Pengamat: Partai Islam Sulit Beri Perubahan

VIVAnews – Partai-partai Islam menunjukkan tren penurunan perolehan suara dari waktu ke waktu. Pada pemilu terakhir 2009 lalu, kumulatif perolehan suara partai-partai Islam hanya sekitar 30 persen.

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanudin Muhtadi, hari ini mengatakan tren menurunnya elektabilitas partai Islam menunjukkan bahwa partai Islam kurang bisa menarik simpati pemilih, meski semangat keberagamaan sesungguhnya menunjukkan tren meningkat.

Berdasarkan tren riset LSI selama beberapa tahun, kata Burhan, sebenarnya secara sosiologis masyarakat Indonesia semakin religius. Namun secara elektoral, gelombang religiusitas ini tidak berbanding lurus dengan perolehan suara partai berbasis agama.

“Secara elektoral, partai Islam sulit memberikan perubahan,” ujar Burhan di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta. Alasannya, kata dia, kondisi Indonesia saat ini berbeda dengan beberapa dekade lalu yang masih kental dengan politik aliran.

Burhan menjelaskan, pemilu di awal-awal berdirinya republik ini masih didominasi oleh aliran-aliran tertentu. Tapi politik saat ini makin fleksibel dan tidak dapat dikotak-kotakkan ke dalam aliran-aliran semacam itu. Para santri bisa saja menjatuhkan pilihan pada partai bukan Islam.

Ke depannya, Burhan memprediksi arah suara pemilih kebanyakan akan beralih menuju partai menengah yang bersifat nasionalis. (ren)

Source : Vivanews.com

Lima Tren Sosial Media Tahun 2012

KOMPAS.com – Tahun 2011 lalu, sosial media berkembang sangat pesat. Indonesia adalah salah satu negara yang terkena demam sosial media. Indonesia menjadi pengguna Facebook nomor kedua terbanyak dan pengguna Twitter terbanyak ketiga di dunia. Akan seperti apa perkembangan sosial media di tahun 2012? Berikut pemaparan Amy Jo Martin, pendiri Digital Royalty seperti dikutip Tech Crunch.

Sosial Media Akan Masuk Ke Siaran Televisi
Televisi di tahun 2012 akan menjadi wadah sosial media baru. Pertunjukan televisi akan melibatkan masyarakat secara langsung melalui sosial media. Jaringan televisi yang khusus menyiarkan berita pun akan melibatkan audiens untuk berinteraksi secara langsung tentang sebuah berita yang sedang hangat.

Siaran politik, kampanye, dan pemilihan Presiden mungkin akan dilakukan di televisi secara interaktif. Televisi, yang semula bersifat monolog, akan berubah menjadi dialog. Komunikasi yang semula satu arah, akan berubah menjadi dua arah dan lebih interaktif.

Streaming Televisi Akan Ramaikan Sosial Media
Ini kebalikan dari Integrasi Sosial Televisi. Setelah sosial media masuk ke ranah televisi, kali ini tayangan televisi yang akan masuk ke ranah internet. Di tahun 2012 ini, Super Bowl, pertandingan final sepak bola Amerika yang dilangsungkan di akhir musim pertandingan NFL di Amerika Serikat, akan tayang secara streaming.

Artinya, tayangan ini bisa dinikmati para netizen (sebutan bagi pengguna internet) tanpa harus menonton televisi. Nonton sepak bola bisa melalui desktop atau laptop. Tayangan streaming akan semakin menjamur di ranah online dan bisa diintegrasikan dengan sosial media dan periklanan.

Facebook Akan Menjadi Pusat Sosial Media
Ami percaya, di tahun 2012, Facebook akan menjadi pusat proyek-proyek sosial media. Facebook akan bisa menjual namanya untuk mendapatkan beragam proyek yang membuat sebuah sosial media tertentu tidak ditinggalkan oleh penggunanya.

Integrasi dengan Facebook menjadi sebuah keharusan yang menguntungkan di tahun 2012.

Bisnis Besar Sosial Media Akan Tumbuh

Perusahaan-perusahaan besar akan berkonsentrasi merawat akun jejaring sosial yang dimiliki perusahaan, untuk menjaga “brand image”. Facebook, Twitter, dan Youtube bukan lagi tempat untuk memasang iklan, melainkan menjalin hubungan sosial dengan pelanggan dan mitra bisnis.

Bagi pengusaha jejaring sosial, ini bisa menjadi tempat untuk membuat sebuah channel khusus berbayar bagi perusahaan lain, sehingga halaman yang mereka miliki terlihat lebih profesional namun tetap “bersahabat”.

ROI Masih Besar
ROI (Return on Investment) di sosial media masih besar tahun 2012 ini. Konsep hubungan yang terjalin dari keberhasilan sosial media akan diadopsi oleh perusahaan sebagai strategi bisnis. Costumer Service, riset, dan image branding akan menjadi bisnis yang penting di ranah sosial media.

Perusahaan akan memanfaatkannya untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mengerti kebijakan yang diambil dan sejauh mana pemasaran berhasil. Sosial media akan menjadi tempat investasi yang menghasilkan ROI besar dengan mengeluarkan sedikit investasi.

Source : Kompas Tekno