Sains dan Manajemen PDI-P
Selain ditentukan oleh sikap PDI Perjuangan untuk tetap beroposisi atau tidak, ideologi Pancasila 1 Juni dan manajemen organisasi partai berbasis ilmu pengetahuan (sains) juga akan menjamin kualitas kinerja organisasi dan produk politiknya bagi demokrasi dan kesejahteraan rakyat. Diharapkan hal ini bisa diputuskan oleh Kongres PDI Perjuangan ketiga pada bulan April 2010. Melalui kongresnya mendatang, PDI... Read More
Prahara Pilkada
Otonomi daerah sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, tetapi isu politik masih sangat sentralistik. Maka, tidak aneh beberapa calon kepala daerah berkampanye melalui televisi nasional. Sementara itu, isu-isu penting seperti pemberdayaan kelembagaan di tingkat lokal, yang berhubungan langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, hampir tidak memperoleh tempat dalam ruang publik. Bahkan, ketika tahun 2010 dilakukan... Read More
Menangkap Arah PDI-P
Apresiasi positif publik tampak tinggi terhadap sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang memosisikan diri sebagai kekuatan oposisi. Posisi ini bukan tidak mungkin akan menjadi modal paling kuat untuk kembali menggaet simpatisan di tengah rendahnya apresiasi publik terhadap partai politik. Sejumlah survei selama ini cenderung menempatkan parpol kurang mendapat apresiasi positif di mata publik. Dalam jajak... Read More
Parpol Coba Membumikan Ideologi
Hasil jajak pendapat Litbang Kompas cukup mengejutkan. Responden menilai, Partai Demokrat adalah yang paling konsisten mempertahankan ideologinya. Parpol yang baru dua kali ikut pemilu itu dalam jajak pendapat itu mengalahkan ”partai ideologis”, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Walau dari jajak pendapat itu tak diketahui alasan responden menyatakan penilaiannya, Ketua... Read More
Menyiapkan “Jihad” di Aceh
Awal Januari 2009. Sebuah iklan di koran lokal berisi kisah penindasan di Palestina yang diikuti pendaftaran calon mujahidin membakar semangat Baili (24), santri dari Dayah, pesantren, di Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Nanggroe Aceh Darussalam. Anak keenam dari delapan bersaudara dari Desa Alue Bilie, Nagan Raya, ini segera menuju ke Banda Aceh untuk mendaftarkan diri.... Read More
Bukan Peperangan Orang Aceh
Sebuah pesan pendek berbunyi: ”Tandzim Al Qoidah Indonesia Cabang Serambi Mekah telah bertahan untuk melanjutkan jihad terhadap musuh-musuh Allah: kaum Yahudi, Salibis, dan Murtadin serta meminta musuh-musuh Allah untuk segera meninggalkan tanah Serambi Mekah”. Pesan lewat SMS itu dikirim Abu Yusuf dari Pegunungan Bun, Jalin, Kecamatan Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), kepada seseorang... Read More
Penataan Partai Politik Perlu
Jakarta, Kompas – Partai politik yang memiliki manajemen baik belum tentu menang dalam pemilu. Demikian pula sebaliknya, partai yang manajemennya tidak baik bisa jadi keluar sebagai pemenang. Namun, kondisi itu bukan alasan untuk tidak melakukan perbaikan manajemen partai. ”Ada hal lain, seperti demografi, yang menentukan kemenangan partai politik selain hal- hal seperti manajemen yang baik.... Read More
Bukan Rumah Tandzim Al Qoidah
Bagi Kubang (28) alias Mustafaruddin, mantan anggota pasukan bersenjata Gerakan Aceh Merdeka, perjuangannya masih jauh dari usai. Perdamaian yang ditandatangani perwakilan GAM dan Pemerintah Republik Indonesia pada 2005 bukanlah perdamaiannya. Ketika mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lain bergabung dalam organisasi Komite Peralihan Aceh dan menikmati dana reintegrasi, Kubang pun menolak bergabung.
Mengurai Cabikan Luka Partai Politik
Belum tampak perubahan yang patut dibanggakan dalam mengikuti sepak terjang partai politik di negeri ini. Publik dan khususnya konstituen partai selama ini lebih banyak mengekspresikan ketidakpuasan ketimbang kebanggaannya dalam berpartai. Masih dapatkah partai terselamatkan? Kondisi demikian tidak boleh dipandang sebelah mata. Betapa tidak, keberadaan partai nyaris tidak dirasakan manfaatnya oleh bagian terbesar publik. Malah, lebih... Read More
Menghitung Untung dan Rugi FTA ASEAN-China
KOMPAS.com — Guna memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi, meliputi perdagangan dan investasi, negara anggota ASEAN dan China sepakat membuat perjanjian perdagangan bebas. Ratifikasi terkait kerja sama itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004.