DPR, Demokrat di Senat

    WASHINGTON, KOMPAS.com – Partai Republik memberi pukulan kepada Presiden Barack Obama dengan meraih kemenangan telak di DPR (House of Representatives) berdasarkan hasil perhitungan sementara pemilu sela, Rabu (3/11). Republik berhasil meraih posisi mayoritas di DPR tetapi gagal menggusur posisi mayoritas Demokrat di Senat, meski sukses menggerus jumlah kursi Demokrat di lembaga itu.

    Kemenangan Republik itu menghadirkan sebuah era pemerintahan yang terbagi di Amerika Serikat. Obama akan harus berhadapan dengan Kongres yang lebih konservatif, yang akan mencakup anggota gerakan tea party yang anti-establishment. Hasil pemilu itu mencerminkan frustrasi warga Amerika terhadap melemahnya ekonomi AS dan kekecewaan terhadap Obama, yang sukses mencapai Gedung Putih dua tahun lalu dengan sebuah pesan harapan dan perubahan tetapi gagal mewujudkannya.
    (more…)