siwah.com

Category: Education

  • Belajar dari Obama, Jaring Dukungan Lewat Facebook

    Salah satu faktor penentu kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat, awal November lalu, adalah berhasil menggaet pendukung di dunia maya. Selain membuat situs barackobama.com, ia juga mendekatkan diri dengan pendukungnya melalui banyak situs, termasuk situs jejaring sosial, salah satunya Facebook.

    Berkaca kepada pengalaman pemilihan presiden AS tersebut, media alternatif seperti situs pribadi, portal video YouTube, portal jaringan Facebook, atau pesan layanan singkat memang sangat memengaruhi pencitraan kandidat.
    (more…)

  • Manuver Parpol: Gelar Pahlawan hingga Sembako Murah

    JAKARTA – Partai politik yang menjadi peserta pemilu 2009 mulai menabuhkan genderang perang. Sejumlah manuver dan strategi pun dilakukan. Ada yang menggaet kalangan artis, ada yang memberikan gelar pahlawan, hingga meluncurkan wacana sembako murah.

    Sebagaimana diketahui, untuk mendongkrak poluparitas, sejumlah partai menggandeng kalangan artis. Pasalnya, dengan adanya kader artis, sosialisasi partai menjadi lebih mudah karena ditunujang figur yang memiliki popularitas.
    (more…)

  • Kaleidoskop Pemilu 2008: Jalan Panjang Menuju Pemilu 2009

    JAKARTA – Gegap gempita Pemilu 2009 mulai menyeringai sejak awal tahun 2008 bergulir, tepatnya pada permulaan catur wulan pertama tahun 2008. Penyusunan daftar pemilih mengawali fase ini, dengan penyerahan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari pemerintah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 5 April 2008.

    Tahapan ini kemudian berlanjut dengan pemutakhiran data sehari setelah penyerahan DP4, hingga 6 Juli 2008 sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi dan diakhiri dengan menetapkan rekapitulasi jumlah pemilih secara nasional pada 15-20 Oktober 2008.
    (more…)

  • Kaleidoskop Pemilu 2008: Geliat Artis di Panggung Politik

    JAKARTA – Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Itulah sebait lagu yang mencerminkan kehidupan terutama bidang politik saat ini. Di mana, sejumlah artis yang biasanya tampil untuk bersandiwara, kali ini dituntut berperan nyata menjadi bagian penggerak roda pemerintah. Baik itu menjadi kepala daerah ataupun anggota legislatif.

    Jelang Pemilu 2009 ini, sejumlah nama dari kalangan entertaint bermunculan. Bahkan, hampir seluruh partai besar pasti memiliki caleg dari pekerja seni.
    (more…)

  • Cetro: Belum Tentu Sistem Suara Terbanyak Merugikan

    JAKARTA – Penetapan calon anggota legislatif (caleg) dengan sistem suara terbanyak, belum tentu merugikan caleg perempuan. Karena, jauh sebelum MK memutuskan mengenai suara terbanyak itu, posisi mereka pun belum tentu diuntungkan.

    “Tentu saya tidak bisa secara tegas mengatakan putusan MK tidak merugikan perempuan. Yang saya perlu katakan, dengan kondisi sebelum putusan MK ada perempuan yang juga tidak diuntungkan,” kata Direktur Eksekutif Cetro, Hadar Gumay saat berbincang dengan okezone, Kamis (25/12/2008).
    (more…)

  • Sistem Suara Terbanyak Hanya Untungkan Caleg Berduit

    JAKARTA – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai penetapan calon anggota legislatif (caleg) dengan sistem suara terbanyak dianggap tidak adil bagi caleg perempuan, dan menguntungkan caleg-caleg yang memiliki uang.

    “Keputusan ini menguntungkan caleg berduit dan ini bisa mempermudah kemenangan caleg berduit tersebut,” ujar anggota Fraksi PKB Nursyahbani Katjasungkana ketika dihubungi okezone, Kamis (25/12/2008).
    (more…)

  • Protes Putusan MK, Caleg Dinilai Takut Bersaing

    JAKARTA – Protesnya para politisi perempuan dan calon anggota legislatif (caleg) perempuan terhadap putusan MK mengenai sistem suara terbanyak dinilai bentuk ketakutan para caleg dalam bersaing dengan lawan politiknya.

    “Dalam pemilu, intinya kompetisi. Tapi harus diciptakan mekanisme kompetisi yang fair. Kalau berdasarkan nomor urut, fairnya dimana?,” kata Direktur Eksekutif Cetro Hadar Gumay saat dihubungi okezone, Kamis (25/12/2008).
    (more…)

  • Ulama Sibuk Berpolitik, Umat Susah Mencari Panutan

    Pati, Kompas – Kepala Badan Intelijen Negara Sjamsir Siregar menilai masyarakat sekarang semakin sulit mencari tokoh panutan, terutama dari kalangan kiai di pondok pesantren.

    Kondisi seperti itu, menurut Sjamsir, muncul lantaran banyak kiai terlalu sibuk ikut politik praktis dan terlibat dalam partai politik. Hal itu dia sampaikan, Sabtu (20/12), saat berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Kajen, Pati, Jawa Tengah.
    (more…)

  • Memilih Wakil Uang?

    Sudah menjadi pengetahuan umum, sejak Pemilu 1999 terjadi pergeseran korupsi pemilu, dari manipulasi pemilihan yang menonjol pada masa Orde Baru ke mobilisasi pemilih lewat politik uang seiring perubahan sistem dan penyelenggaraan pemilu.

    Pada masa lalu retail strategy melalui distribusi dana publik ke basis pemilih juga dilakukan guna memenangkan Golkar.
    (more…)

  • Parpol Harus Buka Diri

    Yogyakarta, Kompas – Partai politik harus membuka diri dan berpikir obyektif untuk memilih orang yang akan dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden. Jangan sampai parpol memaksakan diri mengangkat calon dari dalam jika mereka tak memiliki kompetensi untuk memimpin bangsa.

    ”Dalam situasi sekarang, di mana ada beberapa calon alternatif yang potensial menjadi presiden dan wapres, perlu dicermati secara mendalam. Artinya, parpol harus membuka diri,” ujar Rektor Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Edy Suandi Hamid dalam seminar Prospek Pemilihan Calon Presiden Independen di Yogyakarta, Sabtu (20/12).
    (more…)