siwah.com

Category: Education

  • 30 Bendera PRA hilang, sticker dirobek, baleho diganti

    PEUREULAK, ACEH TIMUR – Sedikitnya 30 lembar bendera Partai Rakyat Aceh (PRA) hilang dari lokasi yang dipasang, Selasa (9/12) malam. Bahkan sticker yang ditempelkan juga dirobek serta baliho diganti dengan baleho partai lain di Kec. Peureulak, Aceh Timur.

    Ini terjadi menjelang pesta demokrasi (Pemilu), di mana jadwal pencoblosan semakin dekat. Kondisi persaingan tingkat partai politik semakin memanas dan tidak fair. Hal ini terbukti dengan masih terjadinya tindakan penghilangan, pembakaran serta merobek bendera, umbul-umbul dan poster partai.
    (more…)

  • Tim Sukses Yusri Melon Dilempari Minyak Makan

    MEUREUDU – Hari-hari menjelang proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Pidie Jaya putaran II, masing-masing calon terus berusaha menebar simpati. Seperti dilakukan Yusri Yusuf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Yusri Melon.

    Calon yang satu ini –melalui tim suksesnya– membagi-bagikan minyak makan kepada masyarakat, tak peduli apakah masyarakat pendukung atau bukan pendukung. Kebijakan ‘pukul rata‘ ini ternyata berbuah musibah. Minyak makan itu ‘dikembalikan‘ oleh pendukung calon lain dengan cara melempar ke orang yang memberikan.
    (more…)

  • Membidik Suara Pemilih Muda

    Pemilih muda, khususnya pemilih pemula, adalah potensi suara yang patut dipertimbangkan untuk dibidik oleh parpol pada Pemilu 2009. Kelompok pemilih ini belum memiliki jangkauan politik yang cukup kuat sehingga membuka peluang yang sangat besar untuk dirangkul partai politik mana pun, termasuk oleh parpol baru.

    Kelompok pemilih yang berentang usia 17-21 tahun ini adalah mereka yang berstatus pelajar, mahasiswa, serta pekerja muda. Kelompok ini jelas memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan pemilih yang sudah memiliki pengalaman mencoblos pada beberapa pemilu sebelumnya.
    (more…)

  • Iklan Politik dan Nasib Suatu Bangsa

    Qui se laudari gaudent verbis subdolis, sera dat poenas turpes paenitentia (Barangsiapa gembira dengan kata-kata penuh tipuan, maka penjelasan yang terlambat akan memberikan hukuman yang memalukan) (Phaedrus 15 BC – AD 50)

    Political marketing, sebagai rangkaian kegiatan memasarkan cita-cita politik untuk mendapatkan dukungan publik, tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan demokratis.
    (more…)

  • Pengetahuan soal Pemilu 2009 Rendah

    Semarang, Kompas – Isu paling kuat berkaitan dengan persiapan Pemilihan Umum 2009 adalah minimnya sosialisasi pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum di daerah. Berdasarkan survei prapemilu pada 2.500 responden hasil kerja sama KPU dan Polling Centre menunjukkan, 61 persen atau mayoritas masyarakat mengaku tidak mengetahui bulan pelaksanaan pemilu.

    Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Semarang, Fitriyah, mengatakan hal itu pada diskusi pendidikan politik yang diselenggarakan Masyarakat Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia (Mapilu-PWI) Jateng, Selasa (25/11) di Semarang, Jawa Tengah.
    (more…)

  • Jumlah Pemilih Berubah: Bawaslu Akan Kirimkan Teguran kepada KPU

    Jakarta, Kompas – Jumlah pemilih pada Pemilu 2009 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum pada Daftar Pemilih Tetap atau DPT, Senin (24/11) tengah malam, mengalami perubahan dibandingkan DPT yang diumumkan satu bulan lalu. Sebagian besar perubahan terjadi akibat kesalahan pemasukan data oleh petugas di KPU kabupaten/kota.

    Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengumumkan, pemilih sebanyak 171.068.667 orang, terdiri atas pemilih dalam negeri dari 33 provinsi sebanyak 169.558.775 orang dan pemilih luar negeri dari 117 perwakilan Indonesia di luar negeri sebanyak 1.509.892 orang.
    (more…)

  • Jangan Abaikan Pemilih Loyal

    Klaten, Kompas – Persyaratan calon anggota legislatif atau caleg terpilih meraih minimal 30 persen suara tidaklah cukup. Caleg harus terus membangun basis pemilihnya dan membuat menjadi pemilih loyal. Namun, kalau pemilih sudah loyal, caleg tidak boleh mengabaikan mereka.

    Demikian dikatakan Rainer Heufers, Kepala Perwakilan Friedrich Naumann Stiftung (FNS), lembaga nirlaba yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas demokrasi, Senin (24/11), dalam Sekolah Kandidat bagi calon anggota DPRD Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) di Klaten.
    (more…)

  • Simalakama Koalisi Presidensial

    Sejak Pemilihan Umum 1999, Indonesia beralih dari sistem kepartaian dominan menjadi sistem kepartaian majemuk. Melalui perubahan UUD 1945, peralihan itu diikuti dengan purifikasi sistem pemerintahan presidensial. Salah satu upaya purifikasi tersebut, presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung.

    Gambaran praktik sistem presidensial yang dibangun dengan model kepartaian majemuk baru dapat dilihat agak lebih utuh setelah Pemilu 2004. Gagal menghasilkan pemenang mayoritas, pemilu pertama pascaperubahan UUD 1945 itu menghasilkan 17 partai politik yang mendapat kursi di DPR. Sementara itu, pemilihan presiden langsung hanya menghasilkan minority president, yaitu presiden dengan dukungan relatif kecil di DPR. Dengan terbatasnya dukungan itu, pemerintahan koalisi menjadi pilihan yang tak terhindarkan.
    (more…)

  • Anwar Ibrahim dan Peralihan Kekuasaan

    September sepuluh tahun lalu adalah bulan yang penuh bencana bagi Deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim. Bintangnya yang tadinya gemerlap mendadak pudar dan lenyap. Pada bulan itu PM Mahathir Mohammad mencopotnya sebagai menteri keuangan dan deputi PM.

    Masih pada bulan yang sama, Anwar Ibrahim dikeluarkan dari UMNO, partai puak Melayu yang berkuasa. Saat itu posisinya sebagai wakil presiden partai. Beberapa hari kemudian pasukan elite polisi menangkap Anwar di rumahnya di Kuala Lumpur. Ia digiring seperti halnya teroris.
    (more…)

  • Iklan Pemilu

    Saat menjadi narasumber Rapat Kerja Kontras di Cipanas, Jumat (21/11/2008), Robertus Robet—dosen UNJ dan Sekjen Perhimpunan Pendidikan Demokrasi—mengatakan, ”Iklan politik di televisi lebih banyak bohong daripada melakukan pendidikan politik pada rakyat. Seperti iklan obat, mana mungkin orang sembuh sakitnya sepuluh menit setelah minum obat.”

    Sehari kemudian (22/11/2008) saat mempertahankan disertasi doktor bidang filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, seorang penguji bertanya, ”Jika Slavoj Zizek, filsuf Slovenia, datang ke Indonesia melihat praktik kapitalisme kontemporer di negeri ini, kira-kira apa komentarnya?” Robet menjawab, ”Dia akan heran melihat sinetron-sinetron Indonesia yang banyak bercerita soal surga dan neraka. Rupanya orang Indonesia lebih mudah melihat masa depan yang belum menentu—surga dan neraka—daripada menyelesaikan masalah di depan mata, misalnya kasus lumpur Lapindo.”
    (more…)