siwah.com

Category: Opinion

  • Golput dan Memilih dengan Rasional

    Sedikitnya ada tiga alasan mengapa seseorang menjadi golput.

    Pertama, seseorang menjadi golput karena di luar kehendak; misalnya sebetulnya ingin memilih tetapi karena suatu hal —misalnya sakit parah—dia tidak memilih.

    Kedua, golput sebagai pernyataan politik yang mengisyaratkan ketidakpercayaan pada sistem yang ada.
    (more…)

  • Pemasaran Berjaringan untuk GERINDRA (Interview)

    IMAM SUHARMANTO, S.E., Sekretaris DPC Partai GERINDRA Kabupaten Sleman
    Sleman, DIY, Kamis 29 Mei 2008

    A. O’Cass, dalam Firmanzah (Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas), tengah berfilsafat bahwa marketing merupakan tools untuk mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat (pemilih). Penerapan marketing (pemasaran) dalam politik justru membantu para pemilih atau parpol untuk mengetahui aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Hal ini tentunya akan mengoptimalkan penyusunan platform parpol dan pasca-kampanye.
    (more…)

  • Adu Taktik Survei Politik

    Suhu politik di daerah memanas menjelang pilkada. Para calon kepala daerah, yang dulu lebih mengandalkan bantuan spiritual, kini mulai rasional. Mereka memanfaatkan jasa lembaga survei. Siapa saja yang menangguk rezeki?

    ANALIS politik Denny Januar Ali, 42 tahun, menghabiskan waktunya di Batam hampir sepekan penuh. Doktor perbandingan politik lulusan Ohio State University ini bukan sedang liburan. Selasa hingga Jumat pekan lalu, Denny bergumul dengan 200 juru kampanye (jurkam) Ismeth Abdullah, kandidat Gubernur Kepulauan Riau. “Kami memberikan kepada mereka pemahaman politik modern,” ujar Denny J.A.
    (more…)

  • Pemasaran Politik Taktik Baru Menangkan Pilkada

    PARADIGMA lama memenangkan pertarungan kekuasaan politik, terutama pemilu selama orde baru dengan pola represif sudah ketinggalan zaman. Perubahan sistem politik membuka peluang hadirnya cukup banyak partai politik.Jumlah partai yang beragam, secara langsung berimplikasi pada taktik dan strategi untuk memenangkan perebutan kekuasaan politik. Partai politik yang mengandalkan kekuatan dan represif sudah tidak akan dilirik oleh pemilih.

    Keterbukaan dan pilihan referensi informasi yang cukup gencar, memberi banyak pilihan bagi pemilih menentukan sikap dan pilihan-pilihan politiknya. Kompetisi partai politik meraih dukungan dan simpati pemilih juga sangat seru. Pola dan stretegi yang dilakukan termasuk mencoba gunakan pendekatan baru dengan pemasaran politik (marketing politik).
    (more…)

  • Kampanye dan Pemasaran

    Senin, 7 Juli 2008,Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 34 partai politik (parpol) sebagai peserta Pemilu 2009.

    Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan 24 partai peserta Pemilu 2004 sekaligus memupus harapan terjadinya proses penyederhanaan (penyusutan) secara alamiah jumlah kontestan pemilu.Kita masih ingat,Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai. Di luar opini mengenai menurunnya kinerja regulator parpol, ada dua fakta di balik angka 34 itu.Fakta pertama, parpol tetap dianggap sebagai komoditas strategis sebagai produk politik yang masih layak dipasarkan.
    (more…)

  • Politik Luar Ruangan

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah menyelesaikan rangkaian panjang pemilu legislatif dan presiden tahun lalu, tahun ini kita kembali disibukkan rangkaian pemilihan langsung kepala daerah di lebih dari separuh wilayah Indonesia. Pemilihan langsung kepala daerah 2005 bukan sekadar membikin politik kita makin hiruk-pikuk, melainkan menegaskan tengah terjadinya perubahan politik penting.

    Sepanjang sejarah Indonesia modern, inilah pertama kali kepala daerah dipilih secara langsung. Sebelumnya, pemilihan dilakukan oleh parlemen daerah. Maka yang sedang terjadi sebetulnya perpindahan arena utama politik lokal. Politik dalam ruangan (PDR) makin tergeser oleh politik luar ruangan (PLR).
    (more…)

  • Memasuki Era Pemasaran Politik

    Jatuhnya kekuasaan otoriter Soeharto mengantarkan Indonesia ke era baru, yakni sistem politik demokrasi yang lebih terbuka. Bahkan, gaya politik model Amerika ini ikut menghadirkan sebuah istilah kosakata politik baru, yakni pemasaran politik (marketing politic).

    Era demokrasi yang terbuka telah melahirkan profesi baru, yakni konsultan politik. Mereka melakukan survei, jajak pendapat untuk memasarkan sang kandidat, mengukur popularitas seorang kandidat. Sudah bukan menjadi rahasia lagi, jika ingin menjadi kepala daerah atau bahkan seorang presiden, dibutuhkan seorang konsultan politik. Tentu saja ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Apalagi kalau seorang konsultan itu dibutuhkan dari mulai awal mencari pasangan sampai terpilih menjadi pemimpin lewat suara yang diberikan rakyat.
    (more…)

  • Personal Branding ala HANCOCK

    Semalam saya bermalam mingguan bersama istri sambil menonton film Will Smith terbaru berjudul “HANCOCK”, adalah seorang Jhon Hanckok yg diperankan oleh Will smith, seorang superhero pemabok yg sama sekali tidak memiliki kepekaan terhadap publik, dia selalu menolong orang dengan caranya sendiri yg sangat berbahaya bagi orang-orang yg mau ditolongnya, saat dia melalukan aksinya seringkali menyebabkan kerusakan properti umum, tingkah ini sangat merugikan masyarakat, dan juga menyebabkan dia dikecam oleh warga dunia.
    (more…)

  • Pemasaran Politik

    Beberapa hari ke depan media-media di Indonesia baik cetak maupun elektronik, akan diramaikan dengan iklan-iklan politik partai peserta PEMILU 2009. Demikian pula dengan media luar ruang seperti billboard, baliho, dan spanduk akan bertebaran menampilkan logo partai dan foto calon anggota dewan dari masing-masing partai. Penyelenggaraan PEMILU 2009 memang masih agak jauh (5 April 2009). Tapi berdasarkan Keputuhan KPU N0. 9 tahun 2008, pelaksanaan kampanye akan digelar mulai 8 Juli sampai 1 April 2009. Menurut KPU, panjangnya masa kampanye ini bertujuan pertama memberi kesempatan kepada parpol untuk memperkenal diri; dan kedua memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Keberhasilan partai politik dalam meraih suara, sangat ditentukan oleh strategi komunikasi pemasaran politik yang mereka lakukan.
    (more…)

  • Politik dan Pemilu dalam Perspektif Pemasaran

    BERDASAR perilakunya, pemilih dalam pemilu dapat dikategorikan dalam tiga plus satu kelompok.

    Tiga kelompok pertama: pemilih baru yang dalam membuat keputusan cenderung berdasar janji; pemilih yang agak loyal mengevaluasi seberapa jauh kebijakan dinyatakan; dan partisan jangka panjang yang memperhatikan bagaimana par pol memfasilitasinya untuk meraih tujuan. Adapun kelompok terakhir, golput tidak menemukan pilihan yang sesuai dan memuaskan aspirasinya.
    (more…)