INILAH.COM, Jakarta – Pemilu merupakan konsekuensi logis sebuah proses demokratisasi. Sederet politisi negeri ini pun tertantang untuk mengambil peran dalam suksesi nasional lima tahunan. Sayangnya keterlibatan mereka terkesan hanya berebut kekuasaan. Di mana para intelektual?
Menjelang Pemilu 2009 publik kerap disajikan berita perilaku yang tidak elok yang dilakukan pemunculnya berita media cetak dan elektronik, yang memberitakan perilaku tidak elok penyelenggara negara baik tokoh yang duduk di lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, birokrasi, kepolisian, hingga aparatus militer. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan tekad dan semangat politisi bahkan juga selebriti untuk terjun mencalonkan diri dalam Pemilu 2009.
(more…)