Oleh Adman Nursal
(whandi.net) ADA beberapa catatan penting berkait dengan artikel AB Susanto, Politik dan Pemilu dalam Perspektif Pemasaran (Kompas, 18/2/2004), dan artikel Muhammad Qodari, Adakah Harapan bagi Partai Baru? (Kompas, 16/2/2004).
Mengutip Okutomi, Susanto menguraikan, pemilih dianggap sebagai konsumen dan hak pilihnya dianggap sebagai uang. Disebutkan, partai politik (parpol) dan kandidat adalah penyedia layanan alias service provider yang menawarkan produk berupa platform partai dan citra kepemimpinan.