siwah.com

Author: fakhrurrazi amir

  • Obama dan Orde Baru

    Peluang Barack Obama terpilih jadi presiden yang ke-44 makin besar setelah cawapres Senator Joe Biden memenangi debat, Kamis (2/10). Lawannya, Gubernur Sarah Palin ibarat ”lolos dari lubang jarum”.

    John McCain, kubu Republik, dan kalangan konservatif paling tidak bisa menarik napas lega. Palin tampil memadai kendati berdampak nol terhadap kenaikan popularitasnya.

    Sebelum debat, sejumlah tokoh Republik mengimbau Palin mundur dari pencalonan. Blunder fatal terakhir Palin terungkap saat diwawancarai wartawan teve CBS, Katie Couric, pekan ini.
    (more…)

  • Iklan Politik, KPK, dan DPR yang Lebih Baik

    Punya anak berusia 17 tahun yang hamil tetapi belum menikah, keras terhadap korupsi, dan menentang pandangan beruang kutub sebagai spesies yang terancam. Itulah sebagian dari rekam jejak Sarah Palin, Gubernur Alaska yang akan mendampingi John McCain, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, dalam pemilihan kepala negara itu, November mendatang.

    Pemahaman dunia, khususnya rakyat Amerika Serikat (AS), atas rekam jejak Palin ini sama mendetailnya dengan pemahaman mereka atas sejarah hidup veteran perang Vietnam, McCain, berikut lawannya dari Partai Demokrat, pasangan Senator Illinois Barack Obama dan Joe Biden.
    (more…)

  • Pilpres 2008 atau 2009?

    Semoga di tengah kesibukan silaturahim Idul Fitri pekan ini Anda masih punya waktu mengikuti terus perkembangan pilpres. Maksud saya bukan Pilpres 2009, tetapi Pilpres 2008 di Amerika Serikat.

    Mengapa Pilpres 2008 layak disimak? Sebab, ia bukan hanya sekadar ”pilpres biasa”, tetapi sebuah ”pilpres istimewa”.

    Ia istimewa karena hasilnya memengaruhi nasib warga dunia—termasuk kita. Beda dengan Pilpres 2009 yang hasilnya kayaknya enggak ngaruh ke nasib kita.
    (more…)

  • Pengumuman Tanpa Dilengkapi Foto Caleg

    Jakarta, Kompas – Komisi Pemilihan Umum telah memasang daftar calon sementara atau DCS anggota DPR di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (28/9). Namun, DCS yang dipasang hanya memuat daerah pemilihan, nomor urut, dan nama calon anggota legislatif.

    Nama caleg dalam DCS diumumkan berdasarkan partai politik dalam bentuk tumpukan kertas folio yang dilapisi plastik. Pengumuman dipasang berjajar di beberapa meja, di Lantai II Kantor KPU. Dengan demikian, masyarakat yang ingin mengetahui DCS harus membolak-balik kertas folio yang ada di atas meja. Kalaupun ada beberapa orang yang ingin melihat DCS satu parpol, mereka harus mengantre satu per satu. Sebelumnya, KPU menjanjikan akan memasang DCS yang dilengkapi foto caleg.
    (more…)

  • Mencoba Peruntungan pada Pemilu 2009

    Dalam pemilihan umum tahun 2004, partai yang keberadaannya dibidani ormas Pemuda Pancasila ini mengusung nama Partai Patriot Pancasila.

    Dengan nomor urut 21 dan berlambang burung garuda bersayap warna-warni, merah, hijau, dan kuning, serta perisai merah-putih lengkap diisi lambang kelima sila Pancasila, parpol ini gagal memperoleh kursi di DPR.

    Bukannya tidak ada yang memilih. Partai Patriot Pancasila saat itu setidaknya mampu meyakinkan satu juta pemilih untuk memercayakan suara mereka ke parpol tersebut.
    (more…)

  • 2.152 Caleg Dicoret

    Jakarta, Kompas – Komisi Pemilihan Umum mencoret 2.152 calon anggota legislatif dari 38 partai politik peserta Pemilu 2009. KPU telah memverifikasi 14.020 caleg dan setelah diverifikasi jumlah itu tinggal 11.868 caleg.

    Hal itu disampaikan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam penetapan daftar calon sementara (DCS) yang dilaksanakan Jumat (26/9) sekitar pukul 20.45 dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan dan Pengumuman DCS Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
    (more…)

  • Parpol Islam Harus Garap Sumber Alternatif

    Jakarta, Kompas – Berbagai partai politik Islam disarankan berani keluar dari pasar utama (captive market)-nya jika ingin mencapai target menjadi parpol dengan perolehan suara besar. Salah satu caranya adalah dengan mencoba merambah konstituen baru, yang selama ini bernaung di bawah rumah-rumah parpol ber-platform lain seperti nasionalis.

    Hal itu disampaikan dalam siaran pers hasil survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI), Kamis (25/9), bertema Kekuatan Elektoral Partai-partai Islam Menjelang Pemilu 2009.
    (more…)

  • PKS Bangun Basis Baru

    Jakarta, Kompas – Partai Keadilan Sejahtera membangun basis baru dengan merekrut calon anggota legislatif dari kelompok muda, aktivis, dan buruh. Basis baru ini diharapkan dapat memperluas jaringan PKS yang selama ini sering dituduh eksklusif, elitis, dan perkotaan.

    ”Kehadiran PKS yang lengkap dengan budaya yang berbeda dengan budaya mainstream memang membuat masyarakat mudah memberi cap eksklusif kepada PKS. Namun, itu karena mereka belum banyak mengenal PKS,” ujar Sekjen PKS M Anis Matta di Jakarta, Selasa (23/9), sebelum berangkat umrah.
    (more…)

  • Sosok dan Pemikiran: Logika Dakwah dari PKS

    Partai yang berdiri pada era awal reformasi ini sejak awal mendeklarasikan diri sebagai partai dakwah. Sebagai partai dakwah, apa pun yang dilakukan selalu mendasarkan diri pada logika dakwah, yang selalu mengajak untuk kebaikan.

    Tidak mudah untuk mempertahankan diri tetap di jalurnya. Namun, juga bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

    Pada pemilu mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mengusung slogan ”Bersih, Peduli, dan Profesional”. Tema ”Bersih dan Peduli” pada Pemilu 2004 telah membangkitkan semangat kader pada masyarakat untuk memberikan dukungan. PKS di Jakarta kemudian bisa menjadi partai unggulan.
    (more…)

  • Dapatkah PKS Bertahan sebagai Partai Dakwah?

    Partai Keadilan Sejahtera, yang pada awalnya lahir dengan nama Partai Keadilan, pada Pemilu 2004 mampu memperlihatkan kuantitas dukungan yang luar biasa. Bahkan, di Provinsi DKI Jakarta yang menjadi wilayah yang cukup prestisius, PKS mampu menjadi partai yang unggul.

    Sejak awal dideklarasikan, PKS sudah mencanangkan diri sebagai partai dakwah. Sebuah partai berbasis massa Islam yang hadir di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kehadiran PKS berbeda dengan kehadiran partai lain. PKS hadir di masyarakat Indonesia lengkap dengan budaya dan gaya hidupnya. PKS hadir dengan musik nasyid yang khas, kebiasaan kampanye dengan melibatkan anak-anak dan istri, yang massanya lebih banyak menggunakan sepeda motor, dan sapaan ramah dengan idiom Islam yang sangat kental.
    (more…)