Jakarta, Kompas – Kecenderungan partai politik mengajukan kader ”instan”, baik dari artis, akademisi, maupun figur publik lain, dalam pencalonan anggota legislatif atau caleg Pemilu 2009 diyakini bertujuan sekadar mencari keuntungan sesaat. Langkah itu sah saja walaupun tetap jangan sampai dilakukan secara sembarangan dan tanpa pembatasan.
Cara perekrutan caleg secara instan, termasuk dengan membuka lowongan terbuka, bisa berdampak buruk bagi parpol. Sebab, hal itu bisa memicu sakit hati, kekecewaan, dan bahkan kemarahan para kader yang loyal terhadap parpol.
(more…)