siwah.com

Blog

  • KIP Langsa Ingatkan Geuchik

    LANGSA – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa mengingatkan para geuchik yang terlibat partai dan bermaksud mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Kota Langsa, agar segera mengundurkan diri dari jabatan geuchik. Bila tetap ngotot mempertahankan jabatan tersebut, maka geuchik yang mencalonkan diri akan terganjal aturan. “Kami secara tegas akan menolak pencalonan geuchik bersangkutan,” kata Agusni AH kepada Serambi, Minggu (27/7).

    Ketua KIP Langsa itu menyatakan hal tersebut usai menggelar sosialisasi pendaftaran dan pencalonan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, pada Pemilu 2009.
    (more…)

  • Sepuluh pasang Cabup Pidie Jaya mendaftar

    MEUREUDU  – Menjelang deadline, Sabtu (26/7) pukul 18.30, sepuluh pasang bakal calon (balon) perseorangan dan yang maju lewat jalur parpol pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Pidie Jaya, resmi mendaftarkan diri ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) di Sekretariat KIP Meureudu.

    Sementara dua balon bupati, yakni Ir. Kasai Muhammad Ali dan Tgk. Jamaluddin, S.Pd saat mendaftar ulang tanpa pasangan balon wakil bupati. Satu pasangan lagi yakni Nurdin Sabon, S.Sos/Saiful Bahri, SE yang sebelumnya sudah menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan uji mampu baca Al-Quran, dipastikan tidak mendaftar alias gugur.
    (more…)

  • KIP Pidie Belum Miliki Pemutakhiran Data Penduduk

    Sigli | Harian Aceh—Hingga hari ini (kemarin, red) Komite Independen Pemilihan (KIP) Pidie belum menerima pemutakhiran data penduduk dari Dinas Kependudukan Pidie, padahal deadlinenya penyerahan data tersebut pada tanggal 24 Juni lalu.

    Menurut Muhammad Junaidi, S.Ag, ketua kelompok kerja (pokja) pemutakhiran data penduduk KIP Pidie, pihak KIP sebelumnya telah meminta data terakhir jumlah penduduk ke
    (more…)

  • CoSPA Desak Pembentukan Panwaslu, Parpol Diminta Ikrar Kampanye Damai, Caleg Harus Miliki SKCK

    Banda Aceh | Harian Aceh—Pertemuan Commission on Sustaining Peace in Aceh (CoSPA) keenam di Sekretariat Forbes Damai Aceh, Kompleks Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Jumat (25/7), merekomendasikan beberapa hal menyangkut pelaksanaan Pemilu di Aceh. Di antaranya mendesak percepatan terbentuknya Panwaslu di seluruh Aceh dan meminta KIP Bener Meriah segera dilantik.

    Pertemuan itu juga merekomendasikan perlunya dibentuk forum komunikasi dan silaturahmi antar peserta Pemilu 2009 di Aceh.
    (more…)

  • Pilkada jatim: Pandangan Politik “Nahdliyin” Mulai Berubah

    Surabaya, Kompas – Keberhasilan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono atau Kaji yang diprediksi akan mengikuti putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Timur menunjukkan sebagian besar kaum nahdliyin, atau warga Nahdlatul Ulama, tidak lagi mempersoalkan jender dalam kepemimpinan politik. Perubahan pandangan ini bahkan mulai terjadi di kalangan kiai dan ulama.

    ”Kalaupun masih ada pihak yang mau memunculkan isu jender lagi, baik dalam putaran kedua Pilkada Jatim atau bahkan dalam konteks Pemilu 2009, dipastikan tidak banyak lagi pihak yang mau menanggapi,” ujar peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Endang Turmudi, Rabu (23/7) di Surabaya, Jatim.
    (more…)

  • Unjuk Pamor di Pandalungan dan Madura

    Pandalungan, yang arti aslinya “periuk besar”, sebagai bagian ”tlatah” atau geokultural terbesar di Jatim banyak dihuni dua etnis mayoritas, Jawa dan Madura. Pandalungan pun bermakna masyarakat hibrida atau masyarakat berbudaya baru akibat terjadinya percampuran dua budaya dominan itu. Di kawasan luas itu mengakar sekali pengaruh Islam dan Jawa. (Ayu Sutarto, 2006)

    Pandalungan yang berarti “periuk besar” dari bahasa Jawa “dhalung” bermakna sebagai pertemuannya budaya sawah dengan budaya tegal. Tidak heran jika masyarakat di sana berciri agraris-egaliter, bekerja keras, agresif, ekspansif, dan memiliki solidaritas yang tinggi.
    (more…)

  • Sekondan Bukan Seken Komandan

    Posisi wakil sebut saja dengan ”sekondan”. Dalam proses pencalonan kepala daerah, sekondan bukanlah barang seken (second) atau sekadar hiasan karena kemenangan pasangan juga sangat ditentukan oleh peran sekondan.

    Peran sekondan atau calon wakil gubernur dalam pilkada bisa dilihat dalam dua hal, meningkatkan popularitas dan memperkuat dana kampanye. Kombinasi kedua hal ini akan menghasilkan banyak pola dan variasi.
    (more…)

  • Saling Saing Rebutan Pemilih Muda dan Perempuan

    Memilih satu dari lima pasang calon bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika setiap pasang calon berasal atau memiliki unsur ikatan yang sama, misalnya tradisi ke-NU-an yang menjadi ciri dominan Jatim. Ditambah lagi dengan adanya sikap apatis terhadap siapa pun gubernur yang terpilih.

    Hasil jajak pendapat terhadap pemilih sesaat setelah memberikan suaranya (exit poll) yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan lekatnya aspek-aspek primordial seperti jender, etnis, dan agama dalam pilihan terhadap kandidat.
    (more…)

  • Pilpol Pilgub Wong Osing

    ”Karakter Banyuwangi lebih kurang bisa dilihat dari makanan khasnya. Rujak itu dari Sidoarjo, sedangkan soto dari Madura. Di sini rujak dan soto dicampur, jadilah rujak soto khas Banyuwangi. Atau pecel dicampur rawon, jadi juga pecel rawon yang cuma ada di Banyuwangi.”

    Demikian tokoh budaya Banyuwangi, Hasnan Singodimayan, memberikan analogi dalam menggambarkan masyarakat Banyuwangi, terutama masyarakat Osing, yang merupakan suku asli di wilayah ujung selatan Jawa Timur ini. Karakter masyarakatnya pun menjadi kuat sebagai akibat perpaduan keragaman budaya dan tradisi yang ada di Banyuwangi.
    (more…)

  • Mataraman Itu Kental, tetapi Gagal

    Pola kultur Mataraman yang masih ada sampai sekarang tentu memengaruhi cara masyarakat wilayah ini memandang kondisi sosialnya, termasuk terhadap calon pemimpin Jatim yang berlaga di ajang pemilihan gubernur 23 Juli lalu.

    alon gubernur yang memiliki kedekatan sosiokultural dengan masyarakat Mataraman lebih ”dimudahkan” dalam urusan merebut hati pemilih di daerah ini. Padahal, bentangan Mataraman merupakan wilayah kultural basis dukungan bagi trio S, Soenarjo, Soekarwo, dan Sutjipto. Soenarjo yang diusung Partai Golkar dan Soekarwo (PAN, Partai Demokrat dan PKS) sejak awal sudah intensif bersaing di wilayah yang pemilihnya paling besar (mencapai 27 persen dari total 29 juta pemilih) di seluruh Jatim (Priyatmo Dirdjosuseno, 2008).
    (more…)