siwah.com

Category: Opinion

  • Pemimpin Kelas Salon

    Keseimbangan alam dijaga oleh kekuatan serba dua, yang berpasang-pasangan, saling melengkapi, tetapi sering juga berlawanan: rendah-tinggi, hina- mulia, kotor-bersih, bengkok-lurus, pamrih-tulus, palsu-sejati.

    Semua ukuran normatif itu memberi arah, ”kiblat” hidup. Tatanan pribadi maupun kolektif, di berbagai bidang lebih kurang juga ”berkiblat” ke situ.
    (more…)

  • “Conflict Governance” Pemilu

    Pemilu 2004 bisa jadi adalah pengalaman yang mengesankan bagi bangsa Indonesia. Asas luber dan jurdil bisa ditegakkan, pujian dunia internasional bagi demokrasi muda Indonesia, dan terutama tertutup rapatnya layar kekerasan. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan fasilitas sosial. Bangsa ini berhasil dalam berdemokrasi melalui Pemilu 2004. Namun, apakah Pemilu 2009 nanti bisa lebih baik daripada Pemilu 2004 dan berlangsung tanpa konflik kekerasan yang mengancam demokrasi damai bangsa?

    Gejala kekerasan bagi terbukanya layar kekerasan pada Pemilu 2009 sebenarnya sudah bermunculan. Paling tidak ada gejala kekerasan pemilu yang menonjol, yaitu konflik kekerasan yang muncul dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Pelaksanaan pilkada di Indonesia sering diikuti oleh perilaku kekerasan. Bangsa ini terenyak ketika pilkada di Tuban tahun 2005 diwarnai perilaku kekerasan massa pendukung partai dan kandidat kepala daerah. Sebagian gedung utama pemda dihancurkan dan dibakar. Suasana damai dalam dunia sosial ekonomi sehari-hari ikut terganggu. Konflik kekerasan pilkada pun menjadi fenomena di daerah-daerah lainnya. Tengok saja konflik kekerasan pilkada baru-baru ini di Maluku Utara.
    (more…)

  • Batas-batas Iklan Politik

    Meski belum ada calon presiden Amerika Serikat yang diresmikan konvensi partai, baik Republik maupun Demokrat, perang iklan sudah dimulai.

    Masyarakat AS, khususnya warga Demokrat, diguncang iklan TV yang baru dari kubu Republik. Dalam iklan itu, Barack Obama disamakan Britney Spears dan Paris Hilton, selebriti muda yang dikenal tetapi dicemooh jutaan orang. Bagi mainstream atau kelas menengah AS, perilaku dua cewek itu dianggap kekanak-kanakan dan memalukan.
    (more…)

  • Ibunya Cinta, Ayahnya Keikhlasan

    Dalam ilmu pengetahuan sudah lama dikenal archaeology of knowledge yang memberi inspirasi bahwa pengetahuan pun ada silsilahnya.

    Dalam karya indah Fritjof Capra berjudul The Tao of Physics bisa ditemukan tidak saja jejak-jejak pengetahuan Newton, Einstein, dan Heisenberg, tetapi juga bisa ditemukan sidik-sidik jari Confusius, Buddha, dan Krishna. Di bagian tertentu temuan Fritjof Capra (doktor fisika kelahiran Austria) tentang atom dan subatom, bahkan diberi judul The Dancing of Shiva.
    (more…)

  • Golput dan Memilih dengan Rasional

    Sedikitnya ada tiga alasan mengapa seseorang menjadi golput.

    Pertama, seseorang menjadi golput karena di luar kehendak; misalnya sebetulnya ingin memilih tetapi karena suatu hal —misalnya sakit parah—dia tidak memilih.

    Kedua, golput sebagai pernyataan politik yang mengisyaratkan ketidakpercayaan pada sistem yang ada.
    (more…)

  • Ketika Selebriti Berpolitik Kosong

    Makin hari makin banyak artis yang diajak maju di beberapa pilkada dan pemilu legislatif sampai-sampai nama suatu partai dipelesetkan menjadi Partai Artis Nasional. Salah artisnyakah atau salah politisi?

    Di Amerika Serikat kebetulan kubu Partai Republik baru saja melancarkan kampanye hitam yang menyamakan calon presiden Partai Demokrat, Barack Obama, dengan selebriti Paris Hilton dan Britney Spears, yang dipungkas dengan pertanyaan sinis ”Is He Ready to Lead?” Iklan Partai Republik berikutnya tak kalah sadisnya, menyamakan pidato Obama yang bergelora dengan seruan Nabi Musa yang diperankan oleh Charlton Heston dalam film The Ten Commandments.
    (more…)

  • Logika Terbalik Parpol dalam Pilkada

    Setelah sekian pemilihan kepala daerah (pilkada) terselenggara, semakin tampak bahwa partai politik (parpol) menghadapi situasi yang tidak mengenakkan.

    Di satu sisi parpol memiliki peran yang teramat penting di dalamnya dengan menjadi pengusung pasangan calon, apalagi sebelum diperbolehkannya calon independen, sementara di sisi lain cukup banyak hasil-hasil pilkada yang menunjukkan gejala ketidakkonsistenan antara kekuatan partai dengan perolehan suara dari calon-calon yang mereka dukung.
    (more…)

  • Fenomena Artis Berpolitik dan Demokrasi Keblinger

    Saat ini terjadi sebuah fenomena menarik dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Artis, sebagai bagian dari warga negara, ramai-ramai mencalonkan diri atau dicalonkan oleh partai politik untuk menduduki jabatan publik.

    Dalam konteks sejarah politik bangsa, masuknya artis dalam kancah politik bukan sesuatu yang baru. Artis telah membanjiri kehidupan politik praktis, terutama sejak masa Orde Baru (1966-1998). Hampir semua partai politik saat itu punya unsur artis dalam aktivitas politiknya.
    (more…)

  • Bersatunya Politik Santri dan Abangan

    Jika saja Clifford Geertz masih hidup dan berkesempatan menuliskan disertasinya berdasarkan apa yang tengah berlangsung dewasa ini di Jawa Timur, mungkin pandangan beliau mengenai kaitan antara Islam dan partai politik (parpol) bakal berbeda.

    Dalam tulisannya berjudul “The Javanese Village” di mana Geertz untuk pertama kalinya mengungkapkan teori aliran, kemudian dipertegas dalam bukunya The Social History of an Indonesian Town, dia menemukan adanya pembilahan ideologis-politis antara kaum abangan, priyayi, dan santri di Jawa.
    (more…)

  • Intelektual Kok Nyaleg?

    Setidaknya ada dua sahabat saya yang mendaftar menjadi calon anggota legislatif alias ikut nyaleg. Yang satu, yang selama ini dikenal sebagai analis politik Centre for Strategic and International Strategic (CSIS), Indra Jaya Piliang.

    Dia sudah berpamitan dan menyatakan akan maju sebagai calon legislatif (caleg) Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat II. Dia masih muda. Usianya baru 36 tahun. Dia memutuskan untuk kembali ke kampung guna minta restu dan dukungan. Sahabat saya yang lain ialah yang selama ini dikenal sebagai intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi.
    (more…)