Stiker Partai Sira dicopot

SIGLI – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) legislative 2009 aksi intimidasi terus terjadi di Kab. Pidie dan Pidie Jaya. Ribuan striker Partai Suara Independen Rakyat Aceh (Sira) dicopot orang tak dikenal di dua kabupaten itu.

Amatan Waspada, sejak Jumat (8/8) dan Sabtu (9/8) ribuan striker Partai Sira yang ditempal pada tiang listerik dan dinding toko di pusat pasar Kec. Bandar Baru, Kab. Pidie Jaya dan Kec, Geulumpang Tiga, Kab. Pidie habis dicopot orang tak dikenal. Selain dicopot, stiker Parlok yang didirikan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, itu juga banyak dirobek.

Ketua Komite Pimpinan Kecamatan (KPK) Partai Sira, Glumpang Baro, Asya Maulana, kepada Waspada, Minggu, (10/8) mengatakan, aksi brutal pencopotan stiker partai tempatnya bernaung itu, telah dilakukan jauh-jauh hari oleh orang tak bertanggung jawab, sebagai salah bentuk upaya intimidasi yang dilakukan pihak tertentu, yang menganggap Partai Sira sebagai saingan.

Ribuan stiker yang ditempel pada dinding toko dan tiang listrik dengan sengaja dirobek lalu dicopot. Puncak pencopotan itu dilakukan sejak Jumat (8/8) hingga Sabtu (9/8). “Kami tidak tahu siapa pelaku pencopotan tersebut. Yang jelas pelakunya orang yang belum siap berdemokrasi,” katanya.

Menurut Asya, tindakan pencopotan dan pengrobekan stiker Partai Sira sudah keterlaluan dan tidak lagi menggunakan azas atau tatacara berdemokrasi yang baik. Padahal, selama ini pihaknya tidak melakukan aksi semacam itu yang dapat menyedutkan dan menghina partai lain.

“Kami lebih mengedepankan persaudaraan. Buat apa kita merobek dan mencopot stiker partai lain, kan tidak ada untungnya. Yang ada hanya menimbulkan permusuhan dan konflik baru di Aceh. Kami menghormati dan menghargai azas demokrasi. Jadi hal bodoh seperti itu tidak perlu kami lakukan karena akan merugikan kami sendiri dan nama baik partai,” cetus nya.

Terkait dengan aksi pencopotan dan pengrobekan stiker Partai Sira, sebut Asya, pihaknya belum melakukan upaya menempuh jalur hukum. Selain, pelaku belum diketahui. Menempuh jalur hukum juga tidak akan menyelesaikan persoalan. Namun jika aksi itu terus terjadi, pihaknya terpaksa melakukan upaya menempuh jalur hukum.

“Kami kalau sudah mengetahui pelakunyapun tidak akan menempuh jalur hukum. Tetapi kami akan duluan melakukan musyawarah atau memperingati. Tapi kalau upaya itu juga tidak dapat diselesaikan baru kita lakukan upaya hukum,” papar Asya.

Kata dia, stiker yang ditempel pada dinding toko di pusat kota Kec. Bandar Baru dan Glumpang Baro, sebelum ditempel, pihaknya duluan meminta izin pada pemilik toko. Artinya tidak ada alasan bagi pemilik toko atau masyarakat merobek stiker yang telah ditempel tersebut.

Bahkan sebut dia, banyak stiker partai lain yang juga ikut ditempel pada dinding atau tiang listrik tidak dirobek. “Kenapa stiker kami dirobek. Kami curiga ada pihak yang sengaja melakukan tindakan itu, sebagai upaya intimidasi untuk menakut-nakuti masyarakat supaya tidak memilih atau senang dengan partai Sira,” tandas Asya.

Soource : Harian Waspada

Leave a Reply