Berubah profesi mungkin merupakan hal biasa bagi sebagian orang dan juga merupakan hal yang sangat sulit bagi sebagian yang lain. Bagi yang mudah berganti profesi, umumnya mereka yang menyukai tantangan dan cepat merasa bosan dengan pekerjaan yang telah ada. Rutinitas yang tidak pernah berubah dari hari ke hari hingga dari tahun ke tahun, penghasilan yang segitu gitu saja alias bekerja untuk membayar tagihan. Kelompok ini akan segera berganti profesi begitu mendapat kesempatan pertama.
Bagi yang sulit berganti profesi umumnya mereka yang sudah mapan di bidangnya ataupun orang-orang yang sudah tidak berani lagi mengambil tantangan. Yang mapan sudah merasa nyaman dengan yang dimilikinya, gaji besar, fasilitas meluber, karir jelas di depan mata, apalagi yang mau dicari! Yang tidak berani mengambil tantangan mungkin merasa tidak yakin dengan profesi baru, usia sudah terlalu tua untuk beraktivitas tinggi dan sebagainya.
Nah yang kita omongkan sekarang mungkin agak-agak mirip dengan kedua diatas. Seorang anak muda yang sekian tahun tidak pernah berani mengambil tantangan akhirnya berani mengambil kesempatan berwiraswasta pada salah satu bidang yang tidak pernah masuk dalam daftar cita-citanya. Seorang ustad bersuku Aceh menjadi pedagang sate Madura, sebuah ide konyol kedengarannya. Tapi ia sudah menjalani hampir sebulan ini dan sukses menghabiskan malam bersama dengan gerobaknya dalam keadaan hujan, panas, sepi dan agak ramai (belum pernah ramai benar karena belum ngetop). (more…)