siwah.com

Tag: campaign

  • Irwandi Kritik Program Saingannya

    BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Bekas Gubernur Aceh yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan 9 April nanti, Irwandi Yusuf, berkampanye di Lapangan Merdeka, Kota Langsa, Ahad (1/4) sore. Dalam kampanye di hadapan ribuan pendukungnya, Irwandi mengkritik sejumlah program rivalnya.

    Program rivalnya yang dikritik yaitu program bagi-bagi uang sebesar Rp1 juta kepada setiap kepala keluarga di Aceh yang diusung kandidat dari Partai Aceh. Menurut Irwandi, program itu tidak realistis. “Itu sangat tidak mungkin bisa direalisasikan,” kata Irwandi.

    Seperti diketahui, dalam kampanye di hadapan ribuan pendukungnya di Aceh Tenggara, calon wakil gubernur dari Partai Aceh, Muzakir Manaf, berjanji akan mengelola 70 persen dana bagi-hasil minyak dan gas untuk kesejahteraan rakyat. Muzakir bilang, setiap keluarga akan diberikan Rp1 juta.

    Irwandi bilang, di Aceh saat ini terdapat 1,2 juta kepala keluarga. Jika satu juta dikali 1,2 juta, maka dalam sebulan dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun. “Kalau setahun, maka dibutuhkan dana Rp14,4 triliyun. Sementara dana yang dimiliki Aceh per tahun hanya Rp9,5 triliyun,” ujar bekas juru kampanye Partai Aceh pada pemilu 2009 ini. “Jadi tidak mungkin.”

    Kampanye Irwandi di Lapangan Merdeka juga diisi orasi politik dari bekas Juru Bicar Militer Gerakan Aceh Merdeka Sofyan Dawood, bekas Panglima GAM Aceh Rayeuk Muharram Idris, bekas Juru Bicara GAM di Stockholm Bakhtiar Abdullah, Fauzi Zainal Abidin Tiro (keponakan Hasan Tiro), dan Hasan Umar Tiro (putra Keuchik Umar, panglima GAM Pidie Pertama). []

    Source : Acehkita.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Di Langsa, Nazar Janjikan Gaji Geuchik 1 Juta Perbulan

    LANGSA – Calon Gubenur Aceh, Muhammad Nazar, menjanjikan jika dirinya nanti terpilih menjadi Gubenur Aceh periode 2012 – 2017, maka akan menerapkan standar minimal gaji Geuchik di seluruh Aceh sebesar Rp 1 juta perbulan.

    Hal itu disampaikan Nazar ketika melakukan Kampanye dialogis yang dihadiri ratusan kader partai pengusung (Demokrat, PPP, SIRA) serta berbagai elemen masyarakat Kota Langsa, Rabu, 28 Maret 2012, di Rangkang Kupi Kota Langsa. Kampanye dialogis itu juga dihadiri Calon Walikota Langsa yang diusung Partai SIRA, H Jauhari Amin.

    Dikatakan Nazar, pemberian gaji  itu dianggap penting mengingat tugas dan tanggung jawab Geuchik sangat penting dalam pembangunan Aceh. Di hadapan ratusan pendukungnya,  Nazar mengatakan geuchik merupakan ujung tombak dalam proses pelaksanaan pembangunan di Aceh.

    “Mengingat kompleksitas peran geuchik, maka sudah selayaknya pemimpin di tingkat gampong tersebut mendapatkan penghargaan yang lebih layak.

    Jika nanti Allah mengizinkan saya memimpin Aceh, maka kita akan terapkan standar minimal gaji geuchik sebesar Rp 1 juta, sehingga kesejehteraan geuchik akan lebih terjamin dan program pembangunan juga akan lebih sempurna,” kata Nazar.

    Selain akan menerapkan standar minimal gaji geuchik, Muhammad Nazar pada kesempatan tersebut juga mengingatkan kadernya untuk berpolitik dengan santun dan tidak melakukan hal-hal tercela. Karena, kata Nazar, pemilukada merupakan arena politik yang harus dilakoni dengan aman dan damai serta penuh dengan rasa persaudaraan.

    “Kita tidak ingin ada kader kita yang berprilaku tidak baik dalam proses Pemilukada. Karena apa yang kita jalani ini harus berjalan dengan aman dan damai,” lanjutnya lagi.

    Sementara untuk sektor ekonomi, Nazar menjanjikan jika ia terpilih nanti akan membuka lapangan kerja sebesar-sebesarnya, mengatasi angka pengangguran, dan memberdayakan industri-industri produktif seperti padi, kacang kuning, jagung, pabrik ikan, dan pabrik garam.

    Sedangkan untuk pengembangan sumber daya manusia, Nazar menjanjikan beasiswa bagi anak yatim, mahasiswa S1, S2 dan S3. Selain itu, juga akan diberikan bantuan bagi perguruan tinggi, penguatan dayah, dan balai-balai pengajian.

    Dalam kampanye dialogis ini, Nazar tanpa ditemani wakilnya, Nova Iriansyah. Kampanye berakhir pukul 17.00 WIB. []

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Di Kuala Simpang, Zaini Janjikan Pemerintahan yang Bersih dan Jujur

    BANDA ACEH – Kandidat Gubernur dari Partai Aceh, Zaini Abdullah, hari ini, Rabu 28 Maret 2012, melakukan kampanye di Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

    Dalam kampanye itu, Zaini tidak ditemani oleh wakilnya Muzakir Manaf karena pada saat yang bersamaan Muzakir juga berkampanye di Matang, Bireuen. Zaini ditemani Muzakir Hamid , salah satu anggota tim suksesnya. 

    Dalam orasi politiknya, Zaini menyampaikan visi dan misi di hadapan massa yang hadir. Zaini juga menjanjikan pemerintah yang bersih dan jujur jika mereka terpilih nanti. Selain itu, ia juga mengatakan andaikan dipercaya menjadi Gubernur Aceh, ia akan mengupayakan peningkatan pendidikan umum dan agama, serta kesejahteraan rakyat.

    “Masa yang memadati lapangan bola Kuala Simpang menjadi bukti sejarah, sebab antusias masyarakat sangat tinggi,” kata Muzakkir Hamid.

    Muzakkir Hamid juga mengatakan kampanye itu turut didukung oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Persatuan Paguyuban Masyarakat Aceh Jawa (PPMAJ) Kuala Simpang.

    Kampanye juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Aceh, Yakob Tailah. []

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Muzakkir Manaf: Kita Punya Tanah di Belanda

    Bireuen – Muzakkir Manaf, Calon Wakil Gubernur Aceh yang diusung oleh Partai Aceh (PA), melakukan kampanye di Lapangan Blang Asan, Matang Geulumpang Dua, Bireuen, Rabu (28/3). Pada kesempatan orasi di penghujung acara, Mantan Panglima AGAM ini mengatakan, bahwa Aceh memiliki aset di negeri yang pernah menjajah Aceh yakni Belanda.

    “Kita juga punya tanah di Belanda, ganti tanah pemakaman prajurit Belanda di Banda Aceh. Kelak, tanah-tanah ini akan kita jadikan asset semua rakyat Aceh, bukan asset independen atau sekelompok orang,” ujarnya yang pada kesempatan kampanye kali ini tidak didampingi oleh Zaini Abdullah selaku Calon Gubernur dari Partai Aceh.

    Disamping itu, Muzakkir Manaf  juga berjanji dihadapan ribuan massa PA, jika pasangan ZIKIR menang dalam Pilkada tahun ini maka tanah hibah milik rakyat Aceh yang ada di Arab Saudi akan dikembalikan kepada rakyat Aceh.

    Selain itu, Muallem juga menjelaskan bahwa berkat adanya MoU Helsinki, Aceh akan mempunyai Lembaga Wali Nanggroe. “Kelak lembaga ini akan menjadi tempat berkumpulnya ulama-ulama yang ada di Aceh, pemerintahan akan kita jalankan sebagaimana diatur dalam Islam,” ujarnya.

    Kampanye PA di Ibu Kota Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen ini, dihadiri ribuan massa Partai Aceh, dimulai sekitar jam 14.00 WIB, diawali dengan penyampaian sikap PAN dan PDI-P yang mendukung pasangan ZIKIR, kemudian dilanjutkan dengan orasi Tgk Nasruddin Jeunib, yang merupakan tokoh Partai Aceh di Bireun.

    Turut hadir  dan juga menyampaikan orasi politik memenangkan pasangan ZIKIR dalam kampanye tersebut,  Ketua DPW PA Bireun Darwis Jeunieb, Juru Bicara Partai Aceh Fachrul Razi, Ketua DPD PDI-P Aceh Karimun Usman, perwakilan DPW PAN Aceh, dan Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk. Abu Azis serta kandidat calon Bupati Bireun yang diusung oleh Partai Aceh. Dan sedikit mengejutkan publik pada kesempatan ini hadir  salah satu mantan Gubernur Aceh yakni Abdullah Puteh.

    Untuk menghibur massa, di panggung merah tersebut  tampil juga musisi lokal, yang juga eks kombatan GAM, Imum Jhon, yang menyanyikan beberapa buah lagu bertemakan perjuangan GAM dan Partai Aceh. (Mun)

    Source : Atjehlink.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Kontestan Dilarang Libatkan Anak-Anak dalam Kampanye

    Sigli | Harian Aceh – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Pidie mengingtkan kepada para kontestan untuk tidak melibatkan anak-anak turut dalam kampanye. Hal itu diungkapkan Humas Panwaslu Pidie, Said Husen kepada Harian Aceh, Senin (26/3).

    “Anak -anak yang tidak memiliki hak pilih dilarang ikut dalam kampanye. Namun yang terjadi di beberapa tempat pada hari pertama dan kedua kampanye, masih terlihat adanya anak-anak diarena kampanye,” kata Said Husen.

    Kata dia, pihaknya setelah melakukan pemantauan dan menanyakan langsung permasalahan ini kepada para kontestan terkait.

    “Berdasarkan hasil investigasi dilapangan, tidak satu pun didapati adanya mobilisasi anak-anak dalam kampanye. Hanya saja mereka ikut karena melihat adanya keramaian. Jadi hal itu sulit dihindari, apalagi kedatangan artis lokal, sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat terutama anak-anak,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Pemenangan Kandidat Pantai Aceh (PA) Pidie, M. Sufi, kepada Harian Aceh, membantah melibatkan anak-anak dalam kampnye di Mila dan Alun-Alun Kota Sigli. Anak-anak yang hadir, kata dia, tidak bisa dihindari karena mereka ikut orang tuanya untuk menyaksikan adanya artis lokal yang hadir saat jeda kampanye.

    “Saya tegaskan bahwa dalam setiap acara kampanye PA tidak pernah memobilisasi anak-anak. Karena itu, jelas dilarang dalam etika berkampanye. Namun ada juga anak-anak yang hadir tidak bisa dilakukan tindakan apapun. Tidak hanya kampanye PA saja, tetapi kampanye kandidat lainya juga demikian. Mari kita sikapi ini dengan bijaksana, jangan ada salah penafsiran terhadap kehadiran anak-anak dalam kampanye, mereka juga ingin menyaksikan keramaian,” ungkap M. Sufi yang akrab disapa Abu Chik ini. (zuk)

    Source : Harian Aceh

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Batasi Dana Kampanye agar Demokrasi Murah

    Jakarta, Kompas – Dana kampanye untuk pemilihan umum di Indonesia sebaiknya dibatasi agar kampanye bisa lebih murah, mengurangi percukongan, ijon politik, dan utang kandidat. Pembatasan tersebut untuk menyamakan peluang keterpilihan antara petahana (incumbent) dan penantangnya.

    ”Pengaturan pengeluaran kampanye itu perlu untuk mengurangi pengeluaran yang eksesif selama kampanye dan menyalurkan sebagian dana politik untuk aktivitas pasca-pemilu,” kata Nico Harjanto, penasihat politik dari Rajawali Foundation, dalam diskusi ”Pembatasan Dana Kampanye Pemilu” yang digelar Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) di Jakarta, Rabu (14/3).

    ”Namun harus diingat, pembatasan pengeluaran dana kampanye tidak selalu membuat arena kompetisi pemilu lebih fair, incumbent selalu lebih diuntungkan,” kata Nico. Ia mencontohkan, 94 persen petahana di DPR AS terpilih kembali pada 2008. Rata-rata keterpilihan kembali petahana dari 1964-2008 itu 93 persen, untuk Senat 81 persen.

    ”Karena itu, demokrasi harus aksesibel dan semurah mungkin. Demokrasi di Indonesia makin tidak aksesibel dan incumbent selalu menang. Sekarang politik transaksional begitu kuat, patronase juga kuat. Setahun sebelum pemilu, dana bansos akan makin besar. Incumbent selalu menggunakan dana negara untuk kepentingan elektoral,” katanya.

    Anggota Panitia Khusus RUU Pemilu, Agus Purnomo (Partai Keadilan Sejahtera), menyatakan, sebaiknya pembatasan dana kampanye sebesar sepertiga dari pendapatan anggota DPR.

    ”Cash flow anggota DPR itu take home pay sekitar Rp 60 juta sebulan. Dikalikan 12 bulan, dikalikan 5 tahun, maka didapat angka Rp 3,7 miliar atau Rp 4 miliar. Jadi, untuk kandidat anggota DPR, biaya kampanye dibatasi sepertiga dari Rp 4 miliar. Itu maksimal. Kalau dana kampanye parpol maksimal sebaiknya Rp 50 miliar. Tetapi, ini akan ditentang partai-partai besar,” kata Agus. (LOK)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Gerindra: Iklan Politik Bisa Dibatasi, Asal..

    VIVAnews – Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Suhardi, menyambut baik langkah Komisi Penyiaran Indonesia untuk membuat aturan khusus bagi iklan kampanye partai politik. Namun, menurut dia, prinsip yang harus diutamakan dalam aturan tersebut adalah keadilan bagi semua kontestan pemilu memberikan penjelasan kepada masyarakat.

    “Saya kira aturan itu baik, tapi tentu kontrolnya akan sulit,” ujar Suhardi dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 13 Maret 2012.

    Perihal pengaturan durasi, menurut Suhardi, sebaiknya jangan mengurangi kesempatan masyarakat untuk melihat siapa atau partai apa memaparkan visi misi secara lengkap. Suhardi mencemaskan durasi iklan kampanye politik yang terlalu singkat. “Kalau sangat singkat, bagaimana bisa menerangkan visi misi, sangat sulit,” kata Suhardi.

    Siaran bertema debat politik, menurut Suhardi, tetap diperlukan agar masyarakat dapat menilai sebuah program, gagasan, atau ide yang diperjuangkan agar diterima oleh masyarakat, sehingga pada akhirnya dapat menentukan pilihan masyarakat itu sendiri untuk mengikuti yang mana.

    Source : Vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Kampanye Terbuka Tetap Dilaksanakan

    Banda Aceh, Kompas – Kampanye terbuka akan tetap dilaksanakan dalam masa kampanye pemilihan umum kepala daerah di Aceh yang akan dimulai 22 Maret 2012. Pasalnya, semua pasangan calon meminta bentuk kampanye tersebut dan keberatan dengan masukan kepolisian setempat untuk meniadakan kampanye terbuka dengan pengerahan massa.

    Ketua Kelompok Kerja Kampanye Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Zainal Abidin, Selasa (13/3), mengatakan, kampanye terbuka diputuskan dalam rapat bersama perwakilan Kepolisian Daerah Aceh, Panitia Pengawas Pemilu Aceh, satuan polisi pamong praja, dan utusan kandidat kepala daerah masing-masing.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Aceh mengirim surat kepada KIP Aceh agar dalam masa kampanye lebih diutamakan kampanye tertutup. Kampanye dalam bentuk rapat terbuka harus dihindari mengingat kondisi di Aceh saat ini rawan terjadi gesekan menurut laporan intelijen.

    ”Kampanye terbuka tak bisa ditiadakan. Mereka ingin semua kampanye umum,” kata Zainal.

    Untuk menghindari benturan saat kampanye terbuka, KIP Aceh telah menetapkan jadwal kampanye terbuka bagi setiap kepala daerah, khususnya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Setiap pasangan calon berhak mendapat jatah kampanye terbuka sebanyak 55 kali dalam kurun waktu dua minggu, mulai 22 Maret 2012.

    Mengenai kondisi keamanan Aceh yang rawan, Zainal mengatakan, polisi mempunyai kewenangan membatalkan kampanye apabila situasi keamanan tak mendukung.

    Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A Karim mengatakan, untuk terciptanya pemilu kepala daerah (pilkada) damai diperlukan perjuangan dan kerelaan semua pihak guna mendorong hal tersebut dengan cara-cara politik yang santun.

    Tahapan kampanye pilkada di Aceh dimulai Rabu ini. Masa awal kampanye dimulai dengan deklarasi pilkada damai di Aceh. Kendati demikian, masalah keuangan dan keamanan masih membayangi pelaksanaan pilkada.

    Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ke beberapa posko pilkada damai, pertemuan jajaran musyawarah pimpinan daerah (muspida) dan penegak hukum, serta pertemuan di kantor KIP Aceh, kemarin.

    Dalam pertemuan muspida dan jajaran penegak hukum di Kantor Gubernur Aceh, Bupati Pidie Jaya Gade Salam menyampaikan kekhawatiran terjadi konflik di wilayahnya. Dia meminta ada penambahan personel penegak hukum. Saat ini, kata Gade, polisi yang bertugas di kabupatennya 200 orang dan tentara 125 orang. (INA/HAN)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Mengapa Malik Mahmud Bilang Aceh Lagee Keudee Teutop?

    BANDA ACEH – Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud saat bertemu jajaran Rekrorat IAIN Ar-Raniry mengatakan Aceh lagee keudee teutop. Mengapa?

    Malik mengatakan menyebut istilah Aceh seperti “toko tertutup” ketika membandingkan kondisi Aceh hari ini dengan negara lain.

    Katanya, Aceh sebenarnya terletak pada posisi strategis untuk berkembang. “Kalau Aceh ini kita ibaratkan dengan negara lain, kita ini sama. kalau dibaratkan toko, toko geutanyoe saban dengan toko-toko orang lain yang berada di pinggir jalan, tapi toko orang lain terbuka, toko kita tertutup,” ujarnya dalam bahasa Aceh bercampur Indonesia saat bertemu Rektor IAIN Ar-Raniry dan jajarannya, Selasa, 6 Maret 2012.

    Malik lantas membandingkan Aceh dengan Singapura. Kedua daerah ini, katanya sama-sama sebagai pintu masuk selat malaka. Bedanya, Aceh di pintu barat, sedang Singapura di pintu timur.

    “Kenapa kita yang di pintu barat Selat Malaka tertutup, sementara di timur terbuka. Itu yang selalu membuat saya berpikir. Padahal, katakanlah seperti Simeulue itu empat kali lebih besar dari Singapore,” kata Malik.

    “Saya sudah keliling ke kampung-kampung di Aceh. Kondisi Aceh saat ini sama seperti Malaysia 50 tahun lalu,” kata Malik .

    Malik mengakui membangun Aceh tak semudah membalik telapak tangan. Namun, katanya, ke depan pembangunan yang harus menjadi prioritas adalah yang menjadi matapencaharian sebagian besar rakyat Aceh yaitu sektor Pertanian, Perkebunan dan Perikanan.

    “Kalau ketiga ini bisa diperhatikan, maka perekonomian Aceh akan tumbuh baik perdagangan maupun investasi,” ujar mantan Perdana Menteri GAM ini.

    Namun, kata Malik, kondisi itu baru dapat dicapai jika korupsi dapat diberantas di Aceh. “Korupsi sudah menjadi penyakit dan budaya di Indonesia. saya sedih kenapa di Aceh juga terjangkit penyakit ini. Bagaimana caranya perkara korupsi bisa kita cegah di Aceh ini,” ujarnya di hadapan Rektor IAIN Ar-Raniry Profesor Farid Wajdi dan jajarannya.

    Ia juga menambahkan, jika nantinya rakyat Aceh memberikan kepercayaan kepada Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, bersama-sama akan dipikirkan bagaimana memajukan Aceh.

    Dalam kunjungan itu, Malik juga mengajak para intelektual Aceh untuk bersama-sama membangun Aceh.

    “Buet aneuk-aneuk tanyoe ka selesoe. Jinoe, masa geutanyoe ureung syik (pekerjaan anak-anak kita (gerilyawan GAM) sudah selesai. Sekarang masanya kita orang tua) dan para cerdik pandai untuk mengisi perdamaian ini sehingga kualitas hidup meningkat,” ujarnya.

    Menurut Malik, semua orang Aceh baik yang berada di Aceh maupun di luar Aceh, adalah korban konflik. Bagi orang luar Aceh, kata dia, pasti akan berpikir dua kali untuk pulang kampung. Itu sebabnya, kata Malik, semua orang Aceh punya andil terhadap tercapainya perjanjian damai di Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu. “Semua kita orang Aceh punya saham dalam Mou Helsinki. Nyan mandum-mandum tanyoe na saham,” ujarnya. []

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Ini Alasan Doto Zaini Bersedia Jadi Calon Gubernur

    BANDA ACEH- Kandidat Gubernur Aceh dari Partai Aceh Zaini Abdullah mengaku dirinya tidak punya keinginan kuat untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Aceh.

    “Orang seumur saya seharusnya setelah perdamaian Aceh sudah bisa beristirahat bersama anak dan cucu saya, baik itu di luar negeri maupun di Aceh,” kata Zaini Abdullah saat bertemu Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh dan jajarannya di kampus itu, Selasa, 6 Maret 2012.

    Zaini lantas “buka kartu”. Katanya, ia bersedia mencalonkan diri dan kembali menjadi warga negara Indonesia karena tuntutan perjuangan yaitu perintah dari Malik Mahmud selaku Pemangku Wali Nanggroe.

    “Selain itu juga karena tuntutan dari Partai Aceh, dan saya pun mencalonkan diri sebagai gubernur dalam rangka berjuang untuk Aceh bersama Muzakir Manaf,” kata pria asal Pidie yang lama menetap di Swedia itu.

    Di hadapan para akademisi IAIN, Zaini juga menceritakan kembali tentang sejarah perjuangan orang Aceh dan sejarah dirinya bergabung bersama GAM. Menurutnya, orang Aceh harus terus mengingat sejarahnya.

    “Manusia yang hidup tanpa sejarah adalah manusia-manusia yang telah mati sebelum mati. Dia tidak tahu masa lalu, hingga tidak bisa berjalan ke masa depan,” kata Zaini.[]

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.