siwah.com

Blog

  • “Ngadatnya” Mesin Pengumpul Suara

    Suka tidak suka, partai politik masih menjadi kendaraan politik untuk tampil di panggung kekuasaan. Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada Rabu (23/7), kelima pasangan kandidat yang gagal melewati aturan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 sesungguhnya semua merupakan hasil usungan parpol. Makanya, kegagalan kelima kandidat itu untuk lolos justru menjadi ukuran juga ujian kemampuan parpol itu sebagai pengumpul suara.

    inamika politik di wilayah Jatim selama 2004-2008 sebetulnya sudah menunjukkan kalau kemampuan mesin politik partai sebagai penggalang dukungan belum berfungsi optimal dan suka ngadat. Lihat saja kasus parpol yang sukses mendulang suara pada pemilu legislatif tahun 2004, ternyata tidak menuai keberhasilan dalam pilkada selama 2005-2008.
    (more…)

  • “Kera Ngalam Ojo Melok Golput”

    ”Ojok melok golput lho ker… tapi yo ojo gegerane” (jangan ikut golput dan jangan menimbulkan keributan). Kata-kata itu bukan iklan layanan masyarakat dari KPU Kota Malang, melainkan kalimat seruan tertulis pada baliho besar di Alun-Alun Bunder Kota Malang.

    Bagi orang luar Malang, ketika membaca kalimat itu akan berkerut kulit dahinya dan bertanya-tanya, apa maksud kata ”ker”. Kata ”ker” ini terlihat unik dan khas dibandingkan dengan kata-kata lain dalam bahasa Jawa. Ternyata masyarakat Malang mengartikan ”ker” sebagai ”rek” yang dieja terbalik. Rek merupakan kependekan dari arek yang sering dibalik menjadi ”kera”. Lengkapnya, ”kera ngalam” pun berarti formal ”arek Malang” alias anak Malang bukan ”kera” Malang.
    (more…)

  • Jumlah Pemilih di Padang Turun

    Padang, Kompas – Jumlah pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Padang pada 23 Oktober 2008 merosot dibandingkan dengan jumlah pemilih yang terdata dalam Pemilu 2004. Penurunan ini disebabkan sejumlah hal, termasuk maraknya pemalsuan kartu pemilih.

    Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Endang Mulyani, Kamis (24/7). Saat ini sudah terdata 434.875 pemilih atau sekitar 85 persen dari total data yang masuk. ”Sampai sekarang masih ada tujuh kelurahan di tiga kecamatan yang jumlah pemilihnya belum terdata di KPU Kota Padang,” ujarnya.
    (more…)

  • Pilkada Riau: Baliho dan Spanduk Kampanye Diturunkan

    Pekanbaru, Kompas – Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Riau mulai beraksi. Setelah memberi peringatan secara lisan dan tertulis, hari Kamis (24/7) Panwas Riau dan Kota Pekanbaru dibantu puluhan aparat Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Riau menurunkan baliho, spanduk, poster dan stiker kampanye dini yang dilakukan oleh para calon.

    ”Penertiban semua atribut kampanye dini ini untuk menciptakan suasana kondusif seluruh tahapan Pilkada,” ujar Muhammad Amin, anggota Panwas Riau, yang ikut mengawasi jalannya penertiban di kota Pekanbaru, Kamis.
    (more…)

  • Partai Lokal: Buah Perdamaian Rasa Aceh

    Rumah toko di Jalan T Iskandar, Lamglumpang Ulee Kareng, Banda Aceh, itu sama sekali tak mirip sebuah kantor pusat partai politik jika tak ada plang besar yang terpampang di depannya, bertulis Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Aceh.

    Masuk ke dalam rumah toko tersebut malah tak mengesankan bahwa di sanalah salah satu dari enam partai lokal di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berkantor.
    (more…)

  • Perilaku pemilih Parpol Tak Beri Harapan, Golput Naik

    Jakarta, Kompas – Tingginya angka golongan putih atau golput, pemilih yang sengaja tak menggunakan hak pilihnya, di sejumlah pemilihan kepala daerah, kemungkinan terus berlanjut hingga Pemilu 2009. Hal ini bisa terjadi jika partai politik tak dapat memberikan harapan baru kepada masyarakat dan Komisi Pemilihan Umum tidak memperbaiki kinerjanya, terutama pada pendataan pemilih.

    ”Jika kondisinya tak berubah, golput pada Pemilu 2009 bisa naik hingga 20 persen dibandingkan Pemilu 2004,” ujar dosen Universitas Paramadina, Jakarta, Bima Arya Sugiarto, Kamis (24/7). Hal senada juga disampaikan Airlangga Pribadi Usman, pengajar di Universitas Airlangga, Surabaya.
    (more…)

  • Darurat Perang Jenderal Sudirman

    Membaca artikel Sabam Siagian, ”Tentang Tan Malaka” (Kompas, 12/7) yang menanggapi tulisan saya, ”Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional” (Kompas, 7/07), ada hal-hal yang ingin dikesankan mantan Dubes RI untuk Australia itu.

    Pertama, politik diplomasi Syahrir seolah tak bermasalah bagi TNI dan pejuang sehingga kombinasi politik diplomasi dan pertahanan disimpulkan telah melahirkan Indonesia merdeka.
    (more…)

  • Pilgub Jatim: PPP Dekati PDIP, Golkar, dan PKB

    JAKARTA–MI: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP berupaya mendekati PDIP, Golkar, dan PKB untuk menggalang dukungan bagi pasangan Khofifah-Mudjiono (Ka-Ji) pada putaran kedua pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

    “Untuk persiapan memasuki putaran kedua, kami berupaya mendekati PDIP, Golkar, PKB, dan lainnya untuk mendukung Ka-Ji,” kata Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali di Jakarta, Sabtu (26/7).
    (more…)

  • KPU Selesaikan Kode Etik Pemilu 2009

    JAKARTA–MI: Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati mengatakan KPU dan Bawaslu telah merampungkan kode etik penyelenggara Pemilu 2009. Namun kode etik ini belum dipublikasikan karena masih diotentifikasi.

    “Sudah ditetapkan melalui rapat pleno. Namun masih perlu diotentifikasi sesuai bahasa hukum,” katanya di Jakarta, Sabtu (26/7).
    (more…)

  • Mendorong Partai Islam ke Tengah

    IKLAN Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di televisi baru-baru ini yang menampilkan Bung Karno merupakan babak penting dalam perkembangan partai itu. Dengan mengangkat tema kebangsaan, PKS ingin menampilkan citra baru ke tengah masyarakat, yakni sebagai partai terbuka yang ingin merangkul semua orang.

    Bukan sekali ini PKS melakukan langkah cerdik. Di antara partai-partai Islam, saya kira, PKS-lah yang paling pintar berpolitik. Sejak tak lulus electoral threshold pada Pemilu 1999, PKS terus berbenah diri, tak hanya dengan mengganti nama dari PK menjadi PKS, tapi juga mengubah strategi kampanyenya.
    (more…)