Cetak Kader Berkualitas

Jakarta, Kompas – Mencetak kader partai politik yang militan untuk penugasan di lembaga legislatif dan eksekutif merupakan pekerjaan tidak sederhana. Upaya itu dapat diraih oleh parpol dengan terus melakukan konsolidasi dan pendidikan kader.

Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Muzani, dan Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo, secara terpisah pada Rabu (3/10) dan Kamis (4/10). Continue reading

Tiga Amanah Hasan Tiro untuk Rakyat Aceh

Sigli- Tiga amanah Teungku Hasan di Tiro sebagai hak rakyat Aceh. Amanah itu meliputi pendidikan, kesehatan, dan rumah. Demikian sebut Calon Gubernur Irwandi Yusuf melakukan konsolidasi dan silaturrahmi dengan Bekas Tentara Negara Aceh (TNA) angkatan dan pejuang GAM angkatan 76 beserta keluarga Alm. Tgk. Hasan Tiro di Pidie, Rabu (22/2).

Dalam acara yang dihadiri oleh Muhyan Yunan (pasangan cawagub Irwandi) dan sejumlah mantan panglima wilayah GAM di Gedung Olah Raga Pidie serta sekitar 708 orang (berdasarkan absensi).

Pada acara tersebut perwakilan ulama, GAM angkatan 76, dan keluarga alm.tgk.Hasan Tiro turut memberikan sambutan, Mantan GAM angkatan 76, Tgk.Hanafiah Pasi Lhok mengingatkan apabila terpilih Irwandi haruslah meneruskan program yang berpihak kepada rakyat. Menurut Hanafiah, pendidikan rakyat harus mendapat perhatian khusus untuk ditingkatkan.

“Kami juga berharap Irwandi dapat meneruskan perjuangan, untuk rakyat Aceh.”

Dalam sambutannya Irwandi mengajak mantan kombatan untuk terus bersatu dan tidak mau dipecah belah oleh alasan politik.

“Politik ini hanya sesaat, jangan gara-gara politik kesatuan dan kekompakan kita pecah, apapun pilihan politik yang terpenting mantan kombatan tetap bersatu, kita tetap bersaudara,” ajak Irwandi dalam pernyataan tertulis kepada The Globe Journal, Rabu(22/2).

Dia juga meminta para mantan kombatan untuk melawan semua intimidasi dan teror yang dilakukan orang-orang yang hendak memecah-belah kekompakan. Mantan kombatan juga harus menjadi pemberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Aceh dalam pilihan politiknya.

Irwandi menegaskan,dirinya naik kembali sebagai calon pemimpin Aceh bukan karena keinginannya, tapi karena keadaan dan atas dukungan mantan panglima wilayah dan mantan kombatan GAM. “Dari tahun 2006 saya juga tidak berambisi jadi Gubernur, namun karena izin Allah dan keadaan yang mengatarkan saya jadi pemimpin di Aceh.”

Menurut Irwandi, kalau kedepan terpilih lagi, maka akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan seperti selain akan memberlakukan pendidikan gratis sampai tingkat SMA, dan juga akan membuat program stimulus perbaikan ekonomi bagi masyarakat

miskin malalui program gratis abonemen listrik 2 amper bagi mas????arakat miskin.[003]

Source : The Globe Journal

Pertemuan KPA-Partai Aceh Berlangsung Tertutup

BANDA ACEH- Partai Aceh hari ini menggelar pertemuan dengan para ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), dan para kandidat bupati dan walikota se-Aceh. Kedatangan mereka diterima Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahud dan  kandidat calon gubernur Zaini Abdullah.

Dimulai pukul 10.35, pertemuan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pertemuan dengan Ketua KPA dan Ulee Sagoe seluruh Aceh. Sedangkan pertemuan dengan kandidat calon bupati/walikota dari Partai Aceh dijadwalkan setelah makan siang.

Pantauan The Atjeh Post, pertemuan berlangsung tertutup di sebuah ruangan di Meuligoe Wali Nanggroe di kawasan Lamteumen, Banda Aceh. Lebih seratus mobil diparkir di lahan kosong yang bersebelahan dengan meuligoe.

Sejumlah Ketua KPA yang terlihat hadir diantaranya Darwis Jeunieb, Teungku Ni dan Efendi dari Aceh Rayeuk.

Sebelumnya, Kautsar, Sekretaris Pemenangan pasangan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf, mengatakan,”pertemuan ini digelar khusus untuk mensingkronkan kerja-kerja pemenangan kandidat dari Partai Aceh, sehingga terarah dan terkomando dari pusat sampai ke setiap TPS-TPS di pelosok Gampong”.

Selain itu, kata Kautsar, pertemuan juga membicarakan hari ‘H’ deklarasi Pilkada damai bersama seluruh kandidat dari Partai Aceh di Banda Aceh.

Source : Atjehpost.com

MNC Lakukan Konsolidasi di Langsa

Langsa| Harian Aceh – Tim Muhammad Nazar Center (MNC) Pusat, Jumat (28/10), melakukan konsolidasi dengan berbagai organisasi yang menjadi Mobilitas Jaringan (Mobjar) pemenangan Muhammad Nazar di Kota Langsa. Kegiatan ini berlangsung di kantor MNC Langsa dan diikuti oleh seratusan orang dari berbagai organisasi pendukung Muhammad Nazar menuju kursi Gubernur.

Ketua MNC Langsa Ray Iskandar kepada Harian Aceh, mengatakan kedatangan tim MNC Pusat Dari Banda Aceh adalah dalam rangka konsolidasi dan penguatan jaringan upaya memenangkan Muhammad Nazar menjadi Gubernur Aceh. “Dalam forum tersebut kita membicarakan strategi dan taktik pemenangan Muhammad Nazar, serta memperkuat jaringan yang ada,” kata Ray.

Menurut Ray Iskandar, Tim MNC Pusat yang turun ke Kota Langsa ini antara lain Tami Anshar, Fauzan, Irwan, dan Ruslan. Mereka (tim MNC Pusat) berada di kawasan Timur Aceh untuk menguatkan barisan pemenangan Muhammad Nazar termasuk melakukan komunikasi dengan berbagai unsure terkait di Kota Langsa.

Sementara Tim MNC Pusat Tami Anshar usai melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat di Kantor MNC Langsa, mengatakan kedatangan mereka ke Langsa adalah sebagai tindak lanjut pasca pencalonan pasangan Muhammad Nazar – Nova Iriansyah sebagai pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh yang diusung oleh Partai Demokrat, PPP, dan Partai SIRA.

Menurutnya, MNC sebagai lembaga yang berada di luar partai Pengusung , MNC terus bekerja untuk memenangkan pasangan tersebut serta tetap melakukan koordinasi dengan partai pengusung di lapangan. “Makanya di tingkat internal MNC kita terus melakukan pengutaan jaringan kerja termasuk membentuk Tim Operasi Terpadu (TOT) guna pemenangan pasangan Muhammad Nazar-Nova Iriansyah,” kata Tami.

Melalui konsolidasi jaringan yang dilakukan disetiap kabupaten/kota, Tami Anshar berharap akan terbentuk sebuah tim terpadu yang akan membawa pasangan Muhammad Nazar-Nova Iriansyah menuju kemenangan dalam Pemilukada yang segera berlangsung.(cts)

Source : Harian Aceh

Posted with WordPress for BlackBerry.

Demokrat Konsolidasi

Jakarta, Kompas – Partai Demokrat meren- canakan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat pada 23-24 Juli mendatang di Sentul, Bogor. Dalam rakornas itu diagendakan pembahasan mengenai konsolidasi partai, pembinaan anggota partai, dan persiapan Pemilu 2014.

Hal itu diungkapkan Ketua Divisi Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Andi Nurpati seusai diperiksa sebagai saksi di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Senin (18/7) malam. Peserta yang akan hadir, menurut Andi, adalah anggota DPRD dari Partai Demokrat di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Selain itu, juga ketua dan sekretaris DPD/DPC. ”Ini merupakan pertemuan lengkap,” katanya.

Andi Nurpati menambahkan, tidak ada agenda pembahasan kongres luar biasa (KLB) dalam rakornas itu. ”Semua aspirasi tentu akan didengar,” katanya ketika ditanya jika usulan KLB muncul. Ia menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat telah menyatakan tidak akan ada KLB.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie di Makassar menilai pemberhentian Muhammad Nazaruddin belum cukup untuk memulihkan citra partai. Rakornas akan menjadi ajang evaluasi bagi seluruh kader Partai Demokrat.

”Kami telah mencatat perilaku sejumlah kader yang berpotensi merugikan partai. Semua akan dievaluasi dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) nanti,” ujar Marzuki tanpa memerinci nama dan perilaku kader yang dimaksud, Selasa.

Selain itu, rakornas juga akan dijadikan ajang memperkuat soliditas anggota demi memulihkan citra partai. Marzuki mengaku prihatin dengan perilaku sejumlah kader belakangan ini yang rentan menyebabkan perpecahan di dalam tubuh partai.

”Kondisi yang menimpa Partai Demokrat akhir-akhir ini harus diakhiri. Semua kader harus kompak kembali,” ujar Marzuki yang juga Ketua DPR. Ia menambahkan, kehadiran Nazaruddin di muka hukum dapat membantu pemulihan citra partai.

Peran Anas

Sejumlah kasus yang menimpa Partai Demokrat itu membuat peran Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai itu, secara faktual, telah diambil alih pihak lain, terutama Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

”Anas tidak dapat memimpin karena dia belum dapat membuktikan dirinya bersih dan membersihkan kepengurusan Partai Demokrat. Jika dia tidak bermasalah dan dapat mengambil kepemimpinan tegas, pengambilalihan peran Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kecil kemungkinan terjadi,” kata Airlangga Pribadi Kusman, pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Selasa, di Jakarta.

Menurut Ray Rangkuti dari Lingkar Madani untuk Indonesia, pengambilalihan peran Anas terlihat jelas, misalnya ketika kepastian tidak ada KLB justru disampaikan Yudhoyono. Pemberhentian Nazaruddin juga selalu dikatakan telah disetujui Yudhoyono. ”Padahal, dua masalah itu seharusnya menjadi tanggung jawab penuh Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” ucap Ray Rangkuti. (RIZ/FER/NWO)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

DINAMIKA POLITIK 2010: Politik Saling Sandera Mendominasi

Jakarta, Kompas – Praktik politik saling sandera mendominasi dinamika politik Indonesia sepanjang tahun 2010. Fenomena ini menandakan belum selesainya konsolidasi politik. Padahal, tahun 2009 seharusnya menjadi titik akhir konsolidasi untuk kemudian beralih ke isu kesejahteraan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq, Rabu (8/12) di Jakarta, menuturkan, politik sandera terjadi di hampir semua lini kekuasaan. Praktik itu antara lain terlihat dalam kasus Bank Century atau mafia pajak yang melibatkan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Gayus Tambunan.
Continue reading