Biar Cerdas, Publik Justru Membutuhkan Kampanye Negatif

JAKARTA, KOMPAS.com – Makin maraknya lontaran isu negatif dari satu kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden terhadap kandidat lain menjelang Pemilihan Presiden 8 Juli kerap menimbulkan kontroversi. Namun, kampanye negatif sebenarnya berguna atau tidak bagi publik? Pasalnya, publik kerap membenci pihak yang melontarkan kampanye negatif. Akibatnya, kampanye negatif justru cemderung menguntungkan pihak yang ‘terdzolimi’.

Pasangan Calon Cuma Doyan Perang Kata, Tak Substansial

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampanye negatif yang kerap dilontarkan masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden kepada pasangan lain umumnya tak menjurus ke hal-hal yang substansial. Cenderung remeh-temeh dan sepele. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lili Romli, melihat, kecenderungan para pasangan calon yang hanya doyan saling melemparkan kritik atau perang kata-kata yang tak substantif...
Read More

Survei STKS: Mayoritas Orang Miskin Pilih SBY

JAKARTA, KOMPAS.com – Mayoritas rakyat miskin memilih Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden. SBY mendapat dukungan 63,83 persen suara, sementara Jusuf Kalla 13,83 persen, dan Megawati Soekarnoputri 11,09 persen. Sebanyak 11,25 persen memilih tokoh lain. Demikian hasil penelitian Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung (STKS). “Tampaknya ini terkait dengan persepsi mereka terhadap situasi kesejahteraan dan program-program anti...
Read More

Tim Sukses SBY-Boediono Bantah Penyebar Selebaran Suruhan Demokrat

JAKARTA, KOMPAS.com – Koordinator tim advokasi Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono Amir Syamsuddin membantah bahwa penyebaran selebaran ‘Katolik’ dalam kampanye Jusuf Kalla di Medan, Kamis lalu (25/6), bukanlah suruhan dari Partai Demokrat. Padahal, Adi Zein yang tertangkap tangan menyebarkan selebaran berbau SARA tersebut itu mengaku disuruh oleh tim sukses SBY-Boediono yang bernama Sunar Dalimunthe.

Prabowo Serang Iklan Baliho Lawan

AKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Prabowo Subianto mengatakan, korupsi masih merajalela di Indonesia. Menurutnya, tidak sepantasnya Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang besar berada di bawah negara-negara lain akibat hal tersebut. “Kalau negara korupsi, kita paling atas,” lontarnya saat menghadiri dukungan masyarakat transportasi angkutan umum dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Hotel Mangaradja...
Read More

Jelang Pilpres: BRTI Perketat Pengawasan SMS Kampanye

Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) semakin memperketat pengawasannya terhadap pemanfaatan jasa telekomunikasi untuk media kampanye jelang pemilihan presiden 8 Juli 2009 mendatang. Jasa telekomunikasi yang jadi bidikan utama BRTI saat ini adalah layanan polling SMS untuk mengukur perolehan suara sementara calon presiden beserta wakilnya.

Museum Tsunami Aceh Kosong Melompong

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Museum Tsunami Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sejak diresmikan pada 23 Februari oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai sekarang belum difungsikan karena ruangan-ruangan museum masih kosong melompong. Pengamatan Kompas, bangunan megah dengan tampak luar seperti kapal besar di kawasan pusat kota itu hanya digunakan oleh warga untuk...
Read More

Selebaran “Katolik” di Kampanye JK Pecah Belah Bangsa

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono Marzuki Alie, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, mengatakan, selebaran yang dibagi-bagikan pada kampanye tertutup capres M Jusuf Kalla di Asrama Haji Medan pada 24 Juni dapat memecah belah bangsa. Selebaran tersebut menyatakan bahwa Herawati, istri cawapres Boediono, beragama Katolik. “Selebaran tersebut berbau SARA dan dapat memecah...
Read More