Transkrip Wawancara Lengkap Irwandi Soal Partai Barunya

BANDA ACEH – Barusan redaksi The Atjeh Post menerima surat hak jawab dari Seuramoe Irwandi-Muhyan (tim pemenangan calon gubernur Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan). Salah satu poin permintaan dalam surat itu, meminta redaksi menurunkan secara utuh hasil wawancara The Atjeh Post dengan Irwandi berkaitan dengan partai baru yang akan didirikannya.

Berikut adalah wawancara Irwandi Yusuf usai pertemuan dengan sejumlah mantan GAM di Hotel Hermes Palace, 16 Februari 2012.

The Atjeh Post: Apa tanggapan anda soal dukungan yang diberikan para mantan panglima wilayah itu?

Irwandi: Terima Kasih.

Bagaimana pandangan anda soal pembentukan partai baru ini?

Irwandi: Agar demokrasi di Aceh bisa jalan (suara Irwandi terputus-putus). Bukan..bukan demo. Demo kan untuk rakyat, mono untuk satu kelompok.

Pandangan bapak soal partai-partai lokal lainnya yang sudah berdiri saat ini?

(suara Irwandi terputus-putus dan tidak jelas. Wartawan kami mendengarnya, “Tidak…tidak..kan hidup lagi .., namun ada juga teman wartawan yang mendengar rekaman ini berpendapat ada kemungkinan kalimat Irwandi bunyinya, “sila..silakan.. hidup lagi”) biar bunyi demokrasinya. Mari bersaing dengan partai baru ini).[]

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Hak Jawab Irwandi-Muhyan Soal Pemberitaan The Atjeh Post

Tim sukses Seuramoe Irwandi-Muhyan menyampaikan keberatannya atas pemberitaan The Atjeh Post berjudul “Irwandi: Partai Lokal yang Sudah Ada Tak Akan Hidup Lagi.” Berikut isi hak jawab yang diterima redaksi The Atjeh Post, Sabtu, 18 Februari 2012.

 

Banda Aceh, 18 Februari 2012
Nomor : 047/SI-M/II/2012
Lampiran : –
Perihal : Hak Jawab Pemberitaan

Kepada Yth;
Pimpinan Redaksi The Atjeh Post
di – Banda Aceh

Dengan Hormat, sehubungan dengan berita di media saudara pada tanggal 16 februari 2012 yang berjudul “Irwandi: Partai Lokal yang Sudah Ada Tak Akan Hidup Lagi”, dapat kami sampaikan bahwa kami sangat berkeberatan karena pernyataan tersebut sama sekali tidak disebutkan saat wawancara dilakukan.

Pada paragraf kedua berita tersebut ditulis: “Partai lokal yang sudah ada tidak akan hidup lagi nantinya. Mari bersaing dengan partai baru ini,” kata Irwandi usai bertemu sejumlah mantan panglima wilayah GAM pendukungnya di Hermes Palace, Kamis, 16 Februari 2012. Pernyataan tersebut sama sekali tidak diucapkan dalam wawancara dan menurut kami hal tersebut sangatlah menyesatkan dan mengarah kepada provokasi yang membahayakan.

Pada paragraf ketiga berita tersebut, ditulis: Menurut Irwandi, pembentukan partai baru perlu dilakukan agar demokrasi di Aceh dapat berjalan baik. “Demo artinya banyak, bukan mono yang berarti hanya untuk kepentingan satu lembaga,” ujarnya. Penulisan di paragraf ketiga tentu saja terlihat sangat jauh berbeda dengan kutipan Irwandi sebelumnya.

Isi kutipan yang dipelintir tersebut kemudian dijadikan bahan untuk tulisan berikutnya yang memicu pendapat negatif dari pihak lain pada berita “Kautsar: Jika Tak Bikin Partai, Setelah Pilkada Mau Kemana?” dan “Ini Kata Nazar Soal Partai Irwandi”.

Untuk itu kami meminta kepada saudara untuk dapat menuliskan ulang berita tersebut dengan klarifikasi dan menampilkan secara utuh hasil wawancara. Kami sangat berharap media dapat memberikan informasi yang cerdas dan mendidik serta menjunjung prinsip jurnalisme damai bukan memberikan provokasi ditengah kondisi politik yang menghangat menjelang pelaksanaan pilkada Aceh.

Perlu kami beritahukan bahwa wawancara The Atjeh Post dilakukan setelah selesai Rapat Konsolidasi Eks-Kombatan di hotel Hermes Palace tanggal 16 Februari 2012. Saat wawancara, terdapat beberapa wartawan dari media lain yang ikut melakukan wawancara dan mendengar. Bersama Irwandi Yusuf juga ikut beberapa pengurus Seuramoë Irwandi-Muhyan.

Kami juga ingin mengingatkan untuk selalu melakukan konfirmasi dan mengutamakan penyampaian berita dan informasi yang memiliki validitas tinggi dan akurat sehingga media saudara dapat lebih berperan sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan serta menjadi alat pantau yang independen tanpa berpihak.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian kami ucapkan terima kasih.

Atas nama, Seuramoë Irwandi-Muhyan
Muksalmina

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

AJI Banda Aceh: Berita Irwandi Salah Kutip

TEMPO.CO, Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen Banda Aceh mengatakan telah terjadi salah kutipan dalam pemberitaan bekas Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang dimuat dalam The Atjehpost.com. “Benar, telah terjadi salah kutip mengarah pelintir,” ujar Sekretaris AJI Banda Aceh Maimun Saleh Sabtu, 18 Februari 2012.

Salah kutipan itu, menurut Maimun, sudah dibuktikan lewat rekaman dan pengakuan jurnalis saat itu. Hal ini pun telah dirapatkan oleh AJI Banda Aceh pada hari ini.

Maimun juga menuturkan telah terjadi kesalahpahaman antara Irwandi dan pemimpin redaksi media itu, Nurlis E. Meuko. Nurlis mengatakan, dia telah diancam oleh Irwandi lewat telepon. Menurut Nurlis, Irwandi mengucapkan kata “diban” yang dalam sandi mantan GAM berarti “keroyokan”. Sedangkan, menurut Irwandi, dia bukan mengucapkan kata “diban”, melainkan “di-banned” (dilarang).

Maimun mengatakan AJI Banda Aceh akan mendalami persoalan ini lebih lanjut. Sedangkan Irwandi Yusuf sendiri telah melayangkan hak jawabnya kepada media yang dipimpin Nurlis tersebut. Ia sangat keberatan dengan isi pemberitaan itu yang katanya tak ia lontarkan saat wawancara berlangsung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nurlis E. Meuko mengatakan mendapat ancaman dari Irwandi Yusuf karena pemberitaan yang ditulis oleh medianya pada Jumat kemarin. »Aku ban kau nanti,” kata Nurlis menirukan ucapan Irwandi.

Irwandi telah membantah tudingan itu. Dia mengatakan hanya memarahi Nurlis lewat telepon. “Saya bilang, kalau gitu cara pemberitaannya, bisa-bisa di-banned (dilarang),” katanya.

Irwandi merupakan eks gubernur yang kini kembali menjadi kandidat Gubernur Aceh. Pemilu kepala daerah akan dilaksanakan pada 9 April 2012. Selain Irwandi, eks GAM yang berkumpul di Partai Aceh, yang menjadi pesaing utama Irwandi, turut mencalonkan jagonya. Yaitu bekas orang kepercayaan Hasan Tiro, Zaini Abdullah. NUR ALFIYAH

Source : Tempo.co

Posted with WordPress for BlackBerry.

Irwandi Yusuf Bantah Ancam Wartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf membantah telah melakukan ancaman kepada Pemimpin Redaksi The Atjehpost.com Nurlis E. Meuko. Menurut Irwandi, dia hanya memarahi Nurlis lewat telepon. “Saya telepon Nurlis, saya marahin dikit, tapi tidak pake ngancam,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 18 Februari 2012.

Irwandi menuturkan peristiwa itu bermula ketika media yang dipimpin Nurlis menulis berita tentang ajakannya membentuk partai baru bersama sejumlah mantan panglima wilayah GAM pendukungnya. “Tapi, yang ditulis, saya mau bentuk partai baru biar partai lokal lain mati semua,” katanya.

Hal ini, menurut dia, membuat eks Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar berkomentar keras. Irwandi kemudian menelepon Nurlis dan memarahinya. “Saya bilang, kalau gitu cara pemberitaannya, bisa-bisa di-banned (dilarang),” tuturnya.

Irwandi juga telah memberikan hak jawabnya yang telah dimuat di media tersebut. Menurut dia, ia sangat keberatan dengan isi pemberitaan itu yang katanya tak ia lontarkan saat wawancara berlangsung.

Sebelumnya, Nurlis E. Meuko mengatakan mendapat ancaman dari Irwandi Yusuf karena pemberitaan yang ditulis oleh medianya. »Aku bhan kau nanti,” kata Nurlis menirukan ucapan Irwandi.

Nurlis mengaku tak tahu arti “bhan” saat pembicaraan itu selain hanya bentuk ancaman. Belakangan ia tahu, bhan itu ternyata bahasa prokemnya eks GAM untuk tembak mati,” kata Nurlis. Dia kemudian melaporkan ancaman ini kepada Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan.

Irwandi dan Nazar yang awalnya menjadi pasangan gubernur dan wakil gubernur kini kembali mencalonkan diri menjadi kandidat Gubernur Aceh secara terpisah. Pemilu kepala daerah akan dilaksanakan pada 9 April 2012.

Selain Irwandi, eks GAM yang berkumpul di Partai Aceh, yang menjadi pesaing utama Irwandi, turut mencalonkan jagonya. Yaitu bekas orang kepercayaan Hasan Tiro, Zaini Abdullah. ADI WARSIDI | NUR ALFIYAH

Source : Tempo.co

Posted with WordPress for BlackBerry.

Mantan Gubernur Aceh Ancam Bunuh Wartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Pemimpin redaksi The Atjehpost.com, Nurlis E. Meuko, diancam dibunuh oleh eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ancaman pembunuhan ini diduga akibat pemberitaan di Atjehpost.com tentang pembentukan partai lokal Jumat kemarin. »Kemarin malam, dia (Irwandi) menelepon saya,” katanya kepada Tempo, Sabtu, 18 Februari 2012.

Saat menerima telepon itu, Nurlis mengira hanya telepon silaturahmi antarsesama teman. Saat menyentil tentang berita yang dibuat Atjehpost.com, baru pembicaraan menjadi tegang. »Aku bhan kau nanti,” kata Nurlis menirukan ucapan Irwandi. Nurlis mengaku tak tahu arti ‘bhan” saat pembicaraan itu selain hanya bentuk ancaman.

Lalu ia mencoba mencari tahu arti kata bhan ke para bekas kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Irwandi dahulu pernah terlibat di GAM dengan menjadi juru bicara dan mewakili GAM saat MoU perdamaian Aceh di Helsinky. »Bhan itu ternyata bahasa prokemnya eks GAM untuk tembak mati,” kata Nurlis.

Nurlis mengatakan sudah melaporkan ancaman ini kepada Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan. Tadi malam ia mengaku sempat mengkhawatirkan keselamatannya hingga terpaksa menginap di kantornya di Banda Aceh. »Kalau ancaman belum reda, saya berencana menginap di rumah Kapolda,” katanya.

Menurut ajudan Irwandi, bosnya itu sedang berada di dalam pesawat menuju Jakarta hingga sulit dihubungi. Irwandi kini kembali menjadi kandidat Gubernur Aceh. Pemilu kepala daerah akan dilaksanakan pada 9 April 2012. Selain Irwandi, eks GAM yang berkumpul di Partai Aceh, yang menjadi pesaing utama Irwandi, turut mencalonkan jagonya. Yaitu bekas orang kepercayaan Hasan Tiro, Zaini Abdullah. MUSTAFA SILALAHI

Source : tempo.co

Posted with WordPress for BlackBerry.