siwah.com

Author: fakhrurrazi amir

  • Pilkada Pidie Jaya: Daftar Pemilih Kembali Berubah

    MEUREUDU – Komite Independen Pemililihan (KIP) Pidie Jaya mengumumkan jumlah pemilih tetap pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pidie Jaya, 25 Oktober 2008, adalah sebanyak 90.459 jiwa. Jumlah tersebut berubah lagi. Jumlah tersebut mengalami penambahan sebanyak 209 jiwa dari jumlah yang telah diumumkan KIP setempat tiga hari lalu, yakni sebanyak 90.250 suara.

    Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih KIP Pidie Jaya, Fuadi Iskar kepada Serambi, Kamis (14/10) menyebutkan, alasan terjadinya penambahan pemilih karena disebabkan kesalahan teknis entri data pada komputer di Kecamatan Ulim, Pidie Jaya.
    (more…)

  • Pemilih di Lhokseumawe 122.507 Jiwa

    LHOKSEUMAWE – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe mengumumkan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Pemilu 2009 di Kota Lhokseumawe sebanyak 122.507 jiwa. Jumlah ini bertambah sebanyak 24.382 orang dari jumlah pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2006 yakni hanya 98.125.

    Ketua KIP Lhokseumawe, Ridwan Hadi SH, didampingi Ketua Pokja Pendaftaran Pemilih Dedy Syahputra, Rabu (15/10) mengatakan, setelah melakukan pencocokan data dan penelitian dari 8 Agustus hingga 30 September, ditetapkan pemilih di Kota Lhokseumawe sebanyak 122.507.
    (more…)

  • Polisi Buru Stiker Provokatif

    BANDA ACEH – Aparat kepolisian di sejumlah daerah dilaporkan meningkatkan patroli untuk mencari keberadaan stiker yang memuat lambang sebuah partai lokal di Aceh, dengan tulisan bernada provokatif. Stiker ini mulai beredar luas di sejumlah wilayah di Aceh sejak beberapa hari terakhir.

    Kemarin, pihak Polres Aceh Barat juga melansir temuan sejumlah stiker yang dinilai bisa merusak suasana damai di Aceh. Wakapolres Aceh Barat, AKBP Linggo Wijanarko mengatakan, personelnya sudah menyita stiker “Merdeka” yang berlambangkan sebuah partai lokal di Meulaboh pada sebuah lokasi. Stiker itu bertuliskan “Partai Aceh Menang Merdeka Tinggal Selangkah Truek Wali Nanggroe Senang.”
    (more…)

  • Kepulangan Tiro terkesan “show of force ” Partai Aceh

    BANDA ACEH – Pengamat politik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Taqwaddin menilai kunjungan deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tgk Hasan Muhammad Di Tiro (83) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (11/10), lebih terkesan sebagai ajang unjuk kekuatan (show of force) bagi Partai Aceh.

    “Dari atribut yang terpajang mencolok diseputaran Masjid Raya Bariturrahman itu laiknya arena kampanye Partai Aceh karena hampir semua massa yang datang dari berbagai kabupaten/kota memasang pengikat kepala atribut partai Aceh, termasuk pada kendaraan dipenuhi stiker partai lokal ini,” katanya di Banda Aceh.
    (more…)

  • 340 bendera PRA digunting

    BANDA ACEH – Aksi penurunan bendera partai politik, merobek, bahkan mengguntingnya terus terjadi di Aceh menjelang Pemilu April 2009.

    Setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini giliran Partai Rakyat Aceh (PRA). “Bendera partai kami digunting, tiangnya dipatahkan,” kata Fitriadi A.Ma yang dihubungi Waspada, Minggu (12/10).
    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Aceh itu juga melaporkan selain bendera lima spanduk partai juga dirobek dan dibakar, Sabtu (11/10).
    (more…)

  • KPU diminta tempel gambar caleg PEMILU 2009

    BANDA ACEH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat diharapkan mempertimbangkan penempelan gambar/foto calon anggota legislatif (Caleg) pada kertas suara Pemilu 2009 guna memudahkan calo pemilih dalam menentukan pilihannya.

    “Dalam sistem multi partai ini, tanpa penempelan gambar/foto caleg dikhawatirkan akan menyulitkan pemilih untuk menentukan pilihannya terhadap figur yang tepat, terutama bagi masyarakat pedesaan dengan tingkat pendidikan rata-rata relatif rendah,” kata Ketua DPD PDI P NAD H Karimun Usman di Banda Aceh, Senin (13/10).
    (more…)

  • Golkar Aceh bertekad rebut pemilih tradisional

    BANDA ACEH – Pengurus Partai Golkar Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) lebih memfokuskan kegiatannya selama masa kampanye terbatas ini dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan lebih intensif kepada para pemilih tradisional, guna mendulang perolehan suara pada Pemilu 2009.

    “Pendekatan keluargaan diyakini akan lebih efektif ketimbang dalam bentuk kegiatan kampanye pengerahan massa, sehingga kami terus melakukannnya secara keluargaan dalam bentuk kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah,” kata Ketua DPD Partai Golkar NAD H Sayed Fuad Zakaria di Banda Aceh, Selasa.
    (more…)

  • Pelanggaran kampanye pemilu mulai marak di Aceh

    BANDA ACEH – Pelanggaran kampanye, terutama dalam bentuk pemasangan atribut dan isinya yang dilakukan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2009 di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dilaporkan mulai sering ditemukan, namun setelah ditegur ternyata malahan mereka mentaati kembali.

    Ketua Kelompok kerja (Pokja) Kampanye Pemilu Komisi Indepneden Pemilihan (KIP) NAD Zainal Abidin di Banda Aceh, Kamis (16/10), menyebutkan pelanggaran yang ditemukan selama ini lebih banyak dalam bentuk pemasangan atribut dan materinya , sehingga di beberapa tempat terpaksa diturunkan petugas.
    (more…)

  • KPA minta polisi menindak

    BANDA ACEH – Menanggapi timbulnya dugaan pelanggaran hukum terkait penyambutan Hasan Tiro, Komite Peralihan Aceh menyatakan, tidak pernah mengeluarkan perintah atau seruan untuk melakukan pelanggaran itu, sehingga tak perlu ditarik ke urusan politik. Jika terbukti, KPA meminta polisi yang bertindak.

    Hal itu disampaikan juru bicara KPA Pusat, Ibrahim Syamsuddin dalam penyataan tertulisnya yang dikirim ke Waspada, pagi tadi. Kata dia, jauh-jauh hari sebelum Hasan Tiro mendarat di Aceh, pihaknya sudah menyerukan agar siapa pun yang terlibat dan ikut dalam kegiatan itu tidak melakukan pelanggaran hukum.
    (more…)

  • Bawaslu Menunggu Usulan Nama dari KIP NAD

    Banda Aceh, Kompas – Badan Pengawas Pemilihan Umum Pusat menunggu usulan enam nama yang diajukan Komite Independen Pemilihan Nanggroe Aceh Darussalam atau KIP NAD untuk membentuk panitia pengawas pemilu NAD terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2009. Pelaksanaan tes uji kelayakan dan kepatutan tidak akan berlangsung lama.

    Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini, ditemui di sela-sela simulasi pelaksanaan pemilu di tempat pemungutan suara Gampong Lambhun, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Senin (13/10), mengatakan, semua pihak terkait dengan keberadaan lembaga panwas di Aceh sudah sepakat agar pembentukan tidak ditunda-tunda lagi.
    (more…)