Citra elite pemimpin dan kelembagaan partai politik tampaknya menjadi penilaian utama yang semakin diperhitungkan oleh calon pemilih dalam Pemilu 2009. Pilihan publik tidak lagi kepada janji-janji kampanye, visi-misi, dan program yang sering kali dijual selama kampanye, tetapi pada karakter pemimpin dan citra partai yang sudah terbaca selama ini.
Hasil jajak pendapat Kompas yang dilakukan terhadap 880 responden di 10 kota besar di Indonesia menunjukkan terjadi penurunan prioritas dalam memilih partai. Alasan kecocokan visi-misi, program, dan janji-janji parpol saat berkampanye, diakui oleh 24,78 persen responden, menjadi daya tarik utama yang mendorong mereka memilih parpol tertentu pada Pemilu 2004. Namun, kini alasan yang sama hanya menarik bagi 16,26 persen responden.
Sebaliknya, citra elite pemimpin dan kelembagaan parpol, yang menjadi alasan bagi 24,78 persen responden untuk memilih partai tertentu pada Pemilu 2004, kini menguat menjadi 37,9 persen. Dengan demikian, rekam jejak tokoh dan aktivitas parpol menjadi bagian penting yang bisa berpengaruh besar pada pilihan publik.
(more…)