Capres dan Media Sosial

Ilustrasi, Kompas Cetak

KOMPAS.com – Siapa yang menguasai internet dan media sosial, dialah yang akan memimpin negara. Barack Obama sudah membuktikannya di AS. Bagaimana dengan calon presiden Republik Indonesia? Sejauh mana capres-capres memanfaatkan media sosial untuk menjaring pendukung?
Sebelum menjabat presiden Amerika Serikat 2008, Barack Obama, Senator Illinois ini, sukses memanfaatkan internet untuk menjaring pendukung dan mengumpulkan dana secara online. Obama memiliki jejaring sosial mulai dari Facebook, LinkedIn, Youtube, Twitter, Friendster, hingga MySpace. Pada pemilihan periode kedua 2012, Obama juga memanfaatkan jejaring sosial lainnya yang populer di Amerika, seperti Google Hangouts.

Menguasai komunikasi publik salah satu kunci kemenangan capres. Franklin D Roosevelt menggunakan radio untuk menjangkau pendukungnya, John F Kennedy memanfaatkan televisi untuk meraih kemenangan.

Barack Obama memanfaatkan internet, menyapa masyarakat akar rumput melalui media sosial yang bertebaran di Amerika. Obama mencatat sejarah, menjadi orang berkulit hitam pertama yang tinggal di Gedung Putih. Internet menjadi sarana ampuh bagi Obama.
Continue reading

Analisis Politik: Berburu Gengsi, Abai Prestasi

KOMPAS.com – Meskipun rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, ternyata tidak mudah rakyat Indonesia menjadi pemenang tulen pada Pemilihan Umum 2014. Bahkan pesta demokrasi sebagai festival yang seharusnya merayakan kedaulatan rakyat dihantui oleh sikap skeptis dan apatisme publik terhadap faedah dan kemaslahatan pemilu.

Penyebab utamanya adalah tingkat kepercayaan rakyat terhadap lembaga politik dan negara semakin merosot. Rendahnya keterandalan lembaga-lembaga tersebut dipertegas dengan beberapa survei akhir-akhir ini. Indikatornya, potensi pemilih yang menyatakan belum tahu atau tidak memilih berkisar 30 persen sampai 40 persen.
Continue reading

Memotong ‘Goblokisasi’

“History repeats itself, first as tragedy, then as farce” (Karl Marx)

ADA banyak penyesatan politis di Aceh. Orang-orang ‘pintar’ terlibat. Mereka bilang ke masyarakat awam bahwa UUPA dan MoU Helsinki adalah manifesto partai politik. Mahasiswa ilmu politik Semester I pun tahu kalau MoU Helsinki adalah konsensus konflik, sedangkan UUPA produk hukum. Continue reading

Doto Zaini Jangan Banyak Umbar Janji

Banda Aceh – Aceh baru saja memasuki pemerintahan yang baru. Doto Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf terpilih sebagai Aceh satu. Kepemerintahannya kurang lebih baru seminggu terhitung dari tanggal pelantikannya (25/6). Sementara begitu banyak janji-janji yang telah terucapkan seperti Aceh bebas asap rokok, kedisiplinan pegawai, pemerintah yang jujur, pembangunan infrastruktur seluruh Aceh dan banyak janji-janji lainnya.

Memang janji-janji tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat Aceh. Namun dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri ketika janji tersebut tidak terealisasikan. Menurut Pengamat Politik dari Aceh Institute, Fajran Zain, idealnya pemerintah baru jangan terlalu banyak mengumbar janji dulu. Tetapi fokus saja kepada beberapa program yang merakyat yang telah disusun.

“Ada baiknya pemerintah tidak terlalu mengumbar daftar keinginan, ingin begini dan ingin begitu. Istiqamah dan fokus saja pada beberapa visi pemerintahan yang sudah diformulasikan. Karena terlalu banyak bicara, terlalu banyak berjanji, hanya akan menjadi boomerang bagi pemerintahan. Alih-alih bisa meraih citra public yang positif, malah pemerintah kehilangan wibawa,” ungkap Fajran kepada The Globe Journal, Selasa (3/7).

Sarannya, jangan sampai pemerintah terjebak pada optimisme bias, semua ingin dijadikan prioritas, tetapi akhinya tidak satupun yang terpegang, sebab setiap kebijakan public memiliki konsekuensi pre-analisis, regulasi, perencanaan, dan anggaran.

Sesuai dengan catatan misalnya, sejauh ini sudah ada 21 janji yang dilansir oleh ZIKIR pada saat kampanye dulu, itu pun sudah harus pontang panting merealisasikannya.

“Bayangkan, apakah realistis bila ada program pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar, dan pemberian Rp 1 juta per KK per bulan dari hasil dana Migas? Jadi, kembali ke ikon yang diusung oleh Partai Aceh, Peugah ubee buet, peu buet ubee na (kerjakan apa yang sudah disampaikan, dan nanti sampaikan apa yang sudah dikerjakan,” tutup Fajran. [003]

Source : The Globe Journal

Membongkar Janji-janji Doto-Mualem

Banda Aceh- Hari ini, 2 Juli tepat tujuh hari Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai nakhoda Aceh. 25 Juni lalu merupakan sebuah angka waktu yang sangat bersejarah bagi pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

Betapa tidak, dua lelaki yang sebelumnya berseberangan faham dengan negara Republik Indonesia, telah secara sah dilantik sebagai perpanjangan tangan Republik di ujung Sumatera.

Sebagai pasangan representatif rakyat, Zikir (begitu pasangan ini disebut), mempunyai tanggung jawab besar untuk menahkodai Aceh lima tahun mendatang. Banyak harapan yang disematkan kepada keduanya oleh rakyat. Mulai dari pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, sampai dengan upaya pemberantasan korupsi di negeri syariat.

Namun diantara semua itu, membuka “bungkoh MoU” merupakan sesuatu yang sangat dinantikan oleh rakyat akan seperti apa definisinya kelak?.

Hal ini tentu saja sejalan dengan janji politik yang telah mereka lontarkan kepada rakyat saat berkampanye dulu. Baik yang dijanjikan secara langsung oleh Zaini dan Muzakir Manaf, maupun yang dijanjikan oleh tim sukses saat berkampanye.

Catatan The Globe Journal dari serangkaian kampanye Zikir, saat mereka berkampanye di Lhoong Raya, Aceh Besar, Senin (2/4) pasangan ini pernah menjanjikan berbagai hal seperti akan memajukan Aceh seperti Brunai Darussalam dan Singapura. Kemudian hukum di Aceh akan diterapkan seperti perintah dalam Al-Quran dan Hadist. Akan meminta kepada pemerintah Saudi Arabia (Arab Saudi) agar mengembalikan harta waqaf Habib Bugak sebagai milik rakyat Aceh langsung.

Setiap rakyat yang sudah cukup umur maka akan diberangkatkan haji. Meningkatkan program JKA  dalam bentuk semua rumah sakit di kabupaten/kota harus mampu melayani pasien seperti layaknya RS di Banda Aceh. Juga penggratisan biaya pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD) sampai bangku kuliah (Perguruan Tinggi)

Di lapangan T. Chik Ampon Tayeb, Kecamatan Peureulak Kota, Minggu (25/3), mereka mengatakan akan siap mendinginkan Aceh.

“Sudah 30 tahun Aceh kepanasan, Partai Aceh siap mendinginkan Aceh dan masyarakatnya,” Ucap Fakrul Razi, juru bicara PA pusat yang saat itu diturunkan sebagai jurkam.

Di lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Senin (26/3) pasangan Zikir menjanjikan penyempurnaan UUPA, kepedulian terhadap janda dan anak yatim, peningkatan pendidikan serta pemberantasan korupsi yang menjadi prioritas. Selain itu juga akan menaikkan gaji pegawai dan honorer, termasuk aparat desa.

Di objek wisata pantai Trienggadeng, Pidie Jaya, Selasa (27/3) Zaini menjanjikan menggratiskan pendidikan bagi putra-putri daerah mulai SD sampai dengan SMA.

Di lapangan bola Gema Samadua, Aceh Selatan, Muzakkir Manaf akan membangun sumber daya manusia di bidang kesehatan. Untuk jangka pendek, pihaknya akan mendatangkann dokter dari luar ke Aceh. Sehingga orang Aceh tidak perlu lagi berobat keluar negeri. sedangkan jangka panjang, putra-putri terbaik Aceh akan dikirim keluar negeri dan disekolahkan di bidang kedokteran. Selain itu, dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) akan ditambah pula.

Rabu (28/3) Muzakkir Manaf yang berkampanye di Lapangan Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Bireuen menjanjikan memberikan uang setiap bulan untuk setiap KK di Aceh Rp 1 juta. Dana ini diambil dari hasil migas. Juga akan meminta Pemerintah Belanda untuk mengganti rugi lahan yang dijadikan kuburan (kerkhoof) di Banda Aceh. Meminta kepada Pemerintah Arab Saudi untuk mengembalikan harta waqaf Habib Bugak di Mekkah untuk rakyat Aceh.

Juga mengupayakan quota haji untuk Aceh. Naik haji gratis untuk anak Aceh yang sudah akil baliq. Juga pemberangkatan jamah haji dengan kapal pesiar.

Di Aceh Tengah, di lapangan Musara Alun, Kamis (30/3) Zaini berjanji membangun industri pariwisata Danau Laut Tawar Takengon. Menurutnya, danau di kawasan tengah Aceh itu sangat indah dan cantik. Bahkan lebih indah daripada danau di Norwegia dan Jenewa.

Selain janji dia atas, masih banyak janji lainnya seperti menata kembali sektor pertambangan Aceh, mewujudkan Pemerintahan Aceh yang bermartabat dan amanah dan lain sebagainya.

Melihat banyaknya janji, dan terkesan muluk-muluk, tentu saja mengundang rasa percaya dan tidak percaya dikalangan rakyat. Apalagi janji yang ditebar ada beberapa yang bersentuhan langsung dengan mimpi rakyat jelata, seperti uang gratis Rp 1 juta per bulan serta naik haji secara gratis dan dengan kapal mewah.

Seperti yang diutarakan oleh Visri (20) warga Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang Bireuen pada Rabu (27/6). Kepada The Globe Journal, mahasiswa Universitas Almuslim ini sangat berharap agar pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf agar segera merealisasikan janji politiknya.
Bagi mahasiswa jurusan Bahasa Inggris ini, ada empat janji Zikir yang dinilai sangat ditunggu oleh masyarakat. Yaitu tentang pendidikan gratis, peningkatan mutu kesehatan, ibadah haji gratis dan pembagian Rp 1 juta per Kepala Keluarga (KK).

“Sebagai pribadi, saya sangat mendukung semua program pro rakyat yang pernah dijanjikan oleh Gubernur kita yang baru. Saya yakin bila mereka tidak akan ingkar janji. Apalagi dengan empat janji yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat kecil seperti saya ini,” Kata Visri sambil tersenyum.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fajri Ilyas (21) warga Bugak Krueng, kecamatan Jangka, Bireuen. Dia berharap agar Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru tidak ingkar janji. Pasangan yang di usung oleh Partai Aceh itu, jangan sampai mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh Gubernur Aceh sebelumnya yang gagal mensejahterakan rakyat.

Terkait dengan pembangian uang sebesar Rp 1 juta per KK, Fajri menilai janji itu sebagai sebuah hal yang sangat dinantikan realisasinya oleh rakyat. Selain itu ibadah haji gratis juga sangat didambakan oleh kalangan ekonomi lemah. Untuk itu, dia berharap agar Zaini dan Muzakir tidak ingkar janji.
“Saya mendukung kedua pasangan ini untuk merealisasikan janjinya. Semoga saja dengan uang satu juta per kepala keluarga itu serta ibadah haji gratis, mampu menyelamatkan ekonomi keluarga miskin seperti kami. Juga memberikan kesempatan kepada kami agar dapat serta menunaikan ibadah haji,” kata Fajri.

Bagi bungsu dari tiga bersaudara ini, menghajikan ibunya merupakan mimpi yang sangat besar sekali. Namun karena ekonomi yang tidak mendukung, lumpo itu harus dikubur dalam-dalam. “Kalau kesempatan berhaji itu sampai kerumah saya dan saya yang mendapatkan giliran pertama sebelum mak saya, maka mak akan saya berikan kesempatan itu terlebih dahulu. Sebab, menghajikan beliau dan dapat mencium hajar aswad merupakan mimpi mak  sejak dulu,” tambah Fajri yang berprofesi sebagai tukang RBT yang kuliah di jurusan PGSD Unimus.

Ismail Puteh (60) warga kecamatan Juli, Rabu (27/6) kepada The Globe Journal bahkan mengaku dirinya sudah bersiap-siap untuk menunggu implementasi janji “pasangan tua-muda” itu. Bahkan dia sudah menghitung bila bila dalam sebulan dapat Rp 1 juta per KK, maka dalam setahun dapat Rp 12 juta.

Dia bertamsil, bila ada potongan “uang minum” dalam setiap bulannya sebesar Rp 200.000, maka dia masih bisa mengantongi uang sebesar Rp 9.600.000. angka tersebut tentu sangat besar bagi petani miskin dipedalaman Bireuen.

Ismail meminta kepada The Globe Journal, agar menanyakan kepada Gubernur terpilih untuk memberitahukan syarat-syarat yang harus dilengkapi agar bisa mendapatkan uang itu. Apakah cukup dengan KK, atau ada foto kopi KTP dan surat pernyataan?.

“Pak wartawan tolonglah tanyakan kepada Gubernur Zaini dan Mualem tentang syarat mendapatkan uang itu. Apa cukup dengan KK, selain itu apalagi? Apa perlu saya siapkan foto kopi KTP dan surat pernyataan?,” tanya Ismail.

Murtala. Ketua Komunitas Korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (K2HAU) Aceh Utara, kamis (28/6) kepada The Globe journal mengatakan, dari sekian janji yang pernah diucapkan oleh Zaini-Muzakir maupun oleh timsesnya,

Khususnya masalah implementasi isi MoU dalam Undang-Undang maupun Qanun di tingkat daerah. Salah satunya pemenuhan hak-hak korban pelanggaran HAM melalui pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

Menurut Murtala hal ini sangat penting, sebab dengan lahirnya KKR, maka semua hal terkait dengan konflik Aceh akan menjadi jelas. Siapa, kapan dan dimana akan terjawab dengan jujur. “Ini penting demi Aceh ke depan dan buat pembelajaran bagi bangsa ini,” ujar Murtala.

Koordinator Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) Bireuen, Mukhlis Munir menilai harapan Ismail lumrah sekali dan dapat dipahami. Sebab, dalam kondisi sekarang, ekonomi masyarakat kecil semacam Ismail sangatlah seret.

Apalagi, semenjak Tsunami dan damai, kue rehab-rekon Aceh hanya dibagi dikalangan elit. Sedangkan rakyat kecil, tetap tepuruk dalam kemiskinan dan malam menjadi sasaran pungli bila mendapatkan bantuan.

Di lain pihak, selama masa damai, para petinggi Aceh sebelumnya masih gagal memberikan jalan
“tengah” agar penghasilan rakyat kecil bertambah. Nah, melihat kondisi demikian, wajar bila kemudian banyak masyarakat kelas proletar berharap agar janji pembangian uang secara Cuma-Cuma sebagai salah satu wujud bila kejayaan Aceh sedang berulang. Hal itu sesuai dengan janji dan slogan yang selama ini digembar-gemborkan oleh PA dan Zikir yaitu akan mengembalikan kejayaan Aceh seperti masa Sultan Iskandar Muda.

Untuk itu Mukhlis berharap agar baik Zaini maupun Muzakir tidak ingkar janji dan menganggap angin  lalu segala hal yang pernah dijanjikan itu. Walau terkesan seperti “mencucuk bulan dengan galah”, namun bila Pemerintahan Aceh yang baru tidak mampu di dikte oleh “kekuatan luar”, dirinya yakin, walau tidak semua, namun ada janji yang bersentuhan langsung dengan rakyat yang akan mampu diwujudkan.

“Saya melihat, dari sekian isu yang dilemparkan kepada rakyat saat kampanye, selain pendidikan gratis, peningkatan layanan kesehatan, haji dan pembagian uang, dan penegakan hukum dalam bentuk lahirnya KKR, merupakan janji yang selalu menjadi buah bibir masyarakat. Ini isu yang bersentuhan langsung dan perlu untuk dipenuhi, agar kepercayaan rakyat tidak hilang kepada duet ini,” terang Mukhlis.

Setali tiga uang dengan Mukhlis, Zulfikar Muhammad, direktur PB HAM Aceh Utara juga menekankan bahwa harapan penegakan hukum dalam bentuk pembentukan KKR di Aceh kembali menjadi perhatian masyarakat.

Dengan kemenangan pasangan yang di usung oleh Partai Aceh itu sebagai pemimpin tertinggi di Aceh, maka harapan akan lahirnya kerja-kerja penegakan hukum dan keadilan akan kembali lahir di Aceh. Sebab hampir lima tahun ini, isu-isu kemanusiaan yang berhubungan dengan masa lalu Aceh seolah lenyap dari perbincangan elit.

Aryos Nivada pengamat politik dan keamanan ikut menyumbangkan pikirannya terhadap sejumlah janji Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf. Baginya, janji Zikir menjadi ukuran keseriusan terhadap keinginan masyarakat Aceh.

Bila janji itu atau sebagainya bisa terlaksana maka kepercayaan masyarakat terhadap duet Zikir akan makin menguat. Bahkan besar peluang akan terpilih kembali pada pemilukada berikutnya. Dampak positif lainnya, yaitu akan semakin menguatkan dukungan rakyat terhadap Partai Aceh pada Pemilu legislatif tahun 2014.

“Semua janji itu, saya nilai sebagai pertaruhan nama baik pasangan ini. Bila gagal, maka mereka akan dilupakan rakyat. Tapi bila berhasil, maka tidak tertutup kemungkinan mereka akan dipilih kembali. Ini juga menjadi modal PA di Pileg 2014,” tukasnya.

Menurut Aryos, dalam menunaikan semua janji itu, pasangan Zikir ini tentu akan menemui penghambat serius. Misalnya intervensi elit politik di Jakarta, pengusaha dan elit lokal Aceh. Ketiga hal itu biasanya terjadi pada pemerintahan baru.

Nah dalam hal ini, Zikir harus bertindak tegas sehingga intervensi demikian tidak terlalu besar dilakukan selama menjalankan kepemerintahannya.

Selain itu, secara hitung-hitungan kontribusi politik, apabila ketiga aktor yang telah berkontribusi dalam pemenangan Zikir tidak direalisasikan, maka aktor itu berupaya menganggu jalan pemerintahan Zikir.

Pun demikian, Aryos mendukung pasangan ini untuk mewujudkan semua janji mereka kepada masyarakat Aceh. Walau terkesan banyak yang mustahil, namun semuanya harus didukung terlebih dahulu. Sebab pemerintahan ini masih sangat baru, dan perlu diberikan dorongan positif. [003]

Source : The Globe Journal

Ini Prioritas di Awal Pemerintahan Zaini

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Komisi Independen Pemilihan Aceh telah menetapkan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai kepala pemerintahan Aceh untuk lima tahun ke depan. Lalu, apa saja prioritas kerja pemerintahan Zaini Abdullah pada tahun pertama memimpin?

Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh setelah mengumpulkan dukungan sebesar 55,78 persen suara rakyat. Pasangan yang diusung Partai Aceh ini mengalahkan calon gubernur petahana (incumbent), Irwandi Yusuf, yang juga kader Gerakan Aceh Merdeka.

Dalam sebuah wawancara selama satu jam lebih dengan wartawan di kawasan Geuceue Kayee Jatoe, Banda Aceh, Zaini menyebutkan, di awal masa kepemimpinannya akan memfokuskan diri pada pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Kami akan memprioritaskan para pengembangan perekonomian rakyat, termasuk dalam hal ini pengembangan di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan,” kata Zaini kepada wartawan sesaat setelah KIP Aceh mengumumkan dirinya terpilih sebagai gubernur Aceh periode 2012-2015, Selasa (17/4).

Menurutnya, sumber daya alam Aceh yang begitu melimpah ternyata tidak menjamin kesejahteraan rakyat. Angka kemiskinan dan pengangguran masih terbilang tinggi.

“Kami akan berupaya untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Tujuan kami adalah kepada masyaraka bawah agar mereka meningkat ekonomi mereka,” ujar bekas Menteri Luar Negeri Gerakan Aceh Merdeka itu.

Zaini mengaku heran tingginya angka kemiskinan di daerah bekas konflik dan tsunami ini. “Yang kita herankan kenapa begitu banyak uang, tapi justru kemiskinan terjadi di Aceh. Kita harus mengadakan perubahan,” kata dia.

Zaini menilai, para petani, pekebun, dan nelayan juga harus diberdayakan untuk mengolah lahan pertanian, kelautan, dan perkebunan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Agar hasil yang dicapai bisa melebihi dari yang selama ini diperoleh. Dengan begitu, kata Zaini, akan memperbaiki taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Selain menitikberatkan pada pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Zaini juga memprioritaskan pada mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik dan bersih serta bebas dari kolusi dan korupsi.

“Kita harus mampu mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Aparatur pemerintahan juga dituntut untuk bekerja lebih disiplin,” lanjut pria kelahiran Teureubue, Pidie, 72 tahun silam itu.

Meski begitu, ia menegaskan, pelbagai kebijakan yang akan ditelurkan semasa kepemimpinannya tetap untuk menjaga kelangsungan perdamaian hakiki bagi masyarakat Aceh. []

Source : Acehkita.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Mualem: Jika Terpilih, Kita Akan Benahi Ulee Ureung

PANTON LABU – “Saya optimis Partai Aceh akan menang dan target perolehan suara 75 persen seluruh Aceh.” Hal itu disampaikan Muzakir Manaf atau Mualem kepada wartawan, usai melakukan pencoblosan di TPS 29 Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin 9 April 2012.

Saat ditanya, apa yang ia lakukan jika Partai Aceh tidak menang? “Jika memang nantinya saya (Partai Aceh) tidak terpilih, ya tidak mengapa, mau bagaimana lagi?,” jawabnya sambil tersenyum.

Mualem menambahkan, jika terpilih, semua butir-butir MoU akan dirampungkan, termasuk yang belum dijalankan oleh pemimpin pemerintahan Aceh sebelumnya. “JKA akan kita jalankan, mungkin namanya saja yang berbeda. Untuk dokter, kita akan seleksi ketat yang memiliki kemampuan terbaik,” ujarnya.

“Kita juga akan membenahi semua program mulai dari A hingga Z. Namun yang pertama, kita akan perbaiki “Ulee Ureung” (Sumber Daya Manusia) itu sendiri,” kata Mualem.[]

Source : The Atjehpost

Mualem: Usaha Mikro Pengaruhi Tumbuhnya Industri Makro

BANDA ACEH – Saat berorasi dalam kampanye akbar di lapangan depan Stadion Lhong Raya Banda Aceh, Calon Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan bahwa Partai Aceh khususnya Zikir (Zaini-Muzakir) akan memegang teguh MoU Helsinki dan mempertahankan perdamaian di Aceh, Senin 2 April 2012.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem itu mengatakan nantinya jika mereka terpilih, Zikir akan berusaha agar di Aceh diberikan kesehatan dan pendidikan gratis. Tidak hanya itu Muzakir juga berjanji akan meningkatkan sektor pertanian, kelautan, dan industri.

Di sektor industri, Muzakir mengatakan akan mengutamakan industri menengah dengan memberikan pinjaman pinjaman kepada kredit mikro dengan bunga yang sangat kecil. “Usaha mikro sangat berpengaruh besar dengan tumbuhnya industri makro di Aceh,” ujar Mualem.

Ia juga mengkritik kepimpinan Aceh lima tahun lalu yang tidak membawa rakyat Aceh sejahtera. “Sekarang ada juga yang mengaku-ngaku bahwa JKA itu milik dia. Kami tegaskan, JKA bukan milik dia namun milik seluruh Aceh. Dan dilihat dari awalnya JKA adalah itu semua kebijakan dari DPRA yang kita ketahui di dalam DPRA 75 persennya partai Aceh,” ujarnya.

Acara kampanye ini turut dimeriahkan juga oleh Imun Jon dan rapai pasee.[]

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Di Langsa, Nazar Janjikan Gaji Geuchik 1 Juta Perbulan

LANGSA – Calon Gubenur Aceh, Muhammad Nazar, menjanjikan jika dirinya nanti terpilih menjadi Gubenur Aceh periode 2012 – 2017, maka akan menerapkan standar minimal gaji Geuchik di seluruh Aceh sebesar Rp 1 juta perbulan.

Hal itu disampaikan Nazar ketika melakukan Kampanye dialogis yang dihadiri ratusan kader partai pengusung (Demokrat, PPP, SIRA) serta berbagai elemen masyarakat Kota Langsa, Rabu, 28 Maret 2012, di Rangkang Kupi Kota Langsa. Kampanye dialogis itu juga dihadiri Calon Walikota Langsa yang diusung Partai SIRA, H Jauhari Amin.

Dikatakan Nazar, pemberian gaji  itu dianggap penting mengingat tugas dan tanggung jawab Geuchik sangat penting dalam pembangunan Aceh. Di hadapan ratusan pendukungnya,  Nazar mengatakan geuchik merupakan ujung tombak dalam proses pelaksanaan pembangunan di Aceh.

“Mengingat kompleksitas peran geuchik, maka sudah selayaknya pemimpin di tingkat gampong tersebut mendapatkan penghargaan yang lebih layak.

Jika nanti Allah mengizinkan saya memimpin Aceh, maka kita akan terapkan standar minimal gaji geuchik sebesar Rp 1 juta, sehingga kesejehteraan geuchik akan lebih terjamin dan program pembangunan juga akan lebih sempurna,” kata Nazar.

Selain akan menerapkan standar minimal gaji geuchik, Muhammad Nazar pada kesempatan tersebut juga mengingatkan kadernya untuk berpolitik dengan santun dan tidak melakukan hal-hal tercela. Karena, kata Nazar, pemilukada merupakan arena politik yang harus dilakoni dengan aman dan damai serta penuh dengan rasa persaudaraan.

“Kita tidak ingin ada kader kita yang berprilaku tidak baik dalam proses Pemilukada. Karena apa yang kita jalani ini harus berjalan dengan aman dan damai,” lanjutnya lagi.

Sementara untuk sektor ekonomi, Nazar menjanjikan jika ia terpilih nanti akan membuka lapangan kerja sebesar-sebesarnya, mengatasi angka pengangguran, dan memberdayakan industri-industri produktif seperti padi, kacang kuning, jagung, pabrik ikan, dan pabrik garam.

Sedangkan untuk pengembangan sumber daya manusia, Nazar menjanjikan beasiswa bagi anak yatim, mahasiswa S1, S2 dan S3. Selain itu, juga akan diberikan bantuan bagi perguruan tinggi, penguatan dayah, dan balai-balai pengajian.

Dalam kampanye dialogis ini, Nazar tanpa ditemani wakilnya, Nova Iriansyah. Kampanye berakhir pukul 17.00 WIB. []

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Di Kuala Simpang, Zaini Janjikan Pemerintahan yang Bersih dan Jujur

BANDA ACEH – Kandidat Gubernur dari Partai Aceh, Zaini Abdullah, hari ini, Rabu 28 Maret 2012, melakukan kampanye di Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Dalam kampanye itu, Zaini tidak ditemani oleh wakilnya Muzakir Manaf karena pada saat yang bersamaan Muzakir juga berkampanye di Matang, Bireuen. Zaini ditemani Muzakir Hamid , salah satu anggota tim suksesnya. 

Dalam orasi politiknya, Zaini menyampaikan visi dan misi di hadapan massa yang hadir. Zaini juga menjanjikan pemerintah yang bersih dan jujur jika mereka terpilih nanti. Selain itu, ia juga mengatakan andaikan dipercaya menjadi Gubernur Aceh, ia akan mengupayakan peningkatan pendidikan umum dan agama, serta kesejahteraan rakyat.

“Masa yang memadati lapangan bola Kuala Simpang menjadi bukti sejarah, sebab antusias masyarakat sangat tinggi,” kata Muzakkir Hamid.

Muzakkir Hamid juga mengatakan kampanye itu turut didukung oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Persatuan Paguyuban Masyarakat Aceh Jawa (PPMAJ) Kuala Simpang.

Kampanye juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Aceh, Yakob Tailah. []

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.