Aryo Wisanggeni G
Marlin Theo Kuinang muram memandangi pecahan kaca nakonya. ”Ini kedua kalinya rumah saya dirusak massa. Waktu pengumuman hasil pemilihan gubernur pada November 2007, massa mencopoti batang besi pagar rumah saya, menjadikannya pentungan. Pagar ini baru saya perbaiki, belum saya cat, giliran kaca nako saya pecah berantakan,” keluh janda itu.
Rabu (18/6) sore itu, bentrokan antara massa pendukung kandidat kepala daerah Maluku Utara (Malut) Abdul Gafur-Abdul Rahim Fabanyo dan polisi terjadi di pertigaan Jalan Nuku-Jalan Arnold Mononutu, tepat di depan rumah Kuinang. Tiga rumah juga menjadi sasaran amuk massa.
(more…)